Makna Lagu 'Donna Donna': Tak Cuma Anak Sapi dan Burung, Tapi Takdir Tuhan

28 komentar
makna lagu Donna Donna

 
Kalau disuruh memilih apakah film Indonesia favorit saya, maka sudah pasti GIE (2005) ada di posisi puncak. Bukan, bukan karena pemeran Soe Hok Gie adalah suami virtual saya Nicholas Saputra, tapi karena GIE memang bisa dibilang cukup komplit untuk film Indonesia. Termasuk salah satu lagu yang dipilih dalam film itu, Donna Donna.
 

Lagu Donna Donna dalam film GIE dinyanyikan oleh Ira (Sita Nursanti) dengan gitarnya dalam salah satu adegan syahdu, ketika para mahasiswa berkumpul di kampus waktu malam pentas seni. Saya masih ingat apa dialog yang diucapkan Gie ketika lagu itu terputar di layar,


"Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat, dimana kita tidak bisa menghindari diri lagi, maka terjunlah!"

Mungkin ketika pertama kali menonton film GIE saat masih remaja, saya hanya menyukai Donna Donna sebagai lagu mellow dengan sentuhan dark yang enak didengar. Namun ketika usia saya bertambah, terutama saat melewati quarter life crisis, saya jadi paham kalau Donna Donna lebih dari sekadar lagu yang merdu, tapi mempunyai makna sangat mendalam.

Baca juga: Berkunjung ke Istana Pagaruyung, Replika Sejarah Abadi Suku Minangkabau

'Donna Donna', Teriakan Pilu Bangsa Yahudi

Meskipun di Indonesia lagu Donna Donna dikenal berkat film GIE dan dinyanyikan oleh Sita, usia lagu ini justru lebih tua daripada negeri ini. Dari berbagai literatur, lagu yang sangat disukai Gie ini rupanya ditulis oleh Shalom Secunda, seorang komposer Amerika keturunan Yahudi-Ukraina dan Aaron Zeitlin, putra dari Hillel Zeitlin, seorang penulis dan sastrawan besar Yahudi.

Shalom dan Aaron menciptakan lagu yang mempunyai judul asli Dana Dana ini pada tahun 1941. Tidak seperti sekarang yang berbahasa Inggris, Donna Donna dalam versi aslinya ditulis menggunakan bahasa Yiddi (Yiddish). Sekadar informasi, Yiddi adalah bahasa kelas atas Jerman yang dituturkan oleh umat Yahudi Eropa Timur, alias kaum Ashkenazim.

Berikut adalah lirik asli lagu Dana Dana dengan sistem penulisan abjad Ibrani:

אויפן פירל ליגט דאָס קעלבל,
ליגט געבונדן מיט א שטריק,
הויך אין הימל פליט דאָס שװעלבל,
פרײט זיך, דרײט זיך הין און קריק.
לאכט דער װינט און קאָרן,
לאכט און לאכט און לאכט,
לאכט ער אָפּ א גאַנצן טאָג,
מיט אַ האלבער נאכט.
דאנא, דאנא, דאנא, דאנא,
דאנא, דאנא, דאנא, דאנא, דא,
דאנא, דאנא, דאנא, דאנא,
דאנא, דאנא, דאנא, דא.
שרײַט דאָס קעלבל, יאָגט דער פּויער,
װער־זשע הײסט דיך זײן א קאלב,
װאָלסט געקענט צו זײן אַ פויגל,
װאָלסט געקענט צו זײן א שװאַלב.
לאכט דער װינט און קאָרן ……
בידנע קעלבער טוט מען בינדן,
און מען שלעפּט זײ און מען שעכט,
װער עס האָט פליגל, פליט ארויפצו,
איז בײ קײנעם ניט קײן קנעכט.

Hampir satu dekade kemudian, Arthur Keeves dan Teddi Scwartz menerjemahkan Dana Dana ke dalam bahasa Inggris dan dikenal dengan judul Donna Donna. Popularitas lagu ini melonjak ketika Joan Baez menyanyikannya pada tahun 1960. Dibandingkan versi Sita yang sangat mellow, Joan menyanyikan Donna Donna dengan irama yang lebih cepat khas vintage.


