Pengalaman 12 Kali Steril Kucing Dalam Setahun

46 komentar

 

Event steril kucing gratis massal di BPTP Jatim
Event steril kucing gratis massal di BPTP Jatim


Ih, merampas hak hidup kucing!

Dasar nggak berperikehewanan. Kucing kan juga pengen punya keturunan kayak manusia!

Emangnya kamu mau nggak bisa punya anak kayak kucing? Nggak punya hati!

Kasihan tau kucingnya, jadi nggak bisa ena-ena

Yaa...hal-hal seperti gini emang sering banget saya dapetin kalau ngomongin soal steril kucing. Udah khatam lah ya istilahnya. Dihujat pernah, dihina pernah, tapi laksana batu karang di lautan yang begitu kokoh tidak bergeming (ciye...), saya mah tetap seorang pro-steril yang demen banget berburu biji kucing jantan.

Pengenalan saya dengan steril kucing ini terjadi pada tahun 2019, baru banget. Semua bermula karena sudah nggak tahan dengan tingkah si Gembul sama Siput yang demen banget spraying di rumah. Puncaknya, saya kudu ganti keyboard laptop dan layar PC karena jadi korban spraying. Selain suka nyemprot sana-sini menandakan area kekuasaan, Gembul dan Siput doyan banget berantem di dalam rumah sambil teriak-teriak panggil betina sepanjang hari.

Asli, itu bikin emosi banget.

Belum lagi Ibu saya tiap saat kudu membersihkan sisa spraying di sepanjang tempat, membuat saya dihadapkan pada pilihan sulit, membiarkan Gembul dan Siput keluar rumah mencari betina, atau tetap keep indoor. Saya jelas pilih opsi kedua karena sejak kembali memelihara kucing setelah 15 tahun absen, saya nggak rela Gembul dan Siput keluar. 

Nanti kalau dilempar batu sama orang, gimana?

Nanti kalau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu, gimana?

Nanti kalau ketabrak mobil, gimana?

Ribet kan hidup saya? Masalah kucing aja dipikirin, apalagi kamu, mas

Di waktu itulah, tahun 2019 akhirnya saya kenal sama yang namanya steril kucing.

Baca juga:  Air Terjun Watu Ondo, Si Kembar Cantik di Kaki Gunung Welirang

Apa Sih Steril Kucing itu?

Waktu saya bilang ke Ibu bakal bawa Gembul dan Siput untuk steril, Ibu sempat nolak. Ibu bahkan mengajukan pertanyaan yang sering ditanyakan banyak orang yaitu 'nanti kucingnya masih bisa kencing nggak? Disunat gitu?'

Saya nggak nyalahin Ibu saya, karena memang ada banyak sekali kekeliruan soal steril kucing ini. Banyak orang beranggapan bahwa ketika kita steril kucing, maka itu sama dengan melakukan tindakan sunat pada manusia, atau mungkin kebiri yang identik dengan penghilangan organ kelamin.

Padahal mah salah.

Menurut drh Tika Lina Putri di website resmi Proplan, steril kucing adalah sebuah prosedur operasi untuk mengangkat organ reproduksi pada kucing agar mereka tidak bisa berkembang biak lagi. Pada kucing jantan, disebut dengan kastrasi/neuter/orchiectomy. Sementara pada kucing betina, disebut ovariohysterectomy (OH)/spay.

Saat proses neuter, testis kucing bakal diangkat sementara dalam spay, ovarium dan uterus pada rahim kucing betina yang diambil. Ketika organ-organ reproduksi itu diangkat melalui prosedur operasi, kucing akan kehilangan keinginan untuk kawin sekaligus kemampuan berkembang biak. Hasilnya, nggak akan ada lagi kitten-kitten malang yang dibuang manusia karena melahirkan-melahirkan terus.

Dari penjelasan itu, paham kan maksud dari steril kucing? Nggak akan ada tindakan penyiksaan karena kucing dibius selama proses steril. Kucing masih akan bisa pipis secara normal karena tidak ada tindakan melukai organ kelamin. Beberapa kucing (kebanyakan yang liar), masih memiliki sedikit keinginan untuk kawin.

