Traveler Content Creator, Mimpi Baru yang Tak Lagi Halu Berkat Qubisa

50 komentar

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah, saya sebetulnya termasuk orang yang tidak punya misi kehidupan. Mungkin saat masih SD dulu, saya sangat ingin menjadi dokter. Tapi ketika usia bertambah, saya sadar bahwa menjadi dokter sulit ditambah lagi hantaman nilai-nilai akademik yang semakin ndlosor, membuat arah keinginan itu berubah.

Dibandingkan sekolah dalam waktu yang begitu panjang, saya mulai mengenali diri saya yang menganut prinsip apapun ilmunya, belajar gak ribet itu keharusan.

Hingga akhirnya masa sekolah menengah, saya tahu bahwa menjadi seorang seniman tepatnya di bidang film adalah keinginan. Asa saya begitu tinggi ingin menjadi penulis naskah alias scriptwriter. Namun seperti kata banyak orang, kadang kenyataan tak seindah harapan, lagi-lagi mimpi itu harus tertunda hingga saat ini.

Dan saat memasuki usia dewasa, saya mulai berdamai dengan keinginan-keinginan di masa muda itu.

Lalu kemudian pandemi Covid-19 meluluh-lantahkan banyak sektor kehidupan.

Namun jika banyak orang yang menyumpah serapah wabah corona, saya justru menemukan dunia yang membuat saya datang ke tempat-tempat luar biasa.

Sebuah dunia yang saya sebut kepenulisan.

Blogger Traveller yang Jadi Fokus Baru

Menulis sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru dalam kehidupan saya. Lima tahun bekerja sebagai penulis sekaligus editor di KapanLagi.com, membuat saya memiliki skill kepenulisan dan terbiasa merangkai ratusan kata setiap harinya. Setelah lepas dari one of the biggest entertainment site in Indonesia itu saya pernah putar haluan ingin fokus sebagai pengusaha kuliner.

Namun kehidupan yang ternyata berputar ke tempat berbeda, membuat saya yakin bahwa menjadi pebisnis bukanlah hal yang saya inginkan. Perkara ambisi untuk upskilling dan reskilling diri lewat dunia kuliner ternyata bukanlah jalan hidup saya.

Saya akhirnya kembali lagi ke dunia yang pernah begitu membesarkan diri saya.

Kepenulisan.

Ya, saya kembali lagi menjadi penulis tepat ketika pandemi Covid-19 mulai masuk di negeri ini pada tahun 2020. Hanya saja kali ini saya tidak bekerja di perusahaan besar, melainkan menjadi seorang blogger. Berkat sahabat saya, saya pun mulai membeli domain dan mengelola blog pribadi, sesuatu yang sebetulnya sudah saya tahu sejak lama, tapi sama sekali tak pernah saya sentuh.

Menjadi seorang blogger tentu berbeda saat menjadi karyawan di situs entertainment.

Saya harus menulis dan mencari sendiri para pembaca. Jika dulu saya mampu menghasilkan 10 juta pageview dalam satu bulan berkat ‘fundamental’ perusahaan yang baik, bersama heyarai.com, saya benar-benar seperti mantan koki restoran Michelin sukses di ibukota dan akhirnya memulai usaha lalapan pinggir jalan di sebuah desa kaki gunung yang jauh dari pusat keramaian. Inilah fase upskilling dan reskilling yang sama sekali tak pernah saya bayangkan akan melakukannya seorang diri.

Sulit.

Apakah saya mampu?

Apakah saya masih bisa menulis?

Apakah tulisan-tulisan saya masih bisa menarik perhatian orang?

Beruntung, semua terjawab sesuai harapan.

Juara III dalam lomba Golongan Hutan pada awal 2021 ini adalah bukti yang ditunjukkan oleh Tuhan bahwa kemampuan saya dalam menulis tidaklah karatan.