Berikut adalah versi bahasa Inggris untuk lagu Donna Donna: 

On a wagon bound for market
There’s a calf with a mournful eye.
High above him there’s a swallow
Winging swiftly through the sky.
How the winds are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summer’s night.
Dona, dona, dona, dona,
dona, dona, dona, do,
dona, dona, dona, dona,
dona, dona, dona, do.
“Stop complaining,” said the farmer,
“Who told you a calf to be?
Why don’t you have wings to fly with
Like the swallow so proud and free?”
How the winds are laughing …
Calves are easily bound and slaughtered
Never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
Like the swallow has learned to fly.

Saat pertama mendengarnya, saya pikir lirik Donna Donna itu adalah nama perempuan. Namun jika didengarkan dengan seksama, Donna Donna itu tak ubahnya seperti sebuah panggilan dan ratapan berulang. Yang cukup menarik, Donna Donna atau Dana Dana juga terdengar sama dengan Adonai, sebuah kata sekaligus nama lain untuk Tuhan dalam bahasa Ibrani yang bermakna Tuan atau Tuanku atau Allah yang Perkasa.

Jika dilihat dari tahun pembuatannya dan dua komposer Yahudi yang terlibat, saya akhirnya paham kenapa Donna Donna menjadi sebuah folksong bagi kaum Yahudi. Donna Donna menggambarkan kepiluan dan penderitaan Yahudi di tahun 1940-an. Seperti yang sudah kamu tahu, saat itu bangsa Yahudi menjadi incaran rezim NAZI pimpinan Adolf Hitler.

Dalam tragedi mengerikan sepanjang sejarah peradaban manusia bernama Holocaust itu, jutaan warga Yahudi diseret ke kamp-kamp konsentrasi untuk dibunuh secara keji, bak seekor anak sapi yang siap dibantai. Tak heran kalau lirik-lirik dalam Donna Donna menggambarkan seekor anak sapi (dos klbl/the calf).

Baca juga: 8 Drama Korea Tentang Kesehatan Mental yang Wajib Kamu Tonton

Shalom dan Aaron tampaknya ingin memberitahu dunia betapa perihnya hidup kaum mereka kala itu. Tidak memiliki pilihan karena terlahir sebagai Yahudi, sehingga harus berakhir dengan pembantaian kejam, tanpa tahu apa dosa mereka. Hingga akhirnya dalam keputus asaan itu, mereka cuma bisa meratapi nasib dan merapalkan bantuan kepada Sang Adonai.

'Donna Donna', Belajar Jadi Manusia yang Bisa Terbang

Meskipun merupakan lagu yang sangat identik dengan kisah pilu bangsa Yahudi, Donna Donna justru bisa menjadi lagu yang sangat related dengan kehidupan masyakat saat ini.

Jika kamu membaca lirik Donna Donna secara utuh, kamu tentu sadar kalau lagu ini berisikan dialog sentimental antara seorang petani/peternak dan seekor anak sapi yang hendak dibawa ke pasar. Si anak sapi begitu sedih dan meratapi nasibnya yang akan mati sesaat lagi di pasar. Tak ada yang peduli padanya, bahkan angin pun seolah menertawakan nasibnya.

Dalam kepedihannya, si anak sapi melihat seekor burung walet yang terbang bebas di atasnya. Melihat burung walet yang terbang bebas, si anak sapi cuma bisa menatap dengan air mata penuh kepedihan dan terus mengeluhkan nasib buruknya. Bukannya mendengarkan, si petani justru menyuruh si anak sapi untuk berhenti mengeluh dan berkata, 'Siapa suruh kau jadi anak sapi? Kenapa kau tak punya sayap dan terbang seperti burung walet?'

Namun lagi-lagi ketika usia saya bertambah, saya sadar kalau dialog sentimental antara si anak sapi dan petani itu bukanlah sekadar kisah tanpa makna. Apa yang dialami anak sapi, seolah jadi analogi kehidupan manusia.

