Review 'SWEET HOME' (2020): Saat Monster adalah Penyelamat Manusia

34 komentar
review Sweet Home

Mengawali tahun 2021 ini, postingan pertama saya di blog bakal mengenai review SWEET HOME. Dari banyaknya deretan drakor (drama Korea) yang rilis di sepanjang 2020, SWEET HOME memang jadi salah satu yang paling saya tunggu selain KINGDOM: SEASON 2.

Ada banyak sekali alasan yang membuat SWEET HOME ini memang sangat saya nantikan semenjak tahun 2020 bergulir. Namun kalau disuruh memilih, ada dua alasan utama yang paling kuat. Pertama, saya adalah pembaca webtoon Sweet Home, sehingga saya sangat penasaran dengan bagaimana gambaran para monster itu dalam versi live action. Kedua, karena drakor ini diarahkan oleh Lee Eung Bok.

Kalau kamu memang maniak drakor seperti saya, nama sutradara Eung Bok jelas tidak asing. Dari tangannya, ada banyak drama mega hit berhasil diproduksi. Setidaknya ada lima judul drakor populer yang diarahkan Eung Bok dan sudah saya tonton seperti DREAM HIGH (2011), SECRET LOVE (2013), DESCENDANTS OF THE SUN (2016), MR.SUNSHINE (2018) dan tentunya GOBLIN (2016).

Sehingga ketika Netflix mengumumkan kalau bakal merilis 10 episode langsung untuk SWEET HOME secara global pada 18 Desember 2020 lalu, saya langsung menonton secara maraton. Setidaknya hanya butuh dua hari untuk menyelesaikan episode 1-10, itupun sudah dijeda dengan berbagai kegiatan sehari-hari.

Hasilnya? SWEET HOME menjadi drama Korea paling favorit dan terbaik menurut saya di tahun 2020 ini. Mohon maaf ITAEWON CLASS, kalian harus rela mundur ke posisi kedua.

Sebelum kalian lebih lanjut membaca review SWEET HOME, saya harus memberikan peringatan bahwa ulasan panjang berikut ini full of spoiler. Sehingga kalau kamu belum menonton, lebih baik berhenti dan baca artikel lain saja.

Sinopsis Drama Korea 'SWEET HOME'

Song Kang sebagai Cha Hyun Soo
Song Kang sebagai Cha Hyun Soo

Kisah dalam drakor SWEET HOME fokus pada sosok remaja SMA hobi main game online bernama Cha Hyun Soo (Song Kang), yang pindah ke apartemen Green Home setelah kematian kedua orangtua dan adiknya karena kecelakaan mobil. Ditinggal sebatang kara, membuat Hyun Soo malas menatap masa depan dan berencana untuk bunuh diri. Belum lagi trauma mendapat perundungan semasa SMA membuat Hyun Soo benar-benar tak punya hasrat pada apapun.

Di suatu siang saat dirinya hendak mencoba terjun dari atap apartemen, Hyun Soo berjumpa dengan Lee Eun Yu (Go Min Si), gadis cuek dan keras kepala yang bermimpi jadi pebalet. Memilih untuk enggan bergaul dengan penghuni apartemen lainnya, kehidupan Hyun Soo berubah di satu malam saat penghuni apartemen di sebelahnya, bikin gaduh dan ternyata berubah jadi monster haus darah.

Sang Wook dan Ji Su
Sang Wook dan Ji Su

Sejak itulah, kehidupan Hyun Soo yang tertutup langsung berubah. Apartemen yang akan menjadi lokasi dia bunuh diri justru menjadi tempat dimana dia ingin hidup, hari demi hari. Hyun Soo berjuang bersama seluruh penghuni Green Home yang tersisa untuk melawan para monster. 

Dia berjumpa dengan mantan detektif jago berkelahi dengan bekas luka bakar bernama Pyeon Sang Wook (Lee Jin Wook), perempuan mantan pemadam kebakaran Seo Yi Kyung (Lee Si Young), musisi indie Yoon Ji Su (Park Gyu Young) yang pemberani, seorang guru penganut Kristen taat dan jago pedang Jung Jae Heon (Kim Nam Hee), pria cacat yang jago membuat senjata Han Du Sik (Kim Sang Ho) serta tentunya mantan mahasiswa kedokteran yang sangat cerdas dan realistis sekaligus kakak Eun Yu, Lee Eun Hyuk (Lee Do Hyun). 