Lalu kemudian berlanjut sebagai salah satu dari 35 finalis Bank IndonesiaDigital Content Competition 2020. Dan yang paling membuat saya luar biasa bangga sekaligus terkejut adalah masuk sebagai 15 finalis Anugerah PewartaAstra 2020.

Untuk event yang terakhir, bisa dibilang itu merupakan impian masa lalu.

Ya, dulu ketika masih jadi pegawai situs gosip, saya pernah melempar asa untuk menjadi salah satu finalis ajang bergengsi tersebut. Bagi saya, Anugerah Pewarta Astra seperti bentuk pengejawantahan seseorang mampu menghasilkan karya tulisan feature yang mampu memberikan inspirasi sekaligus menggetarkan hati.

Saat itu saya sadar bahwa menulis memang hal yang sangat saya sukai.

Sebagai blogger, saya bisa bebas menulis apapun sesuai kata hati dan pikiran.

Namun saya masih cukup gamang, menulis seperti apakah yang saya inginkan?

Soal film? Soal kucing? Soal makanan? Soal hal-hal viral?

Atau soal traveling?

Dan jawabannya ada pada pilihan terakhir.

Sama seperti menonton film, traveling adalah delusi-delusi masa muda yang terpaksa dimatikan karena kehidupan dewasa. Namun keberhasilan saya menjadi juara I dalam lomba yang digelar Blogger Perempuan Network bertajuk #IndonesiaBikinBangga pada bulan Agustus 2021, seolah menjadi titik balik kalau Tuhan mengizinkan saya menjelajah Zamrud Khatulistiwa-nya.

Seperti celetukan saya saat masih remaja dulu yang ingin liburan gratis, itulah yang saya dapatkan. Lewat tulisan di blog, saya pun akhirnya terbang ke Toraja Utara, Sulawesi Selatan dan Mandalika-Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2021 ini.

Dua tempat yang pernah saya dambakan ingin datangi, tapi sengaja saya lupakan.

Dengan berbagai pencapaian yang saya dapat hanya dalam waktu satu tahun saja, saya akhirnya benar-benar yakin bahwa menulis memang adalah jalan yang sudah dipilihan Tuhan untuk saya. Lebih detail lagi, Tuhan sepertinya ingin saya menjelajah tempat-tempat luar biasa di negeri ini dan menuliskannya dalam rangkaian aksara yang cantik.

Kenapa Harus Jadi Traveler Content Creator?

berkunjung ke Toraja Utara
berkunjung ke Toraja Utara

Dalam perjalanan saya ke Mandalika-Lombok di awal Desember 2021 kemarin, saya menghadiri International Conference Mandalika, Infinity Experiences of Nature and Sport Tourism yang digelar oleh Kemenparekraf RI dan Kompas. Saat itu saya sadar bahwa banyak pelaku wisata saat ini memang benar-benar struggle karena pandemi Covid-19.

Demi menghidupkan kembali denyut wisata di Indonesia, memang diperlukan upaya oleh banyak pihak termasuk dari kalangan content creator.

Ya, content creator saat ini memang menjadi profesi menjanjikan bagi banyak orang, terutama milenial dan gen Z.

Siapapun bisa jadi content creator baik sebagai blogger, YouTuber, TikToker atau bahkan influencer Instagram.

Hanya saja, saat ini Indonesia sedang membutuhkan traveler content creator. Terbentang seluas lebih dari 1,9 juta kilometer persegi, mempunyai lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau, negeri ini terlalu indah jika tidak disebarkan ke seluruh penjuru Bumi. Melalui upaya para traveler content creator, Indonesia jelas akan jauh lebih dikenal dan dicintai.

pose di Sirkuit Mandalika
berada di dalam Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Hanya saja sebagai traveler content creator, cara meningkatkan personal branding jelas wajib dilakukan. Karena memang konten yang dihasilkan bukan hanya sekadar tempat-tempat wisata yang indah, tapi juga makanan-makanan lezat serta bagaimana merangkainya menjadi cerita menggetarkan hati yang mampu membuat siapapun ingin segera berkemas dan menjelajah Indonesia.