Tentu ada, orang-orang yang terlahir dan berada di lingkungan yang kurang menyenangkan, penuh tekanan hidup, dan akhirnya cuma bisa meratapi nasib 'menuju pembantaian'. Bersedih melihat orang-orang lain mampu 'terbang tinggi' dan akhirnya semakin terpuruk karena lingkungan tempatnya berada justru menertawakan nasibnya.

Berada dalam kondisi di titik terendah dan tak bisa melakukan apa-apa selain cuma meratapi nasib bukanlah sesuatu yang asing. Setiap manusia pasti memiliki cobaannya masing-masing, bukan? Ada yang bisa bangkit, tapi ada yang akhirnya cuma pasrah. Bukan karena tak berani, tapi karena memang merasa Tuhan sudah memberikan takdir seperti itu.

Seperti kata si petani, kenapa tak punya sayap dan terbang seperti walet? Benarkah demikian? Benarkan Tuhan memberikan takdir sekejam itu kepada manusia dan menjadikannya bak anak sapi yang tidak tahu apa-apa lalu dibantai? Tentu tidak!

Apalagi sebagai manusia yang terlahir dalam kondisi Muslim, saya menyadari kalau sejatinya manusia bisa mengubah nasib mereka seburuk apapun itu, sehingga Tuhan pun bergerak untuk mengubah takdir.

Baca juga: Air Terjun Watu Ondo, Si Kembar Cantik di Kaki Gunung Welirang


اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡ‌ؕ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra'd ayat 11)

Sama seperti lirik terakhir Donna Donna, 'But whoever treasures freedom,
like the swallow has learned to fly
', begitu pula yang diucapkan Gie dalam filmnya bahwa,

'Kalau kita ingin hidup bebas, kita harus belajar terbang'

Karena pada dasarnya setiap manusia, selemah apapun posisinya dan seterpuruk apapun lingkungannya, dia masih punya pilihan untuk mengubah nasibnya. Percayalah, Tuhan tahu, tapi menunggu.

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

28 komentar

  1. Aku belum nonton Gie dan belum mendengar lagu dona dona. tapi ulasan mbak Arai membuatku cukup kepo untuk mencari tahu. langsung masuk daftar list. eh jangan diketawain ya kalau aku lom nonton Gie. tapi cukup terkesan sama review kebanyakan orang ttg sosok Gie.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, santai kaak. Banyak kok yang belum nonton GIE dan denger Donna Donna, no probs. Saya jadi kepikiran ngulas lagu ini soalnya baru aja nonton di Netflix hehe.

      Gie yang asli jauh lebih keren pemikirannya kak, saya sampe pernah ngabisin waktu di puskot buat ngelarin Catatan Seorang Demonstran-nya Gie

      Hapus
    2. saya malah belum baca bukunya GIE, hehehe. kepincut duluan sama nicholas aputra, hadeeuuhh

      Hapus
  2. Wah, jadi kepengen searching lagu Donna Donna ini di Youtube. Aku belum pernah nonton GIE. Mungkin karena saat itu GIE kurang menarik bagi remaja sepertiku, ya. Eh, tapi jaman dulu pun nggak punya duit ding buat nonton ke bioskop. Anggaplah ketinggalan versi televisinya kalau pernah diputar, hihihi ...

    Saluuut, bisa mengulik lagu ini sebegini mendalamnya. Pasti perlu banyak referensi, nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kaak, mau ke bioskop kudu nabung seminggu hahaha. Sekarang kalau mau nonton ada kok di Netflix/Vidio, aku barusan juga nonton lagi hehe.

      Makasih udah mampir yah kak

      Hapus
  3. Ternyata makna lagu tersebut dalam banget :)
    Btw Soe Hok Gie saya hanya membaca bukunya, belum pernah nonton filmnya, jadi saya enggak update dengan lagu Donna Donna ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren, baca Catatan Seorang Demonstran ya kak? Iya, lagunya memang ada di film dan awalnya kupikir lagu kebangsaan mahasiswa kiri, ternyata punya makna yang cukup dalam

      Hapus
  4. Mendalam sekali.. Pasti Kak Arai terbiasa membuat semacam penelitian analisis wacana ya? hehe... Keren banget ini makna lagunya. Mulai dari latar sejarah hingga makna yang tersirat di dalamnya.