Lee Do Hyun sebagai Eun Hyuk
Lee Do Hyun sebagai Eun Hyuk

Masalah mulai muncul karena ternyata Hyun Soo termasuk salah satu manusia yang sudah terinfeksi jadi monster, membuat penghuni Green Home lain menolak kehadirannya. Dengan berbagai konflik yang hadir dan monster-monster mengerikan itu, Hyun Soo harus memilih, apakah dirinya harus berdiri di sisi manusia atau monster dalam dirinya untuk bertahan hidup.

Review 'SWEET HOME' Versi Saya

Hal pertama yang ada di benak saya ketika SWEET HOME ini usai ditonton adalah sebuah kepuasan luar biasa dan spektakuler. Eung Bok yang menggaet Studio Dragon berhasil memvisualisasikan monster-monster itu dengan cukup sempurna. Tidak heran karena budget yang digelontorkan oleh Netflix mencapai US$27 juta (sekitar Rp380 miliar) atau rata-rata Rp38 miliar per episode.

monster buta dan monster lidah saat syuting
monster buta dan monster lidah saat syuting
Budget SWEET HOME bahkan lebih besar daripada drama termahal Netflix sebelumnya yakni ARTHDAL CHRONICLES (2019) yang menyentuh Rp28,5 miliar per episode. Tak heran kalau tampilan grafis dengan efek CGI mutakhir dalam menghidupkan monster, tampak benar-benar nyata. Saya bahkan ikut ngeri dengan sosok monster lidah, monster buta sampai monster protein yang sama sekali tak tampak lucu seperti di webtoon
totalitas Song Kang sebagai Hyun Soo
totalitas Song Kang sebagai Hyun Soo

Pujian layak diberikan kepada Song Kang yang begitu cocok menjadi Hyun Soo. Jujur, saya sangat terpikat saat dia tampil dengan sepasang mata hitam mengerikan itu. Baru debut akting di tahun 2017, aktor berusia 26 tahun ini sukses bertransformasi dari karakter manis idola perempuan menjadi sosok antisosial yang menyimpan monster dalam dirinya.

Karakter penghuni Green Home yang menyebalkan dan memikirkan diri sendiri pun bisa hadir dengan sempurna lewat Kim Seok Hyeon (Woo Hyeon), Choi Yoon Jae (Ko Gun Han), An Seon Yeong (Kim Hyun), Cha Jin ok (Kim Hee Jung), Ryu Jae Hwan (Lee Joon Woo), Kang Seung Wan (Woo Jung Kook), Son Hye In (Kim Guk Hee) dan No Byeong Il (Im Su Hyung).

Seluruh cast yang terlibat mampu menggambarkan bagaimana nasib manusia saat di ujung tanduk dan tentunya mengaduk-aduk emosi penonton.

Yi Kyung sang pemberani
Yi Kyung sang pemberani

Namun sebetulnya, ada tiga cast lain yang sangat mencuri perhatian saya selain Song Kang dalam SWEET HOME yakni Si Young, Jin Wook dan Do Hyun

Saya sebelumnya cuma mengenal Si Young sebagai Oh Min Ji, teman menyebalkan Geum Jan Di yang menyukai Goo Jun Pyo di BOYS BEFORE FLOWERS (2009). Namun di SWEET HOME, Si Young secara mengejutkan begitu sempurna menjadi Yi Kyung yang tegas, berani dan berotot, seorangbadass female yang mempesona. 

Kedua ada Jin Wook yang kemampuan aktingnya sudah memikat saya sejak VOICE 2 (2018) danVOICE 3 (2019). Berperan sebagai Sang Wook yang tampak gahar di luar tapi penuh keadilan di dalam hatinya, Jin Wook membuat saya cukup yakin kalau dirinya memang tak pernah takut dengan monster. 

Lalu terakhir ada Do Hyun yang begitu mencuri hati di HOTEL DEL LUNA (2019) dan 18 AGAIN (2020). Kemampuan aktingnya tampak cukup berkembang saat menghidupkan sosok Eun Hyuk yang begitu logis, cerdas, tanpa kompromi tapi begitu menyayangi adiknya.

Dari segi sinematografis, Eung Bok mampu menghadirkan suasana di dalam apartemen penuh monster yang begitu mencekam dan tone warna yang cenderung kelam. Bahkan ketika para monster itu hadir, suasana ngeri pun terbangun perlahan. Dibantu dengan sound editing yang tepat, lagu Warrior milik Imagine Dragons terasa begitu sempurna membungkus sisi pahlawan dan sisi monster di setiap manusia.

