Milenial Wajib Tahu, Return Investasi 10x Lipat Setahun Ala Han Ji Pyeong Itu Mungkin!

33 komentar

investasi ala Han Ji Pyeong
Dalam beberapa pekan terakhir, pembahasan soal investasi ala Han Ji Pyeong (Kim Seon Ho) di serial drama Korea alias drakor berjudul START-UP (2020) memang sedang ramai dibicarakan.

Cukup mengejutkan karena biasanya kalau membahas serial drakor, tentu yang menarik perhatian adalah paras para aktor dan aktrisnya yang menawan, lagu soundtrack yang memikat hati, hingga jalinan kisah cinta yang bikin baper.

Namun START-UP seolah menjadi anomali sampai-sampai ikut diperbincangkan oleh para pegiat finansial. Secara singkat, drakor ini sendiri fokus pada perjuangan Seo Dal Mi (Bae Suzy) dan Nam Do San (Nam Joo Hyuk) dalam membangun perusahaan rintisan alias start-up mereka yang bergerak di bidang AI (Artificial Intelligence).

Dalam perjalanan mengejar ambisi itu, Dal Mi dan Do San dibantu oleh seorang investor muda kaya raya nan tampan bernama Ji Pyeong. Yang unik, ketiga milenial ini dipertemukan lewat surat-surat yang diterima Dal Mi, berkat ide sang nenek, Choi Won Deok (Kim Hae Sook).

Tetapi kali ini saya tidak mau membahas kisah dalam drakor START-UP itu lebih jauh, termasuk bagaimana perjuangan Samsan Tech, perusahaan rintisan Do San dan Dal Mi di Sandbox (Silicon Valley fiktif-nya Korea Selatan). Apa yang sangat membuat saya tertarik dan harusnya diperhatikan oleh banyak generasi muda adalah kesuksesan investasi ala Han Ji Pyeong.

Han Ji Pyeong, Bukti Milenial Harus Melek Finansial Sejak Dini

Han Ji Pyeong di START-UP
Terpesona wajah atau uangnya, nih?
Kalau dilihat secara visual, Ji Pyeong memang bisa memicu second lead syndrome yang luar biasa. Namun yang membuat karakter ini sangat layak dijadikan junjungan adalah perjuangannya bisa menjadi sukses. Bagi kamu yang belum menonton, Ji Pyeong bukanlah tipe second lead drakor pada umumnya yang terlahir sebagai karakter sempurna.

Ji Pyeong adalah seorang anak yatim piatu yang sangat jenius dalam dunia investasi. Semasa SMA, dia pernah memenangkan sebuah konten investasi virtual dan memperoleh uang digital sebesar 100 juta won. Dia pun memberanikan diri untuk berinvestasi secara nyata menggunakan uang milik nenek Dal Mi.

Kejeliannya berinvestasi, menjadikan uang 8 juta won itu berlipat sebanyak sepuluh kali yakni 80 juta won dalam waktu setahun saja! Ji Pyeong pun memberanikan diri ke Seoul setelah lulus SMA, berkuliah dan 15 tahun kemudian dirinya sudah menjadi pimpinan tim SH Venture Capital. 

Kekayaan, kesuksesan dan tentunya ketampanan adalah hal-hal yang sudah digenggam Ji Pyeong di usia 30 tahunan (rentang usia generasi milenial saat ini). Setiap langkahnya dalam berinvestasi adalah bukti bahwa Ji Pyeong punya pemahaman finansial yang begitu cerdas.

Ji Pyeong memperlihatkan dengan lugas bahwa kemapaman finansial adalah hal yang sangat penting, dan harus sudah dipikirkan sejak masih muda. Andai saja Ji Pyeong tidak memberanikan diri berinvestasi, tidak belajar mengelola keuangannya dan menentukan skala prioritas dalam finansial, atau malah memilih berfoya-foya saat lulus SMA, masa depannya tentu berbeda.

Ah, tapi kan ini kisah fiktif. Ini cuma sekadar drakor!