    Kita pasti pernah mengalami titik terendah. Bener banget, mirip si anak sapi. Saya pernah merasakan itu.. hihi Tapi alhamdulillah bisa melewatinya. Apa yang kita alami seburuk apapun pada nyatanya membawa hikmah besar. Asalkan kita bisa memaknainya. Banyak pula berusaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget kak. Apapun yg kita alami, seburuk apapun, nyatanya membawa hikmah dan berusaha terus.

      Saya lebih mau belajar terbang seperti walet, daripada mengeluh meratapi nasib seperti anak sapi, hehe

      Hapus
  5. Lagu dan musik yang mellow saat saya pertama kali dengar lagu ini beneran bikin terhanyut. Kemudian jadi kepo liat liriknya.

    Eh ketemu lagi di sini, yang ada saya malah nyanyi-nyanyi inget film Gie yang dulu saya tonton.

    BalasHapus
  6. Aku baru tahu looooh sejarah lagu ini. Pas film Gie tayang dulu cuma ikutan nyanyi doang. Wkwkwk. Enak suara Sita emang. Sebagai manusia adalah kewajiban kita berikhtiar sekuat tenaga. Sekiranya pun kita ikan yang terjebak di daratan, jangan pernah berhenti bergerak sampai kita menemukan kolam tempat hidup kita. Begitulah kira-kira. Terima kasih sudah berbagi Mas Arai.

    BalasHapus
  7. Wah ternyata maknanya dalam banget ya. Memang betul, selama kita masih hidup artinya selalu ada kesempatan untuk merubah nasib, dengan berbuat baik, melakukan hal yg bermanfaat, dan berdoa tentunya.

    BalasHapus
  8. Baca judulnya saya pikir lagu tentang wanita, sama seperti dugaan Mas. Ternyata maknanya dalam ya. Jadi tahu deh. Saat ada di posisi jadi anak sapi, hal yang biasa kita lakukan adalah pasrah. Padahal seharusnya berusaha untuk mau merubah ya tanpa putus asa.

    BalasHapus
  9. Aku nggatau lagunya wkwkw tapi jadi kepo apaan sih donna donna jadi inget tetanggaku yang meninggal namanya DOnna.
    Ya ampun kenapa komenku random gini yak, maap yak mbak arai :p

    BalasHapus
  10. aku jadi tau alasan kenapa lagu donna-donna ini jadi ostnya film gie, karena kuat dengan muatan politik, penindasan, pengharapan dan putus asa. wah keren nih kak arai mengupas tuntas lagu donna - donna. keren!!!

    BalasHapus
  11. Sedalam itu maknanya ya ternyata. Sebagai penyuka film GiE saya seperti dijitak kok baru tahu OST yang dipakai berasal dari Yahudi dan punya kisah dibalik itu yang cukup suram. Tahunya ya cuma sebatas Joan Baez aja.

    BalasHapus
  12. baru dengar donna donni maklumlah yah taon 1960, aku belum lahir dan mantap kak mengungkap makna lagu donna donni. suka banget sama kutipan ini 'Kalau kita ingin hidup bebas, kita harus belajar terbang'

    BalasHapus
  13. Aku termasuk ke deretan orang yang belom pernah nonton GIE. 😂 Jadi lagu donna donna ini pun taunya pas aku puter dari youtube yang disematkan di blog. Aku denger sambil baca liriknya. Yawla maknanya sungguh dalam seperti yang kakak ulas.

    Apalagi kalo inget saat itu bangsa Yahudi dibantai sama Nazi. Ugh ngenes jadinyaa...

    Anyway, ulasannya bagus kak!

    BalasHapus
  14. Saya membaca artikel ini diiringi lagu donna - donna. Sangat menyentuh.
    Betul sekali, bahwa manusia bisa mengubah nasibnya selama ia berusaha dan Allah Ta'ala akan mengubah nasib kita jika berusaha dan tanpa putus asa.