Hyun Soo sesaat hendak jadi monster
Hyun Soo sesaat hendak jadi monster
Tak heran kalau akhirnya SWEET HOME pun menuai kesuksesan global. Belum sampai satu bulan sejak dirilis, SWEET HOME pun sudah mencatat lebih dari 1,2 miliar tontonan. Setidaknya ada 11 negara yang melaporkan SWEET HOME sebagai serial Netflix paling banyak ditonton. Publik Amerika Serikat pun terpikat dan memilih SWEET HOME dalam tiga posisi teratas.

SWEET HOME membuktikan kalau industri entertainment Korea Selatan memang sangat luar biasa kreatif. Tak hanya dari segi visual, kedalaman cerita dan karakter yang dibangun bisa dibilang sejajar dengan apa yang dibuat oleh sineas-sineas blockbuster Hollywood.  

Sebagai tontonan yang erat dengan alur keras, kejam dan ngeri, tentu kalau kamu takut dengan darah, SWEET HOME akan cukup sulit untuk ditonton. Namun lepas dari itu semua, SWEET HOME menyuguhkan seperti apa rupa manusia sesungguhnya. Kalian akan dibawa hanyut dan ikut menangis saat satu demi satu para pahlawan tewas mengenaskan di tangan monster. Dan itulah yang menjadikan karya drama Korea memang berada di level yang masih sulit tersentuh serial atau lebih-lebih, sinetron Indonesia.

Alur dan Karakter Berbeda dari Webtoon

Here we are, don't turn away now. We are the warriors that built this town ~ Warrior (Imagine Dragons)

Jika sebagai penonton drakor saya luar biasa puas dengan SWEET HOME, bagaimana tanggapan saya sebagai pembaca webtoon-nya?

Tentu ada kekecewaan yang tak bisa saya elakkan.

Kekecewaan pertama jelas muncul dari sosok Ji Su. Kalau kalian membaca webtoon, Ji Su harusnya menjadi love interest dari Hyun Soo dan memiliki peran yang sangat krusial bagi hidup Hyun Soo. Bahkan judul SWEET HOME ini adalah sebuah lagu yang diciptakan oleh Ji Su lewat petikan gitarnya yang mengingatkan Hyun Soo pada keluarganya. Hyun Soo sudah terpikat dengan Ji Su sejak awal, karena mirip dengan sosok Maria di film animasi MARIA FROM THE SKY yang sangat dia sukai. Namun di versi drakor, interaksi  Hyun Soo dan Ji Su tidaklah terlalu dalam.

Hyun Soo dan Eun Yu
Hyun Soo dan Eun Yu

Trio penulis naskah Heung So Ri, Kim Hyung Min dan Park So Ri justru memilih Eun Yu  untuk dekat dengan Hyun Soo. Sosok Eun Yu yang di awal begitu menyebalkan itulah yang menemani hari-hari gelap Hyun Soo dan selalu diliputi trauma. Eun Yu pula yang tampak paling memahami Hyun Soo dan bahkan diam-diam mengajaknya berjanji untuk bertahan hidup. Cukup mengejutkan karena dalam webtoon, Eun Yu terlihat jauh lebih muda daripada Hyun Soo.

Lalu kekecewaan berikutnya juga muncul dari nasib mengenaskan Sang Wook dan Park Yu Ri (Ko Yoon Jung) yang harus tewas di tangan Jung Ui Myeong (Kim Sung Cheol). Padahal di webtoon, Sang Wook dan Yu Ri dapat bertahan hidup. Ui Myeong adalah sosok terinfeksi spesial seperti Hyun Soo yang kabur dari laboratorium pemerintah. Dalam webtoon, Sang Wook dan Yu Ri justru selamat dan hidup di pengungsian bersama Ji Su serta Eun Yu. 

akhir hidup Yuri dan Sang Wook yang tragis
akhir hidup Yuri dan Sang Wook yang tragis

Karakter Ui Myeong sendiri tak ada dalam webtoon, sama seperti Yi Kyung. Namun baik Ui Myeong dan Yi Kyung, justru bisa melengkapi alur dalam drakor SWEET HOME jadi lebih kuat dan modern. Siapa yang tidak takjub dengan tubuh berotot nan seksi Yi Kyung saat berlarian di saluran udara demi menyelamatkan diri dari kejaran monster laba-laba? Yi Kyung adalah heroine paling favorit dalam SWEET HOME.