Apakah mungkin di dunia nyata bisa dapatreturn investasi ala Han Ji Pyeong yang mencapai 10 kali lipat itu?

Jawabannya adalah, SANGAT MUNGKIN!

Kunci Investasi Ala Han Ji Pyeong, Saham dan Sabar

Yap, kamu tidak salah baca saat saya bilang bahwa di dunia nyata ini investasi ala Han Ji Pyeong bisa saja terjadi.

Untuk mewujudkannya kamu harus memilih instrumen investasi yang tepat, dimana kita mengikuti jejak Ji Pyeong yakni saham.

Eh tapi kan Rai, pandemi Covid-19 ini bikin iklim investasi memburuk, terutama saham.

Ah, kata siapa?

Karena ada saham BRIS, yang di sepanjang 2020 ini membuat banyak investor geleng-geleng kepala. BRIS yang dimiliki oleh emiten PT Bank BRI Syariah ini justru dijuluki si kecil cabe rawit, karena meskipun baru dua tahun melantai di pasar modal, mampu memberikan return yang sangat fantastis.

kinerja BRIS sepanjang 2020
kinerja BRIS sepanjang 2020
Sekadar informasi, pada 2 Januari 2020, BRIS dibuka dengan harga Rp332 per lembar saham. Lalu kemudian di kala pandemi Covid-19 mulai menggila di Tanah Air, BRIS menjadi sangat anjlok hingga Rp135 per lembar saham pada 24 Maret. Kini meskipun wabah corona belum usai, banyak sektor ekonomi ambruk, BRIS justru amat sangat perkasa dan mencapai level tertinggi yakni Rp1.500 per lembar saham pada 20 Oktober.

Sehingga jika kamu mengambil langkah investasi ala Han Ji Pyeong yakni menggelontorkan uang sejumlah Rp8 juta, maka kamu akan memperoleh sekitar 600 lot saham BRIS (per lot berisi 100 lembar saham) pada bulan Maret. Kemudian dalam waktu tujuh bulan saja yakni Oktober, kamu bisa menjual 600 lot saham BRIS dan memperoleh uang Rp90 juta!

Amat sangat menggiurkan bukan? Kondisi ini jelas bukan mustahil dan bisa bikin kamu jauh lebih untung daripada Ji Pyeong saat remaja.

Namun tentu saja, kesuksesan itu jelas tak bisa diraih dengan sangat mudah. Dibutuhkan kesabaran, kejelian dan ketekunan agar bisa meningkatkan return investasi ala Han Ji Pyeong. Di sinilah letak pentingnya memahami dunia investasi bagi milenial untuk masa depan mereka.

Pentingnya Investasi Bagi Milenial Untuk Masa Depan

Han Ji Pyeong sosok milenial sukses
Han Ji Pyeong sosok milenial sukses
Tak berlebihan jika disebutkan bahwa ketiga tokoh dalam START-UP  seolah menggambarkan karakteristik milenial masa kini. Milenial alias generasi Y yang terlahir di rentang tahun 1981-1996 kini adalah roda penggerak utama perekonomian dunia.

Tentu ada di antara kamu yang hidup seperti Dal Mi yakni serba kecukupan bersama sang nenek setelah Ayahnya meninggal. Sehingga harus berjuang dan bekerja keras setiap hari meskipun gaji pas-pasan. Atau ada juga yang seperti Do San, hidup dalam keluarga serba kecukupan tapi tidak pandai dalam hal finansial (lebih-lebih investasi), lantaran cuma fokus tenggelam dalam keahliannya, sebagai programmer.

Kehidupan paling sempurna justru terlihat dari Ji Pyeong yang meskipun yatim piatu, bisa ada di level status tertinggi masyarakat, berkat pundi-pundi keuangan yang dimiliki. Ji Pyeong yang adalah pria lajang, merupakan sosok milenial melek finansial yang paham bahwa investasi adalah satu-satunya cara memiliki keuangan stabil di masa depan.