Menurut dokter hewan langganan saya, kucing jantan bahkan masih bisa membuahi betina dalam waktu 3-4 minggu setelah steril. Kucing jantan juga masih mempunyai keinginan kawin hingga enam bulan setelah steril. Namun untuk kucing betina yang melakukan prosedur steril dengan tepat (angkat ovarium dan uterus), langsung tidak akan bisa hamil sama sekali setelah steril.

Kecanduan, Setahun Sampai Sepuluh Kali Steril Kucing

Gembul - Bagong - Siput
Gembul - Bagong - Siput

Adalah komunitas Stray Cat Defender (SCD) yang mengenalkan saya dengan kegiatan steril kucing ini. Komunitas ini memang bertujuan untuk menyelamatkan kucing-kucing Malang sambil memberikan edukasi pro-steril. Dibantu oleh mbak Thasya, saya diarahkan untuk melakukan prosedur steril SCD ini.

Bisa dibilang saya sangat beruntung kenal dengan SCD ini. Hampir setiap bulan, SCD yang mengajak kerjasama Inaland Petcare ini menggelar event steril kucing. Dimulai pada bulan Juli 2019, saya langsung steril Gembul dan Siput. Sebulan kemudian, giliran kucing gondrong yang saya temuin di dekat kandang sapi disteril yakni Bagong. Tapi Bagong waktu itu ikut acara steril di komunitas HAL (Hopeless Animal Lovers).

Nggak sampai dua bulan setelah disteril, Gembul dan Siput langsung berhenti spraying. Berhenti berantem dan teriak-teriak cari betina. Seneng dong? Pastinya! Padahal awalnya sempet was-was karena Gembul dan Siput disteril dalam usia nggak muda. Gembul waktu itu udah 3,5 tahun sementara Siput sekitar 2,5 tahun. Kalau Bagong emang masih muda banget, dia lima bulan tubuh udah segede gaban, bobot 4 kilo, langsung steril hahahaha.

Ibel setelah disteril
Ibel pakai collar setelah steril dengan perut bedah samping

Dampak positif dari steril Gembul, Siput dan Bagong akhirnya bikin saya kecanduan. Saya memilih SCD sebagai penggelar event steril karena mereka itu profesional banget. Tim dokter Inaland Petcare yang menangani steril kucing bener-bener melakukan prosedur dengan sangat rapi. Saya nggak perlu balik ke klinik atau ngasih obat ke kucing.

Dari situlah saya akhirnya mulai steril kucing-kucing liar di sekitar rumah. Dimulai dengan Mamat, Tupai, Omen, Hazel (kucing tante saya), Michi, Lala dan Ibel. Semua terjadi dalam waktu setahun sejak Oktober 2019 - Agustus 2020.

Tupai adalah kucing betina pertama yang saya ajak steril di event SCD. Sempet was-was karena kalau bicara steril kucing betina itu ribeet banget. Tapi eh emang tim dokter Inaland Petcare ini jagoan banget. Bukannya pake bedah perut, kucing betina yang disteril di Inaland Petcare pakai prosedur bedah samping. Luka sayatan kecil banget, anti ribet-ribet club. Cuma butuh waktu seminggu sampai akhirnya luka bekas operasi sudah tertutup sempurna. Nggak perlu obat dan si kucing betina langsung main 1-2 hari setelah operasi.

Baca juga: Makna Lagu 'Donna Donna': Tak Cuma Anak Sapi dan Burung, Tapi Takdir Tuhan

Pengalaman Pertama Ikut Steril Kucing Gratis

Antrian kucing yang mau disteril
Antrian kucing yang mau disteril di BPTP Jatim

Sekitar minggu ketiga bulan September 2020, saya dapet info kalau bakal ada event steril dan vaksin rabies gratis yang digelar BPTP Balitbangtan Jawa Timur dalam rangka Hari Tani Nasional 2020 dan Hari Rabies Sedunia. Karena di garasi rumah menyisakan kitten yang masih belum lima bulan, saya akhirnya memutuskan untuk ikut event itu dengan mendaftarkan dua ekor kucing liar di teras, Willy dan Rere.

Kebetulan Willy dan Rere ini kucing jantan, jadi saya merasa nggak perlu seribet betina untuk cek bekas jahitan operasi. Lagipula kalau steril betina, saya masih belum menemukan keyakinan pada dokter hewan lain (sudah enam kucing betina saya steril dengan bedah samping oleh tim dokter Inaland Petcare).