Benar, Tuhan memang sedang bahagia saat menciptakan Nusantara.

Dengan fakta bahwa internet kini hampir sama pentingnya bagi manusia setelah makanan, entitas ini memang harus dimanfaatkan betul untuk kebutuhan wisata Indonesia. Di tangan-tangan traveler content creator yang memang menghasilkan karya secara online itulah, Ibu Pertiwi punya pesan agar pesonanya mampu diserbarluaskan.

Berbeda dengan saat saya bekerja sebagai pekerja website entertainment yang banyak bercerita soal seluk-beluk selebritis dan isu viral global, menjadi blogger dengan niche traveling tentu jauh lebih kompleks. Saya harus memiliki kemampuan memotret tempat wisata atau kuliner lezat yang tak hanya eyegasm, tapi juga bellygasm. Namun seindah-indahnya visual foto atau video yang saya miliki, tentu semua akan sia-sia jika saya tak bersedia meningkatkan kemampuan merangkai kata menarik sehingga branding diri dapat terbentuk.

teknik food photography membuat makanan makin lezat
teknik food photography membuat makanan makin lezat

Dengan banyaknya waktu yang sudah terbuang sia-sia, di manakah lagi saya bisa memperoleh cara meningkatkan personal branding tersebut?

Beruntung, saya akhirnya mengenal QuBisa yang membuktikan bahwa belajar gak ribet itu memang bisa diwujudkan.

Cara Belajar Efektif Soal Content Traveler di QuBisa

pengalaman pakai aplikasi belajar online
pengalaman pakai aplikasi belajar online, QuBisa

Pandemi Covid-19 memang adalah sebuah momen yang membuat banyak orang menyumpah serapah. Namun di lain sisi, wabah corona justru turut berperan sebagai akselerator teknologi. Kewajiban pembatasan sosial menjadikan sekolah-sekolah berubah menjadi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan pekerjaan kantoran jadi WFH (Work From Home).

Dalam momen ini pula, nama QuBisa pun muncul sebagai aplikasi belajar online bagi semua pihak.

Ya, tak hanya mereka yang masih sekolah atau kuliah, QuBisa juga bisa jadi pilihan kalangan profesional hingga masyarakat umum dalam memperoleh skill-skill baru yang berkaitan dengan dunia internet. Termasuk saya yang juga menambah kualifikasi sebagai traveler content creator pemula lewat aplikasi belajar online karya anak bangsa ini.

Hanya bermodalkan laptop atau smartphone yang sudah terpasang aplikasi QuBisa, saya memilih materi-materi yang memang mampu meningkatkan kemampuan sebagai traveler content creator. Seperti bagaimana memotret foto kuliner yang tepat, membangun branding image sebagai traveler blogger yang berpengaruh hingga menyunting materi-materi media jadi video yang menarik untuk dilihat banyak orang.

belajar gak ribet dengan webinar fotografi bareng Dian Mayori
belajar gak ribet dengan webinar fotografi bareng Dian Mayori

Bahkan pada hari Rabu (1/12) malam ini, di sela-sela perjalanan saya di Mandalika-Lombok, saya menyempatkan diri untuk mengikuti webinar Ini Dia Rahasia Food Photography yang Kece bersama Dian Mayori. Selama 1,5 jam, saya bersama ratusan peserta lain belajar bagaimana foto bisa mengubah makanan yang sederhana menjadi luar biasa. Sebuah ilmu yang tentunya bakal sangat membantu kebutuhan saya sebagai traveler content creator.

Mentor Dian memang salah satu yang jadi favorit saya, termasuk bagaimana saya belajar banyak cara membuat foto yang baik lewat kelas kursusnya yang bertajuk Teknik Dasar Fotografi untuk Hasilkan Foto Like Pro. Karena bagaimanapun juga, sebagai manusia penganut auto focus dan asal jepret, saya harus meningkatkan kemampuan memotret sebagai seorang traveler content creator.