Perubahan plot dan karakter juga terjadi pada kelompok mafia jahat yang berpura-pura jadi tentara, yang menyerang penghuni Green Home di episode-episode akhir. Dalam webtoon, mereka hanyalah para kriminal yang kabur dari penjara. Jika monster terkuat yang dihadapi Hyun Soo di webtoon adalah Joon Shin sang pimpinan kriminal, dalam versi serial Netflix, dia menghadapi Ui Myeong, salah satu anggota tentara gadungan yang manipulatif, licik dan punya kemampuan berpindah tubuh inang.

Pengembangan karakter yang cukup berbeda juga tampak dari Sang Wook. Sang Wook dalamwebtoon hadir jauh lebih ramah. Sementara Sang Wook versi drakor terlihat begitu serius dan mengerikan, belum lagi background dirinya sebagai mantan detektif yang tengah memburu Yoon Jae, sang predator seksual, membuatnya jadi bak serial killer.

Eun Hyuk dan Hyun Soo
Eun Hyuk dan Hyun Soo

Sama seperti Sang Wook, Do Hyun juga menghidupkan Eun Hyuk di jalur berbeda. Tak ada lagi Eun Hyuk yang cukup jenaka sebagai maniak game online seperti Hyun Soo, tapi Eun Hyuk di drakor terlihat cukup dingin, jauh lebih realistis dan tegas. Hubungan Eun Hyuk dan Hyun Soo di drakor tak seperti dalam webtoon. Bahkan di saat Hyun Soo berubah jadi monster mengerikan, bukan Eun Hyuk yang menyadarkan dan berkorban, melainkan paman Du Sik. Akhir hidup Eun Hyuk pun berbeda pada versi dramanya.

Kim Nam Hee sebagai Jung Jae Heon
Kim Nam Hee sebagai Jung Jae Heon

Tetapi lepas dari itu semua, saya sepakat kalau kematian Jae Heon di elevator saat melawan monster satpam Green Home (Shin Mun Sung) itu jauh lebih mengenaskan dan dramatis daripada di webtoon. Eung Bok tampaknya cukup memperhatikan pengembangan karakter Jae Heon yang terlihat begitu menyukai Ji Su dan rela melakukan apapun. Sehingga tak heran kalau kematiannya benar-benar membuat penonton SWEET HOME tidak terima karena begitu tragis.

Greater love has no one than this: to lay down one’s life for one’s friends ~ John 15:13

Namun kekurangan cukup besar dari SWEET HOME adalah mengenai penjelasan kisah para monster. Dalam versi webtoon, kita akan mengetahui apa yang menyebabkan manusia menjadi monster buta, monster protein, monster atlet lari, bahkan monster lendir hijau yang menyelamatkan si kecil Kim Yeong Su (Choi Go). 

Begitu pula cerita menyedihkan Im Myung Sook (Lee Bong Ryun) menjadi monster janin, karena kehilangan bayinya yang cuma dipaparkan cukup singkat dalam versi drakor. Tak ada yang tahu pula bahwa tahapan monsterisasi itu juga membuat manusia yang terinfeksi melewati fase telur, yang sepenuhnya dihilangkan dari versi live-action.

Hyun Soo berubah jadi monster di webtoon dan serial
Hyun Soo berubah jadi monster di webtoon dan serial

Khusus untuk kondisi Hyun Soo, versi drakor membuat karakter monsternya terbentuk dari depresi yang dia hadapi. Sementara dalam versi webtoon, sosok monster itu adalah penjelmaan dari keberanian dan kepedulian Hyun Soo, sehingga tampilan monsternya adalah ksatria seperti jagoan dalam game-game MMORPG yang memang sangat dia sukai. Tetapi baik versi webtoon dan serialnya, Hyun Soo sama-sama punya kemampuan regenerasi tubuh yang luar biasa cepat, sehingga tampak seperti makhluk abadi.

Hanya saja, sebagai penikmat karya visual dan audio visual, saya mencoba menghargai perbedaan dari karya adaptasinya. Saya percaya, film dan tulisan adalah dua media yang berbeda dan tidak bisa disamakan. Memboyong ratusan chapter dalam webtoon ke dalam 10 episode serial tentu pekerjaan yang tidak mudah. Dan ketika Eung Bok berhasil membawanya, SWEET HOME adalah sebuah masterpiece yang menjadikan drama Korea terbang ke level yang berbeda.