Bisa dibilang ini adalah steril kucing gratis pertama yang saya ikutkan dan dalam konsep massal. Ada sekitar 100 ekor kucing yang disteril pada hari Senin, 28 September 2020 kemarin. Saya termasuk yang beruntung dapat slot steril gratis langsung dua ekor (pakai email saya dan email Ibu, hahaha).

Hal-Hal yang Dipersiapkan Sebelum Steril Kucing

Willy diperiksa vet sebelum steril
Willy diperiksa vet sebelum steril

Pengalaman 10 kali steril kucing kayaknya udah lebih dari cukup sebagai modal ikutan steril gratis massal. Tapi buat temen-temen yang mau steril kucing, ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Pastikan kucing dalam kondisi sehat ya. Tidak diare, tidak pilek, tidak demam/flu dan telinga tidak kotor
  2. Kalau kucing yang disteril ini kucing indoor, usahakan ngasih obat cacing atau vaksin jika perlu. Supaya benar-benar sehat karena kan pas steril massal bakal ketemu banyak kucing. Tapi karena Willy dan Rere adalah kucing liar depan rumah, saya cuma memastikan kalau mereka tidak diare, makan minum lancar dan buang air normal
  3. Kucing setidaknya puasa dulu sekitar 6-8 jam sebelum operasi. Puasa makan aja ya, kalau minum biarkan saja
  4. Bawa wadah entah keranjang atau kandang yang aman dan bisa dibuat rebahan kucing, karena setelah steril nanti kucing bakal dalam pengaruh obat bius

Karena Rere dapat jadwal steril jam 08.00-10.00 sementara Willy pukul 10.00-12.00, saya memang bawa Rere dulu ke lokasi steril. Beruntung kantor BPTP Jatim ini cuma lima menit dari rumah, jadi bisa bolak-balik heheheh.

Pas di lokasi, kucing langsung diperiksa oleh tim dokter seperti pengecekan suhu, kondisi mata dan denyut nadi. Rere dan Willy semua lolos pemeriksaan dan berhasil steril. Rere disteril dalam usia sembilan bulan, sementara Willy sudah dua tahun. Mereka berdua cuma pingsan sekitar 1-2 jam dan kemudian saya bawa pulang.

Perawatan Pasca Steril Kucing

 

Kondisi kucing setelah steril, belum sadar
Kondisi kucing setelah steril, belum sadar
 

Kucing yang udah disteril baik jantan atau betina, pasti keluar dari lokasi dalam pengaruh obat bius. Cuma bisa rebahan, dan nggak punya keinginan untuk makan. Nah, gimana perawatan pasca steril? Ini saya jelasin berdasarkan pengalaman ya:

  1. Usahakan kucing yang udah disteril langsung dimasukkan ke dalam kandang. Biasanya mereka nggak akan bisa berdiri dan beraktivitas selama 3-5 jam
  2. Kucing akan muntah (beberapa kucing saya ada yang enggak) dan buang air kecil dalam kondisi rebahan, jadi lebih baik nggak usah kasih makan/minum dulu saat di kandang
  3. Kucing akan mulai makan dan minum sekitar 6-8 jam setelah steril. Kasih aja pakan basah yang beraroma menyengat. Kalau kucing sampe 10 jam nggak mau makan/minum, kamu harus paksa makan/minum daripada kucing sakit. Jika perlu, konsultasi ke dokter hewan
  4. Saya biasanya mengandangkan kucing semalam setelah steril supaya dia bisa pulih total. Baru kemudian keesokan harinya sudah dilepas. Kalau jantan udah bisa lari-lari, kalau betina biasanya masih sedikit sempoyongan karena prosedur operasi steril betina lebih ribet. Kecuali kalau kucing indoor, beberapa jam setelah steril langsung jalan-jalan di dalam rumah meskipun masih jatuh-jatuh mulu
  5. Selalu amati bekas jahitan operasi kucing, jika perlu pasang collar di kepala kucing agar nggak dijilat. Beberapa kucing betina saya biasanya nakal dan narik-narik benang jahitan. Tupai, Hazel, Lala dan Ibel kayak gini sampe bekas jahitannya sedikit bermasalah. Saya kasih bioplacenton, kepala di-collar beberapa hari, sembuh deh nggak perlu balik klinik atau dijahit lagi
  6. Maksimal seminggu, bekas jahitan biasanya sudah mengecil dan cuma berbentuk sayatan. Bulu kemudian tumbuh kembali
  7. Selama proses penyembuhan steril, saya biasanya ngasih vitamin tambahan ke kucing supaya nafsu makan mereka tetap terkontrol. Nafsu makan normal = kucing cepat sembuh

Baca juga: 8 Drama Korea Tentang Kesehatan Mental yang Wajib Kamu Tonton

Steril Kucing YES, Suntik/Pil KB NO!