Jika kelas fotografi itu mengharuskan saya membayar harga kursus sebesar Rp75 ribu (sudah diskon 25%), ada banyak lagi kursus online gratis di QuBisa yang dapat kamu ikuti.

meningkatkan kemampuan edit video bareng Su Rahman
meningkatkan kemampuan edit video bareng Su Rahman

Salah satu kursus online gratis yang saya sukai adalah milik Su Rahman, seorang Web Master, SEO Expert sekaligus content creator. Materinya mengenai Tutorial Movavi Video Editor untuk Konten Kreator Pemula adalah salah satu yang jelas dibutuhkan oleh traveler content creator, terutama jika kalian memang fokus menjadi seorang traveling vlogger.

Jujur, QuBisa yang menurut saya dulu hanyalah aplikasi siap kerja khusus hard skill, ternyata juga mampu memperkuat soft skill sampai upgrading skill, sehingga saya makin percaya diri membangun profesi ini.

Karena bagaimanapun juga soft skill adalah pendukung kualitas diri seseorang, terutama bagi mereka yang ingin terjun ke dunia pekerjaan profesional. Bersama QuBisa, peningkatan kemampuan diri lewat berbagai materi yang ditawarkan menjadikannya lebih dari sekadar aplikasi siap kerja biasa.

Tertarik juga memperoleh ilmu baru seperti saya? Tenang, kalian juga bisa kok mendapatkannya secara gratis hanya lewat QuBisa. Unduh saja langsung aplikasi sejutar umat ini hanya di App Store atau Play Store sekarang juga.

Apalagi saat ini QuBisa tengah menggelar program Kompetisi Blog bertajuk Memulai Karir Lebih Percaya Diri bersama Aplikasi Siap Kerja QuBisa pada periode 20 September – 10 Desember 2021. Ajang ini semakin memperkuat diri QuBisa sebagai platform belajar online yang menemani rakyat Indonesia mewujudkan mimpi-mimpi mereka hanya lewat layar smartphone.

Memang tak ada yang tahu masa depan, pun bagaimana jalan hidup saya di 2022 nanti setelah di penghujung 2021 ini memutuskan jadi seorang traveler content creator. Hanya saja seolah ingin memberikan keadilan pada diri saya yang pernah begitu terpuruk dan merasa benar-benar tak berdaya, ini adalah profesi yang ingin saya kejar.

Saya tahu mungkin ada banyak waktu-waktu dalam hidup yang terbuang sia-sia, termasuk bagaimana titik awal saya dimulai terlambat, tapi saya mencoba memberanikan diri untuk benar-benar mengejar keinginan itu kali ini. Saya memilih QuBisa sebagai solusi menemukan cara belajar efektif yang tepat karena memang bisa diakses di mana saja lewat smartphone kesayangan.

Apakah 2022 akan jadi lebih baik? Seharusnya demikian.

Karena saya tahu, Tuhan masih menyimpan tempat-tempat indah di negeri ini untuk saya datangi. Saya percaya, Tuhan selalu mendengarkan mimpi-mimpi kita, hanya saja Dia menunggu waktu yang tepat untuk mewujudkannya.

Terimakasih QuBisa, terus jadilah saksi perjalanan saya mewujudkan impian itu.

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

50 komentar

  1. aku mengikuti kelas di QuBisa materinya bener-bener mantu, problem yang aku cari dari kerjaan aku sekarang ditemukan solusinya ketika ikut webinar disini
    dan banyak juga kelas-kelas soal dunia content creator, next mau ikutan lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba. Sejak ada qubisa aku pun sering ikut webinar gratis ya. Ilmu yang disampaikan oleh para coachnya hampir semua daging

      Hapus
  2. Beberapa tulisan yang aku baca tentang QuBisa semua menarik dan aku jadi tertarik untuk download juga ni, pengen lebih banyak belajar tentang traveller conten creator juga

    BalasHapus
  3. Wow keren banget, hobinya traveling tapi ilmunya didukung juga sama Qubisa