Hyun Soo setelah jadi monster
Hyun Soo setelah jadi monster

Lagipula, siapa yang tidak melongo melihat perubahan Hyun Soo menjadi monster di adegan pamungkas? Begitu mengerikan dan keren di waktu yang sama. Saya bahkan ikutan takut melihat bagaimana Hyun Soo dengan mudahnya melumat dan melelehkan tubuh Ui Myeong dengan tanduk tajam yang keluar di sekujur lengan kanannya, bak sayap mematikan.

Terakhir, ending yang berbeda juga terjadi. Jika dalam webtoon, Hyun Soo akhirnya selamat dan menemui Ji Su serta penghuni Green Home lain di pengungsian, tidak dengan versi drakor. Dalam serialnya, Hyun Soo mengorbankan diri untuk diserang ratusan tentara. Namun karena Hyun Soo tak bisa mati, dia diselamatkan oleh sosok mirip Sang Wook dan dibawa pergi menggunakan tank. Hal inilah yang memunculkan desas-desus kalau SWEET HOME akan berlanjut ke season kedua.

Setiap Manusia Menyimpan Monster dalam Dirinya

Berbeda dengan kebanyakan film-film mengenai monster entah zombie atau wabah berbahaya yang kerap dimulai dari virus, bakteri atau penelitian yang bocor, sosok monster dalam SWEET HOME justru datang dari hasrat terdalam manusia. Sebuah keinginan tergelap yang tak pernah diungkapkan, dan cuma menjadi pemikiran di dalam diri.

Contohnya adalah Hyun Soo yang digambarkan sebagai remaja penyendiri, introvert dan mau bunuh diri, justru obsesi yang terpendam di dalam hatinya adalah hidup. Tak heran kalau hasrat ingin hidup yang begitu besar menjadikan Hyun Soo sebagai monster terkuat di SWEET HOME.

Namun apa yang terjadi dalam Hyun Soo sungguh sangat ironis. Di saat monster itu menjadi sosok yang menakutkan, justru karena itulah dirinya bisa bertahan. Bahkan lewat sosok monster dalam tubuhnya itu pula, Hyun Soo menyelamatkan orang-orang di Green Home. Ketika semuanya ketakutan seolah dirinya membawa bom waktu, hanya monster dalam tubuhnya yang memahami betul apa keinginan terdalamnya.

para penghuni Green Home
para penghuni Green Home

SWEET HOME meggambarkan dengan gamblang bahwa manusia justru bisa menjadi sosok yang jauh lebih mengerikan daripada monster. Manusia ketika ada di ujung nyawa, rela melakukan apapun kendati itu sangatlah tidak manusiawi. Bagaimana penghuni apartemen yang ingin mengusir dan memanfaatkan kemampuan Hyun Soo, hingga kelompok tentara gadungan yang membunuh manusia dengan mudah, membuktikan kalau bahkan tanpa menjadi monster pun, manusia menyimpan iblis dalam diri mereka masing-masing.

Tak berlebihan kalau SWEET HOME memang jadi salah satu tontonan terbaik di pandemi Covid-19. Suasana dunia yang di ambang kehancuran dan krisis kemanusiaan, seolah cocok dalam situasi wabah corona seperti saat ini.

Mungkin kita bisa bertanya pada diri sendiri, apakah selama ini kita tak menyimpan sifat monster di dalam hati? Karena dalam kondisi yang makin buruk, tak ada yang tahu apa yang bakal dilakukan hanya untuk memperoleh nafas demi esok hari. Apakah kita bisa seperti Hyun Soo yang mampu mengontrol sosok monster itu? Atau mungkin kita malah terjebak menjadi monster yang membunuh manusia lain hanya demi bertahan hidup.

Even complete darkness will disappear with the faintest light ~ Cha Hyun Soo

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

34 komentar

  1. Huuuaaa... Lee eung bok memang sudah tidak bisa diragukan lagi, karyanya keren semuaa, yang paling saya suka Goblin hihihihi... Pengen nonton ini tapi takut yang seram-seram. Hahahahah

    BalasHapus
  2. Gara-gara sweet home ini saya bebas meledek suami saya mbak, hahaha nonton terus nggak berhenti pagi-siang-malam bahkan di kantorpun nonton. Seru abis sih ya drakor ini .