Kalau ditotal, udah ada 12 ekor kucing yang saya bawa steril. Agak gila sih kalau ingat-ingat udah banyak juga. Sebagai pecinta kucing yang nggak terlalu telaten merawat kitten, saya bisa bilang kalau steril kucing ini adalah hal wajib bagi kalian yang suka kucing. Kita harus bisa mengontrol populasi kucing, karena gimanapun juga nggak semua orang di sekitar kita suka kucing.

Banyak nasib kucing yang terpaksa dibuang karena melahirkan terus. Induk dan anak-anaknya yang masih bayi dipaksa pisah karena kelakuan manusia. Supaya nggak ada lagi kucing yang terlantar, cari makanan di sampah dan ditendang, saya rasa steril kucing adalah satu-satunya solusi terbaik. Manusia bahagia, kucing pun hidupnya lebih sejahtera.

Kucing yang disteril memang akan kehilangan nafsu untuk kawin. Mereka cenderung lebih tenang, suka makan dan dampaknya gemuk. Tapi yang lebih besar lagi dari dampak steril kucing adalah si kucing sehat karena mereka hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Jadi meskipun kita nggak punya dana untuk vaksin kucing-kucing liar, melalui steril mereka akan lebih sehat karena mereka jadi doyan makan dan nggak birahi.

Tapi kan ada suntik KB atau ngasih pil KB, jauh lebih murah daripada steril!

Kalau kalian bilang ini di depan saya, saya jamin bakal langsung saya getok kepalanya.

Suntik dan pil KB sangat tidak dianjurkan untuk kucing. Dalam jangka panjang, kucing yang diberi KB akan mengalami pyometra alias infeksi rahim yang akhirnya menyebabkan kematian. Kalau emang dokter hewan itu berkualitas, dia pasti nggak bakal menganjurkan KB. Saya pernah sekali mau suntik KB untuk kucing liar depan rumah namanya Neneng, tapi dia berhasil kabur di tempat rumah orang yang ngasih suntik KB. Setelah saya tahu, orang pemberi suntik KB itu bukanlah tenaga medis, jadi nyesel bawa Neneng ke sana karena saya akhirnya kehilangan Neneng.

Jadi, nggak usah deh aneh-aneh. Satu-satunya cara terbaik untuk mengendalikan populasi kucing dan membuat kucing sejahtera itu ya hanya steril kucing! Jadi buat temen-temen, supaya kucing nggak kaburan, ilang, kurus, lebih baik segera steril ya. Ada banyak kok kegiatan steril kucing di seluruh Indonesia, bahkan beberapa Puskeswan menyediakan steril gratis (dengan syarat khusus).

Yuk, kita steril kucing!

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

46 komentar

  1. Pro dan kontra dikalangan para pemilik kucing nih.Mereka tak tau permasalah yg sebenarnya kucing itu suka kawin dan anaknya dimana-mana kan jadi kasihan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget koh. Banyak yg kasihan, nolak steril, tapi disuruh melihara, ngasih makan gamau. Ada kucing kecil dibuang, kan repot ini manusya

      Hapus
    2. Iya mbak terkadang mereka enggak mau repotnya.

      Hapus
    3. Punya banyak anak dimana2. Kaya orang tua tidak bertanggung jawab yaa hahaha

      Hapus
  2. Kasian tetep. Tapi emang pro kontra sih ya. Tetep ga tegaaa ih. Kan emang fitrahnya kawin mulu hahahag

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwmwkw, serba salah emang ya. Kak Lintang emang tipe nggak enakan banget. Sungkan ke manusia juga sungkan ke kucing hehe

      Hapus
    2. Dipakaikan pampers aja sudah.