    BalasHapus
  4. Wow keren kak. Beneran ternyata blog nya baru sejak 2020 ya. Tapi prestasinya bikin ngiler. Aku tadinya juga travel blogger, tapi semenjak pandemi justru sebaliknya. Ganti haluan ke parenting. Karena agak susah jg kluar jauh2 traveling. Maklum izin suami yg susah kluar. Mengingat ada 3 anak kecil di rumah. Mulai dari smua pd skul online, smpai khawatir plg bawa virus=(. Sory malah jd curhat. Tp kalo keadaan udah membaik, soon bakal traveling lagi. Termasuk ikut lomba yg hadiahnya jalan2. Smoga suatu hari kita bisa 1 event ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjadi seorang Ibu juga pencapaian yang luar biasa keren kak. Parenting mungkin satu-satunya hal dan niche yang nggak bisa kulakukan saat ini hahaha. Semangat kak, Indonesia masih menunggu kok. Banyak travelmate-ku yang juga sudah menjadi Ibu dan luar biasa hebat bisa tetap seimbang seluruh kehidupannya. Semoga, next bareng yaak!

      Hapus
    2. Sebetulnya hobi saya juga main jauh2 dari rumah, tapi koq nulisnya skincare ☺️ soalnya kalau lagi pergi, saya nikmatin banget sampe lupa ditulis

      Hapus
    3. Beda orang, beda hobi dan beda kemampuan kali ya kak. Kalau aku beberapa skincare yang emang holy grail banget, malah lebih suka dinikmatin aja before-afternya secara sendiri, nggak tertarik buat nulis hehe

      Hapus
    4. Aku juga saking menikmatinya jalan-jalan sampai lupa ditulis. Tapi penting juga mengabadikan setiap moment.

      Hapus
  5. Keren mell wkwkw semoga impian keliling Indonesia tercapai dan lancar2 yah jobnya :p btw aku jg cobain aplikasi QuBisa ini lhoo buat belajar public speaking. kalau di luaran sana bisa berjuta2 lhoo di sini gratis wkwkwk menang banyak alhamdulillahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin yang paling keras buat lancar ngejob. Mau belajar sama suhu Jingga yang tiap hari job tanpa henti

      Hapus
  6. Hey, Arai!

    Gagal fokus dong waktu baca "pegawai situs gosip", apaan bisikin dong? Wkwk..

    Aku merinding lho bacanya, ikutan seneng, karena semua impian bisa kamu capai baik selama setahun ini. Congrats!

    BalasHapus
  7. Dulu impianku juga jadi travel blogger karena terinsiprasi dari Naked Traveler. Tapi sejak punya anak harus bisa menyesuaikan diri.
    Sukses terus ya Kak Arai!

    BalasHapus
  8. Wah keren banget QuBisa bisa mewujudkan mimpi kamu ya Rai. Semoga semakin sering jalan-jalan lagi, ajak aku yah.

    BalasHapus
  9. Aku juga ngerasain manfaatnya pake QuBisa loh. Banyak ilmu dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kak. Aku juga pernah belajar youtube di qubisa. Materinya mudah dipahami

      Hapus
  10. Selamat ya atas pencapaian dan mimpi-mimpi mb Arai. Keren deh...
    Ditambah lagi bisa upskilling melalui QuBisa. Aku ya ikut lho, banyak pilihan kursus online gratis untuk menambah kompetensi dan personal branding

    BalasHapus
  11. Mbak Arai keren banget. Qubisa ini membantu banget ya dalam upgrade skill kita, mau dibidang apapun ada. Kita tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan.

    BalasHapus
  12. Wah asik ya ada aplikasi kursus online kayak Qubisa ini. Jadi mau belajar nambah skill lebih mudah sekarang

    BalasHapus
  13. Perjalanan hidup memang berliku. Apapun pilihan kita yang penting maju terus. Seberat apapun halangan harus diatasi.
    Teruuus.. tetep harus belajar dan belajar. Siapapun bisa jadi guru selama kita tetap semangat. Bahkan bisa lewat online seperti Qubisa ini.