Tak berniat untuk mendewakan sosok Ji Pyeong, karena memang pada dasarnya yang namanya investasi itu sangat penting. Kamu yang adalah milenial wajib belajar bagaimana cara investasi yang benar, jika memang ingin hidup mapan di masa depan. Masih tak percaya? Berikut adalah sejumlah alasan yang menguatkan pendapat tersebut:

4 Alasan MILENIAL WAJIB INVESTASI
 1. Nilai Aset dan Kekayaan Meningkat

Ketika kamu berinvestasi, tentu akan dapat return alias keuntungan. Semakin lama waktu investasinya, biasanya akan semakin besar pula return yang didapat. Jika uang tunai dari return itu kamu simpan ke dalam deposito di bank, ini jelas sudah menjadi aset. Nanti ketika deposito hasil investasi itu jatuh tempo, bisa dipastikan kalau jumlah tabungan bertambah akibat bunga bank yang artinya, nilai aset dan kekayaanmu meningkat.

2. Merdeka Finansial

Ketika kamu memilih mengalokasikan uang yang dimiliki lewat investasi, maka kamu akan memperoleh return sesuai ketentuan. Return inilah yang biasanya digunakan investor untuk kebutuhan mereka. Dengan adanya return, kamu tak perlu lagi meminta uang ke orangtua untuk nongkrong, karena kamu sudah pasti merdeka secara finansial.

3. Terhindar Dari Inflasi

Inflasi adalah kondisi dimana harga-harga barang meningkat terus-menerus. Ketika laju inflasi meningkat, daya beli masyarakat anjlok dan bisa memberikan dampak besar ke perekonomian. Ancaman inflasi ini bisa dihindari jika kamu melakukan investasi, karena keuangan tetap stabil meskipun resesi ekonomi di depan mata.

4. Dana Masa Tua

Dan inilah hal terakhir yang membuat investasi sangatlah penting bagi milenial. Terutama jika kamu ingin kehidupan masa tua yang meski tidak bekerja lagi, tetap tenang dalam hal keuangan, maka investasi adalah satu-satunya jawaban. Lewat investasi, kamu akan tetap mendapat penghasilan sekalipun di rumah aja dan tidak bekerja lagi. 

Bagaimana? Terbukti kan kalau investasi adalah salah satu hal yang harus diperhitungkan sejak masih muda? Tak perlu tunggu kamu harus menikah atau memiliki penghasilan selangit, investasi haruslah segera dilakukan sedini mungkin. Bukan tak mungkin kalau nantinya kita-kita ini bakal bisa jadi sekeran Ji Pyeong, asalkan punya tekad yang kuat. 

Tak perlu cemas karena usia bertambah, salah satu investor tersukses dan terkaya yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia yakni Lo Kheng Hong, justru memulai investasi di jelang 30 tahunan. Jadi, yuk coba cara investasi ala Han Ji Pyeong ini!

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

33 komentar

  1. Hey, Arai!

    Duh, jiwa missqueen ku meronta nih liat angka berdigit-digit gitu, haha.. Memang millenial harus gercep ya untuk bisa mengatur keuangan untuk masa depan, karena zaman makin lama makin nggak jelas, huhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha kak!

      Akupun juga milenial yang gagal dalam urusan finansial, tau gitu beli saham BRIS pas Maret kmaren yekan.

      Semoga kita sama2 kuat menghadapi pandemi yg masih suram, seperti jodoh saya ini

      Hapus
  2. Wah, aku termasuk konservatif kali ya, belum berani kalau investasi di saham gitu, hehe. Merasa enggak sanggup aja mantau pergerakan tiap harinya, dan nambah kerjaan buat mikirin strategi yang tepat. Sementara kalau pakai manajer investasi kayaknya belum sampai sanggup ke sana juga :D. Palingan kepingin kayak sukuk gitu sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saham setahuku gausah mantau tiap hari sih kk, kcuali trading, itu yang bahayaaaa banget. MI itu reksadana, kudu duit tambahan ya. Mending coba P2P Lending deh kayaknya, modalnya ga gede2 amat.