    BalasHapus
  3. Baru tau klo drakor ternyata perkembangannya pesat gini udh pake CGi juga y buat gambarin monsternya biar realistis

    BalasHapus
  4. Wah dari ulasannya sepertinya seru banget nih filmnya. Idenya unik dan keren. Biasanya monster muncul karena virus atau bakteri tapi ini monster muncul karena hasrat terdalam manusia.

    BalasHapus
  5. pencita film kayak kak arai mah ngalir aja kalo ngereview, hihi sudah bakat ya. btw filmnya sweet home sepertinya bagus sekali :)

    BalasHapus
  6. Aku baru nonton Sweet Home tadi malam dan baru sampai episode 3. Aku nonton Sweet Home karena ada Lee Do Hyun. Btw, salam kenal ya, kak.

    BalasHapus
  7. Belum nonton tapi baca reviewnya ini jadi pengen nonton. Serem ya film ttg monster. Menurutku, setiap manusia ada semacam naluri utk bertahan hidup saat dirinya terancam. Bahkan sosok yg diceritakan ingin bunuh diri jadi berbalik mau mempertahankan hidupnya.

    BalasHapus
  8. Fantastis banget ya mbak, 1 episode 38 miliar. Tapi hasilnya memang keren banget. Ni aku baru nonton sampai episode 4. Actor, artis, dan para krunya profesional banget.

    BalasHapus
  9. Aku penasaran banget sama Sweet Home ini, udah masukin list buat ditonton minggu ini. Pas baca ulasan ini makin pengen buru-buru nonton deh

    BalasHapus
  10. Wah, proses infeksi monsternya mirip proses menjadi vampir atau zombie ya. Fantasy yang keren!

    BalasHapus
  11. Lee Eung Bok mantappu jiwaaa. Dari awal nonton emang udah bikin deg-deg serr. Aku ngga baca webtoon nya sih. Suka pucing baca webtoon lewat hp. Ini masih ngejar sweet home episode berikutnya, banyak iklan nih krucil, jadi emak putus2 deh nontonnya. Semangat kak Araim ditunggu next review.

    BalasHapus
  12. Filmnya ngeselin awal dan akhirnya nge gantung Kak.

    Jafi nggu eoisode baru lagi deh haha.

    BalasHapus
  13. Drakor memang bikin ketagihan. Meskipun genrenya seperti monster2 gini, tapi selalu sukses membuat kita rela menghabiskan waktu untuk menontonya. Hanya saja, buat saya yang tidak sempat nonton film (lantaran ada bayi dan harus ngeblog), kayaknya ini cukup jadi referensi aja dulu... Sayang bgt sih, hiks

    BalasHapus
  14. Wah aku juga dapat rekomendasi dari anakku nih, katanya baik webtoon maupun versi drakornya oke banget. Di tambah review di sini jadi lebih pengen nonton nih.

    BalasHapus
  15. Brrarti aku ga cocok nihh kayaknyaa nonton sweethome. Darah2nya itu lohh..
    Tapi penasaran pengen nonton.. 1,2milliar gitu lohh masa iya ketinggalan keretaaa

    BalasHapus
  16. berapa episode ini mbak? aku nonton trailernya udah ciut duluan, cuma mmg lihat banyak di eksplore bahas pemainnya. pantesan kaya pernah liat perempupanya ternyata main sama geumjandi di bbf ya hihi

    BalasHapus
  17. Waaaaah bagus. Jujur ya mba, saya gak punya ekspektasi tinggi kalo Korea bikin series macam begini. Soal film-film bergenre begini bagi saya tetap Jepang yg the best. Hehehe. Tapi setelah baca review-nya Mba Arai, malah jadi penasaran.

    BalasHapus
  18. Rame ya kakyaknya ini, jadi penasaran tapi gak berani nonton sendiri. Masih betah sama yang genre romance komedi. Nonton film gini sih bikin deg deg an gimana gitu, jadi kalaupun nanti nonton minta ditemenin aja sama suami. Hahaha

    BalasHapus
  19. Aku juga suka banget kak sama drakor ini. Emang banyak cerita yang ga sama sih sama webtoonnya. Sama kayak novel yang difilmkan pasti ada perbedaannya karena kan emang itu dua media yang berbeda. Kalo mau sama plek mungkin jadinya nggak sebagus ini. Kalo di filmnya emang kayaknya lebih fokus ke manusianya sedangkan kalo di webtoon lebih fokus ke cerita monsternya ya kak. Karena diceritakan kenapa mereka bisa jadi monster seperti itu ya kak.

