Menjadi Saksi Terbitnya Mentari Harapan dari Bumi Cendrawasih

29 komentar
PON XX Papua 2021

Masyarakat Papua tidak bisa disandera, kita harus mandiri dan tidak tergantung pemerintah pusat. Papua harus bangkit, mandiri dan sejahtera ~ Lukas Enembe, Gubernur Papua

Tubuh kecil setinggi 149 cm itu berjalan gugup ke tengah arena Sydney Convention and Exhibition Centre. Rasa tegang yang menggerogoti tubuhnya semakin terasa saat sepasang tangan mungil berotot itu memegang barbel, mencoba melakukan angkatan snatch untuk kali pertama.

Cuaca panas di Australia meskipun kompetisi dilakukan siang hari, tak bisa menghilangkan rasa dingin yang membuat bibirnya pecah-pecah. Hanya satu yang diinginkan gadis muda berusia 20 tahun dengan rambut kriting khas sukunya itu, sesegera mungkin melakukan angkatan. Jutaan pasang mata yang menatap, dijawab dengan teriakan panjang saat dia berhasil melakukan angkatan snatch pertama sebesar 80kg.

Teriakan dan ekspresi yang begitu menginspirasi saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar kala itu.

Pertama kali saya melihatnya, sang Wonder Woman di dunia nyata.

Dia adalah Raema Lisa Rumbewas.

Lisa Rumbewas di Olimpiade Sydney 2000
Lisa Rumbewas di Olimpiade Sydney 2000

Papua, Tempatnya Kawah Candradimuka Para Atlet

Kendati sudah 20 tahun berlalu, momen keberhasilan Lisa menggondol medali perak (sebelumnya medali perunggu karena Izabela Dragneva menggunakan doping), masih selalu terbayang, terutama di momen Olimpiade Tokyo 2020 saat ini. Saya tak menyalahkan jika identitas perempuan terkuat di Nusantara selalu melekat pada sosoknya.

Bagi saya, Lisa Rumbewas tak hanya sekadar mengangkat besi berbentuk barbel di tahun 2000 itu. Namun Lisa juga mengangkat harapan baru bagi Indonesia, mengenalkan angkat besi sebagai satu-satunya olahraga di luar badminton, yang mampu membuat Merah Putih selalu berkibar di ajang olahraga tingkat dunia.

Dimulai dari Lisa di Sydney, angkat besi akhirnya rutin menyumbangkan medali dalam setiap gelaran Olimpiade. Bahkan hingga Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar tahun 2021 kali ini, angkat besi sudah memboyong tiga medali (satu perak, dua perunggu), raihan yang bahkan belum bisa dikejar oleh badminton (masih mencapai babak perempat final dan semifinal).

Lisa Rumbewas di Olimpiade Beijing 2008
Lisa Rumbewas di Olimpiade Beijing 2008 © AFP PHOTO/JUNG YEON-JE

Tak cuma menaikkan pamor angkat besi, lebih jauh lagi, Lisa juga membuka asa bagi rekan-rekannya di Papua. Membuka mata kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa Tanah Mutiara Hitam adalah gudangnya atlet-atlet berprestasi.

Bak kawah Candradimuka di khayangan yang merebus Gatotkaca untuk menambah kesaktian dan kekuatan, Papua dengan kenampakan alamnya yang luar biasa indah adalah 'candradimuka' yang menghasilkan para atlet dengan semangat juang tinggi, yang ditempa langsung oleh Bumi Cendrawasih.

Selain Lisa, perempuan Papua lain yang berprestasi di kompetisi olahraga internasional adalah Perlina Pere Karoba. Perempuan asal Lembah Baliem itu adalah atlet perempuan Papua pertama yang sukses di cabang olahraga (cabor) dayung.

Perlina Karoba - Erni Sokoy
Perlina Karoba - Erni Sokoy © Tempo/Antara
Jika banyak atlet pedayung Papua berasal dari tepian Danau Sentani yang sudah terbiasa berperahu mulai dari mencari ikan sampai menimba air selayaknya Erni Sokoy, Perlina yang hidup di Wamena menepis paradigma itu. Perlina si anak lembah, seolah membuktikan ucapan Marthinus Monim, mantan atlet yang jadi pelatih tim dayung PON PAPUA XX-2021, bahwa setiap anak-anak Papua berpotensi jadi atlet profesional di segala cabor.