      Etapi kalau sukuk juga boleh, asli halal dn tenang. Mumpung ST007 lagi ditawarin smpe akhir November

      Hapus
  3. Duh aku sampai hari ini belum pernah beli saham, karena gak ngerti dan agak takut juga salah langkah nanti malah merugi. Tapi kalo liat angka fantastis yang bakal didapet kok menggiurkan ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saham emang kudu ngerti banget sih. Gabisa ngandelin hoki aja ahahaha P2P Lending itu juga return menjanjikan kk, lebih gede daripada deposito dn obligasi

      Hapus
  4. Duh pengeeeeen. Dua kali maen saham dan lost semua, ambyarrr. Etapi ada pendanaan dari Amartha, bisa dipake untuk modal bisnis juga ya ini. Bisa membantu para pelaku UKM juga nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kereen, ambil saham apa kk? Emang kudu hati2 banget ya, apalagi IHSG masih fluktuatif bangat.

      Bener, Amartha ini sistem P2P Lendingnya terpercaya kak. Soalnya mreka ngasih modal ke UMKM dengan sistem tanggung renteng, jdi lebih terpercaya

      Hapus
  5. Tulisannya keren sih. Bisa banget yah nyambungin drakor dengan kebutuhan keluarga milenial masa kini. Bener deh dari start up kita belajar bisnis, dan dari P2P Lending kita juga belajar memulai investasi. Alhamdulillah sudah memperoleh izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sebagai bukti jika kegiatan bisnis ini terjamin dan bisa dipercaya. Kayanya saya mulai tertarik nih memulai investasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cakep kak Lint. Siapa tahu nanti berkat investasi bapake mboke sejak dini, 3G bisa skolah di luar neheri

      Hapus
  6. duuh ini drakor ngehits banget yaa.. aku pengen nonton tapi tunggu dulu deh, harus punya waktu yang bener2 luang soalnya paling males njeda2 nonton wkwk

    BalasHapus
  7. Ini nih drakor yang lagi hits. Btw tentang investasi, aku masih belum berani buat buka ini mbak, hehe. Masih konvensional banget nyimpen uang di tabungan, padahal untuk jangka panjang bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa mbak, nyimpen duit di tabungan juga udah usaha investasi. Yang penting disiplin finansialnya dulu aja deh yaa kalau untuk kite2, haha

      Hapus
  8. ya Allah akalku masih sulit menjangkau soal pemahaman investasi. tahunya cuma nyimpen uang di bank aja.

    wah soal drakor ini emang lagi jadi trending topik ya, tapi aku belum nonton.

    BalasHapus
  9. Karena namanya mirip akhiran namaku, jadi pingin lihat drama nya
    Btw aku masuk kriteria yg terpesona dengan uang atau tampangnya yak 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alesanmu nonton lho J, mkwkwkw. Baiklah.

      Kita mah yang penting cuan, mau hidup bermodal cinta? Tapi kalau tampangnya di bawah SNI, bisa dibicarain baik-baik

      Hapus
  10. Mbak Araaaai. Terimakasih sudah membahas investasi dengan cerita pembuka si tampan Han Ji Pyeong. Sebagai pecinta drakor aku merasa relate banget dengan uraian Mbak Arai. Makasih yaaaa. Oh ya, btw, Mbak Arai tim mana nih? Do San atau Ji Pyeong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haruskah kutunjukkan pada dunia kalau aku ada di belakang Jipyeong? Hahaha. Aku sejak awal eps sudah tim Anak Baik sih. Salut banget sama perjuangannya dan tumbuh setampan itu hahaha.

      Hapus
  11. Memang keren banget pak Han ini ya kak, Setuju banget emang seharusnya kita sudah melek finansial sejak muda. Agar bisa hidup lebih tenang dan nyaman di hari tua.