    BalasHapus
  20. Ka, kalau kita pingin langganan Netflix kan harus pakai cc ya? Nah, ada pilihan lain ga terutama buat yg ga punya cc. Kalau beli langganan kayak yg di olshop gitu2, recomended ga ya sebenarnya? Aku penasaran sama drama2 Netflix, apalagi setelah kamu ulas 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus pake cc, atau gak bayar pake Jenius bisa kok. Kalai gamau ribet, ya beli aja yg sharing account, banyak d medsos. Tapi pastikan beli yg terpercaya ya kak, jangan sampe kena tipu hehe.

      Serial di Netflix emang bagus2 haha, Hollywood, Jepang, Korea mwkwk bikin candu

      Hapus
  21. banyak banget yaa film yang diadaptasi dari webtoon, memang kayaknya seru sih ceritanya.. ngga heran keliatanya banyak yang suka

    BalasHapus
  22. Jadi sweet home ini adaptasi dari komik di webtoon ya.
    Dalam setiap diri manusia ada monster, iya juga ya. Hasrat terpendam yang jika meledak bisa saja berakibat buruk, namun bisa juga memunculkan kekuatan untuk melakukan yang terbaik

    BalasHapus
  23. Tumben nih cerita Korea tapi pakai zombie. Ternyata ambil dari komik. Penasaran pengen nonton cuma waktu saya belum ada. BTW reviewnya lengkap.

    BalasHapus
  24. Review-nya keren dan detail banget kak, jadi penasaran dan pengen nonton film Sweet Home 2020 ini, padahal aku aslinya gak suka nonton film tapi jadi tertarik :D

    BalasHapus
  25. Hmm...hmm..angkat topi nih dengan review mbak Arai. Lengkap. Btw. Aku sebenarnya gak terlalu suka dengan Drakor. Lebih tepatnya takut kecanduan. Hehe... Tapi pasti banyak juga hal positif ya dari film. Dan aku baca dari review ini Drakor nggak melulu tentang cinta, selingkuh , dsj Wkwkwk. Biaya produksinya gede banget ya. Ampe 3,8 miliar per episode. Top dahhg

    BalasHapus
  26. Adekku bilang bagus banget filmnya. Trus abis baca ulasannya di sini jadi makin yakin bagus. Tapi aku belum siap nontonnya karena visualnya kayanya bakal bikin aku ga tidur. Ahahaha. Nguatin mental dulu nih.

    BalasHapus
  27. Ya ampiuun monster buta ama monster lidah mengerikan baangeett... is isssh...
    Btw, sepakat banget dg Cha Hyun Soo bilang, bahwa gelap gulita bisa lenyap meski di cahaya redup sekalipun.

    BalasHapus
  28. Ngeri juga ya sineas Korea kalo bikin film, bahkan meski itu film serial. Pantas saja gema Drakor kemana-mana. Coba ngintip deh nanti malem seseram apa Sweeet Home ini.

    BalasHapus
  29. kayaknya alur ceritanya asik ini mb, jadi pengen nonton hi. Btw, monster2nya kok ada yg mirip zombie di film peninsula?

    BalasHapus
  30. sebenernya kurang suka sama yang adegan monster gitu, kayak gak real gitu, baca ulasan di twitter juga banyak yang kayaknya kurang puas sama hasil akhirnya. ternyata setelah coba nonton satu episode eh ketagihan! bahkan suami aja yang aku pikir gak akan suka sama filmnya ternyata dia juga suka. jadi penasaran nih sama kelanjutannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, karena serial ini open ending. Berpeluang ke season dua. Sementara kisah di webtoon-nya sudah happy ending. Sepertinya banyak yang kecewa karena itu

      Hapus
  31. Btw ini monsternya bergerak cepat kaya habis minum minuman energy kah? Aku liat film Peninsula, Zombienya ampyunnnn mak ... bisa menang lomba marathon. Beda banget sama zombie western.

    Aku ngga suka sama drakor, tapi kalau ini film monster - monsteran, I‘m in beybeh ...

    BalasHapus
  32. Kebayang gimana serunya mbak arai nonton, sebab dari tulisan ini aja udah dapat feelnya.

    Tapi monmaaf mbak. Saya sepertinya tetap mencintai bolly. Blm minat ngedrakor. 🤭

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email