      Hapus
  3. Eh, baru tau aku loh. Di rumah ada nih kucing betina liar, jadi entah udah berapa kali dia itu hamil, dan nggak pernah tau anak-anaknya ada dimana. Duh, intinya kasihan memang, huhu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak. Saya pun akhirnya steril kucing di deket area rumah ya karena itu, kasihan. Anaknya ilang entah dibuang atau mati. Eh beberapa bulan hamil lagi, kan mls haha

      Hapus
  4. Halo Kak Arai, dilema juga ya. Kasihan lihat kucing2 yang telantar dan ditendang. Namun, kujuga tak sanggup melihat nuture birahi mereka diangkat gt. Kalau alasannya kucing indoor alias piaran msh masuk logikaku. Kalau kucing liar yg ga dipiara kasian jg penyembuhan stlh luka steril ya?gk ada yg jaga.

    Nah yang menarik aku jadi penasaran kalau pandangan islamnya gmn ya? Diperbolehkan atau diperbolehkan bersyarat atau speetti apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak,

      Kalau untuk kucing liar, asal dpt tim dokter bagus, luka steril gausah diamati gpp. Setengah dr kucing yg saya steril ini semua stray cat, tanpa perawatan. Yang jantan bahkan malamnya udah bisa jalan2, kalau yang betina asalkan plester kuat sampe 2-3 hari, aman.

      Kalau untuk Islam, memang menuai pro-kontra dan dikembalikan kepada prinsip masing2. Saya pernah baca, asalkan tidak menyiksa hidup kucing baik saat dan sesudah steril gpp, ya sudah saya yakini yang itu hehe, semua hak prerogatif Allah SWT

      Hapus
  5. jadi banyak tau dari baca ini. Dannn baru tau juga soal pil KB buat kucing ini.
    Btw kucingnya banyakkkk banget, udah gitu lucu lucu pulaaa.
    Eh, setelah steril, da pengaruh ke nafsu makan ngga, ketika birahinya hilang?
    Atau ada perubahan tingkah laku misalnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betulnya itu yang dipake pil /suntik KB untuk manusia kak, makanya bahaya banget.

      hahaha, kucing saya benernya ya cuma tiga ekor itu, yang lain lari2 di sekitar rumah cuma doyan palakin makan dan numpang keluar masuk. Kalau masih kitten saya bawa masuk, agak gede bakal oper adopt.

      Setelah steril pasti berubah perilaku kak. Karena hormon pemicu kawin nggak ada, mostly jadi berhenti birahi. Lebih suka makan, malas2 dan tidur. Akhirnya banyak yang sampe obesitas haha, karena itu dikasih pakan khusus biar tidak kegemukan dan tetap sehat

      Hapus
    2. iya emang pil KB buat manuysia suka ada yang ngasih ke kucing, dia kira sama kali ya. padahal bahay abuat kucing. bukan cuman pil kb sih, obat b uta manusia juga sebetulnya bahaya buat kucing. bis angancam nyawa juga. makanya kenapa klo sakitnya parah mending langsung bawa ke dokter hewan aja

      Hapus
  6. Bener banget nih harusnya nggak papa ya kucingnya di steril daripada keliaran di luar trus nggak tahu jalan pulang. Rasanya sakit, aku semingguan kesana-sini cari cat ku hilang tapi nggak ketemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, kalau saya pribadi sih steril itu keharusan. Kita nggak mungkin maksa orang lain wajib suka, memaklumi mereka pas birahi, ngasih makan dan memelihara kucing, kan? Karena itu lebih baik kontrol populasi. Kucing sejahtera, manusia bahagia.

      Hapus
  7. Waw juga ya setaun mensterilkan selusin kucing wkwkkwk. Tapi emang sering nyebelin sih kalo ada kucing berantem atau terek-tereak dk atas genteng.. palagi malem-malem. Huff auto pengen maraah. Kalo disterilkan gini mahal gak Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya saya juga nggak sadar kalau udah sebanyak itu. Bener, pas kucing saya teriak2 itu sampe sebel sendiri, apalagi orang lain yang nggak ikutan melihara yekan? Pasti ikut terganggu.