    BalasHapus
  14. Wujudkan pekerjaan impian dengan banyak belajar yaitu lewat kursus bareng QuBisa ya, karena memang skill yang mumpuni memudahkan kita menggapai apa yang dicita-citakan.

    BalasHapus
  15. mengenai travelling ini aku masih perlahan banget mencoba untuk menabung dan semoga segera ada kesempatannya

    BalasHapus
  16. Waahh salah satu blogger favoritku ini kak arai, ngikutin banget perjalananya. Tertanya jadi blogger juga bisa profesional yaa, harus tetap belajar sampai kapan pun, upgrade terus.

    BalasHapus
  17. Saya telah memasang Aplikasi QuBisa di Hp. Berbagai kursus online gratis yang ditawarkan membefjikita banyak pemahaman dan upgrade Skil

    BalasHapus
  18. Blogger idola nih. Prestasinya ngga kaleng2 lagi tuh. Sebuah impian bagi banyak blogger utk masuk penghargaan bergengsi itu.

    Semoga kita bisa meneladani kegigihan mbak Arai dlm berprestasi ya. Dan bener banget nih, pelatihan/kursus di QuBisa bisa menambah ilmu yg kita tekuni. Bisa pilih bidang2 yang kita sukai utk dikulik lbh jauh ya. Mantap.

    BalasHapus
  19. wah sama nih mba, saya juga suka ikut kursus online mas su rahman di QuBisa, yang tadinya gagap aplikasi jadi mulai ngerti, bahasanya simpel mudah dimengerti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dehh mba aku ikutan aplikasi QuBisa ini dpt ilmu gratisan padahal di luar sana banyak banget yg jutajutaaann huhu

      Hapus
  20. Travel blogger kalau ditekuni sangat sangat membahagiakan yaa..
    Tapi yang orang lihat memang tidak seperti yang dibayangkan. Kerjanya sangat kompleks dengan segala tulisan mendetail mengenai objek wisata. Kayanya kak Arai juga Kpopers yaa..
    Hehhee...salut, kak sama PVnya.

    Terus sukses bersama Qubisa dan belajar banyak dari tulisan kak Arai.

    BalasHapus
  21. Wow keren juga nih perjalanan seorang arai menjadi traveler content creator dan juga traveler blogger. QuBisa emang lengkap sih sebagai platform belajar online untuk meningkatkan keahlian kita, terutama untuk content creator ya

    BalasHapus
  22. Aq pernah ikut kelas gratis di QuBisa kak, biarpun gratis tapi pilihan materinya banyak dan pengajarnya juga berkompeten.

    BalasHapus
  23. Hey, Arai! Tulisan nya selalu ingin membuatku membaca artikel lainnya. Hehehe..mantap banget udah ke Mandalika nih mba Amel. Btw, Qubisa ini keren banget karena kita bisa belajar banyak hal mengenai personal branding di sana

    BalasHapus
  24. Tulisan ini sangat menyentuh sekali. Banyak hal tak terduga di dunia dan tulisan ini membuka mata saya lho. Terimakasih ya

    BalasHapus
  25. Sekarang emang enak sih ya kalau belajar lebih mudah dari rumah, tinggal duduk dan menyiapkan camilan. Aplikasinya bagus bisa mendukung orang-orang untuk meningkatkan skill

    BalasHapus
  26. ah iya, jadi travel blogger seru ya mbak
    makanya harus selalu mengasah skill ya

    BalasHapus
  27. mantap nih, jadi makin terasah ya skill nya, bisa darimana aja juga, gak masalah buat traveller sih hehe

    BalasHapus
  28. Sekarang ini kalau mau belajar kemampuan baru bukan hal yang sulit lagi ya. Kita bisa belajar di aplikasi kursus berbagai skill seperti QuBisa ini. Saya jadi tertarik untuk kepo aplikasi atau situs platform ini

    BalasHapus
  29. Keren nih aplikasi Qubisa, banyak banget skills yang bisa di upgrade dan dipelajari disini.