    BalasHapus
  15. Udah nonton sih filmnya bertahun-tahun lalu, tapi lupa sama lagunya, ternyata maknanya dalem banget ya :)

    BalasHapus
  16. Belum pernah nonton GIE, jadi belum familiar lagunya. Tapi Kalau Kak Arai sampai meriset lagunya sedalam ini keren banget. Kadang sebuah lagu di film lewat begitu saja. Ternyata ada juga keunikan lagu donna donna ini

    BalasHapus
  17. Ini adalah lagu kesukaan. Entah kenapa suka kebawa melo juga dengernya, apalagi yang dibawakan di film GIE kan lebih selo ya Mbak Arai.

    Anyway, ulasannya mba arai nih lengkap banget, ngasih wawasan buat aku ttg lagu ini. Aku jadi tahu juga nih kalo yg bikin adalah keturunan Yahudi dan ini lagu 'perjuangan' untuk bisa terlepas dari keadaan buruknya ya.

    That's true, selama kita masih berusaha, insyaAllah ada jalan. Thanks ya ulasan lagunya. jadi muter2 terus lagunya pagi ini.

    BalasHapus
  18. Kadang kita mengeluh "mengapa mereka ditakdirkan lebih beruntung sedangkan kita tidak". Padahal yang menurut kita baik, belum tentu menurut Tuhan baik. Maka dari itu, bersyukur adalah hal terbaik apapun kondisinya. Karena takdir manusia masing-masing.

    BalasHapus
  19. Nicholas Saputra, suami sejuta ummat ya Mom wkwk. Waduh baru tau banget kalau dari Bahasa Hebrew ya. Tapi saya kurang setuju sih sama lagu itu. Lagu itu seolah-olah mengisyaratkan bahwa rumput tetangga pasti lebih hijau dan I refuse to believe that. Menurut saya, rumput yang hijau adalah yang disirami. Balik ke bagaimana kita merawat rumput itu. Basically, kita punya hidup ya bagaimana kita "merawat" kehidupan kita, menjadikannya favorable buat kita. Soalnya tiap orang punya penjaranya masing-masing. Misal kita analogikan ke burung sama sapi itu, sapi itu punya penjaranya, tapi burung itu juga punya penjaranya sendiri. Terbang bukan berarti bebas. Kalau ada pemburu dia bisa mati. Dia punya predatornya sendiri. Jadi, yah, masing-masing ada penjaranya - ada limitasinya. Tinggal bagaimana kita memaknai limitasi tersebut, menghargai yang ada, dan menjadikan yang ada terasa kaya. Makasi sudah share ya Mom. Deep sekali <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mom. Setiap orang pasti punya interpretasi yang berbeda-beda soal Donna Donna. Bahkan bisa aja kan si komposer mikirnya ini lagu cuma iseng doang, imajinya saja saat melihat sapi yang mau dijadikan bahan makanan. Kadang kita memang ngelihat orang lain kok kayak bahagia, senang, padahal mereka mungkin juga berjuang dan merasa tertekan dalam lingkungan yang terlihat sempurna. Berdamai terhadap apa yang sudah ada, juga bukan hal keliru, kan ya?

      Terimakasih komentarnya Mom, bikin makin dewasa, hehe

      Hapus
  20. aku salah satu orang yang kagum banget sama karya2 dari gie, liat ulasan ini jadi semakin kagum sama beliauu

    BalasHapus
  21. Liat mas Nico, langsung saya klik videonya heheh.
    Saya sendiri belum nonton film Gie ini, padahal udah lama banget yaa.
    Kalau sutradara memilih lagu ini di film Gie, berarti memang ada kemiripan dengan cerita.

    btw, untuk pertama kalinya saya dengar dan tahu lagu Donna Donna ini.
    Lagunya sendiri ketika saya baca dan dengar, mirip puisi dan penuh dengan kata kata metafora

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah, sama2 bucinnya Nicsap mari kita berjabat tangan. Kalau diambil benang merah dengan perjuangan Gie kala itu, mungkin serupa dg anak-anak sapi yang memang harus belajar terbang.

      Selamat menikmati lagunya kak Ren!

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email