      Steril kucing tergantung dokter dan domisili kak. Kalau di Jakarta, ada Puskeswan yang ngasih steril gratis, di beberapa daerah juga ada program steril subsidi sehingga lebih murah daripada harga normal. Kalau harga normal steril biasanya 200-400rb (jantan) dan 300-700rb (betina)

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Mot setahun 10x sterilin kucing itu kucingnyaa sengaja nyari yaa wkwkwkwkww

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka tidak tahu kalau setelah tak kasih makan, akan kehilangan sesuatu berharga pada dirinya (evil laugh)

      Hapus
  10. Ih info baru nih. Ternyata ga cuma manusia ya yang bisa steril. Kucing juga bisaa. Hewan lainnya bisa jg ga mba arai?

    Aku termasuk yg nggak suka kucing sih gatau kenapa liat bulu2nya udah males duluan, eh anakku kok malah berani nyentuh kucing segala.

    Iya itu kucingnya jadi ginuk2 banget, ternyata efeknya nafsu birahi rendah tp nafsu makan tinggi yaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu aku sih yang bisa itu anjing dan kucing, kak. Soalnya kan dua hewan ini termasuk hewan peliharaan dan demen kawin. Tapi selama binatang punya organ reproduksi, kyaknya steril bisa mkwkwkw.

      Iya kak Ghin, kebanyakan kucing yg udah steril memang doyan makan haha. Ini kucingku (terutama Gembul) lagi diet, bobotnya sampe 7kiloan ampun

      Hapus
  11. ya Allah kucingnya nggemesin, emang gembul ya. Itu si Bagong, gendut. Bagi pecinta kucing ternyata banyak hal yang harus diperhatikan. tidak hanya sekedar memberi tempat berteduh dan makan saja. Edukasi dia biar pipis ditempatnya dan yang lainnya. Salut saya. Belum lagi mikirin mau disteril apa nggak nya ya. Pasti perawatannya juga butuh waktu, tidak asal lalu.

    BalasHapus
  12. Ini salah satu usaha mengendalikan populasi kucing liar. Saya pro steril kucing. Eh ngomong-ngomong berapa biaya untuk satu kali steril kucing mba? Kalo sampai 12x setahun mah lumayan yaaa. Semoga lancar rezekinya Mba Arai.

    BalasHapus
  13. sebagai pecinta kucing emang harus punya tanggung jawab terhadap populasi ya. banyak anak bukan banyak rezeki kalo buat kucing. kasian mereka harus bertahan hidup dengan sedikit ketersediaan makanan. makanya kenapa saya gak melihara kucing betina, hehe. tapi kalo berjodoh dengan betina, ya gpp. ikut program steril gratis aja ya. secara gitu kan mahil, haha

    BalasHapus
  14. Dapat insight baru tentang cara mengatasi populasi kucing. Kalau aku sih gak suka kucing, geli malah. Tapi melakukan kekerasan kepadanya tidak pernah. Saya malah yang kabur hahah. Di rumah, ibukku suka melihara yang jantan tapi cuma satu.

    BalasHapus
  15. Aku baca sampai habis terus inget kucing aku gummy yg aku kasih ke org karena waktu itu benar2 gak sempat ngurusnya sdg skripsian dan dipondok. Kak arai telaten sekali 15 kucing 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kucing asli sih cuma tiga ekor kak. Yang lain ini cuma kucing yang doyan numpang makan depan rumah, numpang kawin, numpang berantem hahaa. Akhirnya steril aja deh daripada semakin banyak, mereka jadi hepi main di luar. Cuma dateng pas laper doang

      Hapus

  16. padahal saya nggak melihara kucing, tapi saya baca artikel ini sampai habis karena pengen tahu juga tentang steril kucing, plus lihat foto-foto kucing yang menggemaskan. Ternyata begitu ya fungsi dan proses steril kucing. Menurut saya sih nggak apa-apa selama itu demi kebaikan kucingnya sendiri dan babunya eh majikannya tetap merawat dengan penuh kasih sayang. Salam buat bagong ya kak.

    BalasHapus
  17. Wah kucingnya unyu-unyu ya kak. Gak pa pa sih menurutku, daripada banyak dan tidak terurus ya. Dan aku pernah juga lihat orang suntik kucingnya pakai suntikan KB manusia. hahaha. dan kayaknya berhasil sih kucingnya tidak beranak. Tapi menghawatirkan ya, disuntik sendiri takut kenapa napa.