    BalasHapus
  30. Aku suka deh sama para blogger traveller. Pingin juga mengikuti jejaknya. Tapi kalau udah habis bepergian, ehhh nulisnya tar sok tar sok. Alhasil gak jadi nulis wkkw. Dengan Qubisa, bisa upgrade skill ya

    BalasHapus
  31. Aku termasuk sering jalan-jalan (ngikut suami kerja), tapi karena nyambil jadi sopir, trus ngurus dua anak plus keperluan suami, jadi udah gak napsu buat nulis lagi. Udah tepar duluan, hikss. Suka ngiri (positif) sama teman yang bisa nulis saat jalan-jalan. Semoga makin sukses bersama QuBisa ya, Kak

    BalasHapus
  32. Wow luar biasa perjalanan dan prestasi bloggingnya Kak. Bintangin deh blognya, biar bisa baca baca untuk selanjutnya.

    BalasHapus
  33. Keren banget bisa gabung dengan website sekelas KapanLagi. Jadi nostalgia jauh ke belakang. Saya sering banget berkunjung ke Website KapanLagi. Ngomongin soal konten kreator, memang sebaiknya perlu untuk upgrade diri. Apalagi di era digital saat ini keberadaan seorang konten kreator banyak dicari oleh perusahaan. Jadi saya rasa relevan banget untuk belajar upskill di QuBisa. Cukup salut juga dengan QuBisa, karena menyediakan materi yang sangat beragam yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan...

    BalasHapus
  34. Satu artikel yang bisa tembus sampai 19000 saja saya sudah senang. Ternyata di media besar bisa sampai 10 juta perbulan ya..
    Btw QuBisa saat ini menjadi salah satu aplikasi yang paling penting buat saya. Bisa mengisi waktu luang sambil mengikuti kursus yang berguna untuk mendukung kegiatan blogging.
    Asyiknya lagi, banyak yang gratis sih kelasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes kak, I've been there. Dapet 10jt pv itu hal yang mudah di media segede mantan perusahaan saya hahahaha. Pas bikin blog sendiri, kerasa bingung dan harus belajar SEO hahaha

      Hapus
  35. Asiknya Mba Arai, bisa menyeriusi jadi travel blogger. Tulisannya juga selalu menarik-menarik. Favorit saya semua prolognya. Cihuy abissss. Jangan-jangan salah satu ilmunya dapat dari QuBisa nih.

    BalasHapus
  36. Sebagai blogger "tua" langsung minder, haha. Tapi saya sadar usaha saya enggak sekeras pemilik blog ini. Terus berkarya dan berprestasi.

    BalasHapus
  37. Terus berkarya dan berinovasi utk masa depan lebih baik. Haha

    Cukup menarik jalan hidupnya..

    BalasHapus
  38. Kalau skill di-upgrade terus, memang ga lagi halu. APalagi kalau ada mentor yang bagus. Banyak juga kursus di sana yang bagus ya

    BalasHapus
  39. suka senang lihat traveler content creator tuh, bisa nikmatin tempat-tempat sambil merekam kenangan yang cakeeep banget. aku juga pakai QuBisa, bisa cari apa aja yang kita butuhin buat upgrade skill.

    BalasHapus
  40. Mbak Arai menginspirasiku untuk menjadi travel blogger. Langsung ke QuBisa untuk upgrade ilmu. Saya suka sekali dengan food photography, tapi kemampuan kok ya masih segitu-segitu aja hiks....

    BalasHapus
  41. Menginspirasi sekali Kak Arai jadi traveler content creator, terus berkarya ya.
    Upgrade skill nya pakai aplikasi Qubisa ya, mantap itu, platform belajar online yang lengkap ya, bisa menemani perjalanan mewujudkan impian

    BalasHapus

Posting Komentar