    BalasHapus
  12. Wah keren ya investasi ala-ala Han Ji Pyeong. Kalau saya sendiri masih investasi kecil2an, investasi dagang dll. Pelan-pelan tapi pasti. Thanks for artikelnya membuka wawasan untuk tau literasi keuangan.

    BalasHapus
  13. Siapa.sih yg engga ingin bebas secara finansial ya mbak. Aku pun ingin apalagi udh lelah 9 tahun ikut orang. Mudahan biza terlaksana

    BalasHapus
  14. Info ii wajib dibaca milenial, biar mengenal investasi sejak dini. Apalagi keunggulan dari investasi P2P Lending ini sangat menjanjikan, wajib untuk dipertimbangkan. Jangan uang habis aja buat jajan kopi kekinian...kalau dah investasi berlipat dah dana didapat

    BalasHapus
  15. Wah keren kakak pembahasannya. Jujur, diriku masih buta total soal investasi ini. Belum melek investasi, kayaknya perlu dibaca ulang-ulang terus tulisan Kak Arai ini. Selain menikmati visual Pak Han yang kece pastinya, hahahaha.

    BalasHapus
  16. Drama hasil prosuksi Korea memang bagus dan unik, walaupun genre selain percintaan. Topik bisnis dan usaha pasti melekat di ingatan. Menarik deh pokoknya.. lin dari yang lain.

    BalasHapus
  17. Saham, sabar dan uang. hehe, aku tambahin yang terakhir itu. Soalnya gak ada uang gak bisa inves dong say... pengen sih dulu inves sana sini.tapi kalau gak ada jiwa bisnis mah nonton aja kayak aku. huhuhu....

    BalasHapus
  18. Drakor start up emang lagi banyak diobrolin ya kak sekarang. Selain karena baru tayanh tapi seritanya juha menarik. Karena relatable banget sama kehidupan anak muda jaman sekarang. Banyak contoh yang bisa diambil dari sana. Kayak memulai insvestasi gini.

    BalasHapus
  19. Aku tuh termasuk terlambat deh mengetahui tentang investasi kayak gini. Mindsetnya kan nabung atau beli emas. Melalui P2P Lending bisa dari nominal kecil dulu kali ya...Makasih sharingnya Mbak...

    BalasHapus
  20. Kalau maslaah saham aku masih ngawang-ngawang, dan masih ngerasa sulit, tapi pelan-pelan aku lagi melajari P2P Lending. Ini ulasan yang sangat lengkap, menarik

    BalasHapus
  21. Bener banget tuh sedini mungkin kita harus melek finansial, seperti yang di buku Rich Dad Poor Dad. Aku termasuk yang dulu salah berinvestasi, berinvestasi di baju, tas dan sepatu hahaha. Eh tapi kan kalau ngantor itu juga masuk investasi ya .. pembenaran banget.

    P2P Lending ini perlu dilirik nih, apalagi nggak butuh dana besar ya.
    Makasih infonya Mbak Arai.

    BalasHapus
  22. Tema finansial menurut saya cukup berat jika dibawakan sebagai tema drakor, tapi drakor yang diulas ini berhasil membawakannya ya. Pertanyaannya, apa masih tetap ada nuansa romansa di dalam ceritanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada da. Tiga tokoh utama Dalmi-Dosan-Jipyeong pada kejerat cinta segitiga haha. Bahkan sampai ada tim-timan pembela. Tapi cinta yang ditawarkan nggak menye2, bukan nangis, antara kaya-miskin. Tapi cintanya ikut berjalan seiring para tokoh mendirikan perusahan rintisan, jadi keren gitu

      Hapus
  23. Ji Pyeong vs Do San... aku ikutin drama ini sekalian belajar banyak hal mengenai perusahaan rintisan, bagus banget!

    BalasHapus
  24. lagi - lagi ku harus berkata, aku belum nonton film ini sementara di luar sana pecinta drakor udha ribut soal tim a dan tim b, aku gak ngerti hahahaha. tapi baca review mu aku jadi penasaran, apalagi ada ilmu financing nya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email