    BalasHapus
  18. Menarik nih. Selama ini saya tahu ya steril gitu aja, tapi nggak paham detilnya seperti apa. Ternyata begitu, ya? Ribet sedikit di awal tapi nanti enak meliharanya. Ada usia minimal nggak sih kalau mau disteril, kalau masih muda kan kasihan juga

    BalasHapus
  19. Mbak Arai saking sayangnya kucing liar depan rumah pun dikasih nama ya kayak si Neneng. Wah sy info ke adik deh yg juga syukaaa sama kucing. Anak sy juga suka tp sy blom ngasih dia izin piara meong hehe

    BalasHapus
  20. Gembul beneran gembul deh, ya ampun cakep-cakep dinamain bagong mba hahaha. Itu siput mirip kucingku yang sudah tiada hiks. Makasih tuk pengetahuan detail soal sterilnya ya :) Iya sih daripada banyak kitten terlantar mending disteril aja

    BalasHapus
  21. Kalau udah suka dan hobi pasti tetep seneng walau habis uang lumayan banyak ya buat sterilisasi kucing :)
    Semoga jadi amal jariyah ya

    BalasHapus
  22. Kucing tiap pagi mampir ke rumah. Awalnya beranak, eh sekarang bercucu. Coba disteril juga ya kayak yang mbak lakukan. Kasihan ibu kucingnya sudah tua nampaknya.

    BalasHapus
  23. Wah bisa di kolaborasi kan sama kucing ya kak pil KB nya, tapi kalo nggak gitu kasihan induk kucingnya, beranak terus. Sampe anak cucu, kasian hamil tua kucing nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak. Kalau saya sih anti banget pake pil KB. Saya juga tidak menyarankan dan memang dilarang oleh dokter hewan. Pemberian pil KB bisa membahayakan nyawa si induk dlm jangka panjang, seperti infeksi rahim. Jadi jangan pernah kepikiran pakai pil KB yah kak

      Hapus
  24. Pecinta kucing wajib baca postingan mbak Arai nih. lengkap banget soal steril kucing. saya mah gak berani megang kucing.bukanya gak suka ya. geli aja. suami malah takut kucing karena trauma masa kecil dicakar kucing. wkwkwk... semoga kucing kucing bisa pada disterilkan ya. biar gak beranak beranak mulu. kasihan anaknya. kebanyakan ditinggalin dan jumlahnya itu loh.buanyak.geli...

    BalasHapus
  25. Wah, baru tahu nih kucing bisa di steril juga. Populasi kucing liar yg ga terkendali memang menyebalkan, mbak. Mereka jadi suka nyuri makanan. Untungnya di sekitar tempat tinggalku sekarang ga banyak kucing liar. Tapi justru banyak anjing liar. Btw, anjing bisa disteril juga gak, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kak, saya malah tahunya anjing dan kucing yang bisa disteril. Temen-temen saya juga banyak pecinta anjing yang sering barengan kalau steril ke klinik

      Hapus
  26. Mbak Arai, ceritanya menarik sekali. Dan saya penasaran, gimana cara Mbak nangkapin kucing liar itu, terus siapa yang kasih mereka namaaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benernya sih mereka tetiba dateng ke rumah bang hahaha. Kebetulan cuma dikasih makan sekali dua kali langsung balik terus, tangkep deh waktu mereka lengah, masukin kandang, steril! Kalau yang kasih nama saya, apa yang kepikiran di otak bang. Kurang menjual ya namanya?

      Hapus
    2. Keren, kirain nama-nama kucing liar itu disepakati oleh warga sekomplek, haha

      Hapus
  27. Aku pernah punya kucing yang abis lahiran 2 bulan kemudian hamil lagi wkwk. Sampai mama pernah kepikiran buat steril. Tapi untuk banyak yang mau anaknya karena keturunan anggora. Tapi emang sayang sih pernah juga ada anak yang enggak mau diadopsi jadi dibuang huhu

    BalasHapus
  28. Bacanya seneng sekaligus kasihan. Nano-nano ya mbak rasanya bagi pecinta kucing. Tapi baik pro atau kontra itu semua balik lagi ke prinsipnya masing-masing pemilik. Sehat-sehat terus buat kucingnya ya mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email