Mengawali langkah lewat medali emas di PON XVI-2004, Perlina mampu memboyong medali emas Asian Games XV-2006 yang digelar di Doha, Qatar. Sebuah pencapaian yang tentunya mematik semangat atlet-atlet muda Papua di cabor dayung saat ini.

Selain Lisa dan Perlina, ada juga duo sprinter kebanggaan Indonesia yakni Serafi Anelies Unani dan Franklin Ramses Burumi.

Serafi Anelies - Franklin Ramses
Serafi Anelies - Franklin Ramses ©Bolasport/Bola.net
Dijuluki sebagai perempuan tercepat se-Asia Tenggara, Serafi bikin gempar saat berhasil menyabet medali emas SEA Games 2011 di Palembang. Berlaga di nomor lari 100 meter, Serafi mencatatkan waktu 11,69 detik! 

Bisakah kalian berlari secepat itu? Wah kalau saya mungkin bisa pingsan.

Tak sendirian, raihan emas Serafi kala itu 'dikawinkan ' oleh Franklin. Putra asli Papua itu berhasil mempersembahkan tiga emas untuk Indonesia di SEA Games 2011 dalam nomor 100 meter, 200 meter dan 4x100 meter. Di usianya yang kala itu masih 20 tahun, jagoan!

Namun tidak bermaksud mengecilkan cabor lain, bisa dibilang kalau sepakbola adalah yang paling sering melahirkan atlet berprestasi asal Papua. Ada yang bilang, bocah-bocah Papua lahir dengan bola di kakinya, seperti layaknya bayi-bayi Amerika Latin. 

Terens - Boaz - Kayame
Terens - Boaz - Kayame © Detik/Bola/Liputan6
Nama-nama seperti Yanto Basna, Terens Puhiri, Friska Womsiwor, Ricky Kayame, Ruben Sanadi, Osvaldo Haay dan ah, Boaz Solossa adalah bukti kalau menjadi pesepakbola di Papua adalah bakat alam. Fisik yang tangguh dan skill mumpuni, seakan memperlihatkan kalau mereka mendapat gemblengan langsung dari lembah-lembah curam hingga puncak gunung bersalju yang menyelimuti Papua.

Cahaya Harapan Puncak Jaya dan Potensi Bumi Papua

Festival Danau Sentani 2018
Festival Danau Sentani 2018 © Kompas/Fabio M Lopes Costa

Seperti memanggil kembali sepakbola ke tanah kelahirannya di Inggris, turnamen olahraga terbesar di Indonesia yakni PON (Pekan Olahraga Nasional) XX-2020 akhirnya berlabuh di Papua, tanah para jawara. Ditetapkan pada tahun 2014, butuh enam tahun (kini tujuh tahun) lamanya bagi masyarakat Papua untuk menyambut atlet-atlet berprestasi di provinsi paling timur itu.

Terpilihnya Papua ini jelas ditanggapi begitu bahagia, terutama bagi Lukas Enembe, sang gubernur ke-13 di Provinsi Papua. Mantan Bupati Puncak Jaya kelahiran Kembu, sebuah distrik di Kabupaten Tolikara ini memang sudah sejak lama begitu gusar dengan peran anak-anak muda Papua, yang lebih condong menyuarakan kemerdekaan.

Dalam wawancaranya bersama Tempo tahun 2016, Lukas tak menampik adanya sekat-sekat politik yang begitu luar biasa sehingga tak pernah membentuk masyarakat Papua sebagai warga Indonesia sejati yang begitu nasionalis. Namun cahaya harapan itupun muncul, seperti terbit dari Puncak Jaya yang berselimut salju, ajakan agar masyarakat Papua bersatu saat PON XX-2020.

"Papua kini jadi tuan rumah PON. Kita dorong agar masyarakat berpikir olahraga, alih-alih politik terus. Kita gairahkan anak-anak muda ini untuk berjuang di PON. Masyarakat Papua tidak bisa disandera, kita harus mandiri dan tidak tergantung pemerintah pusat. Papua harus bangkit, mandiri dan sejahtera," papar Lukas.

Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz © Kompas/Mohamad Final Daeng
Seperti layaknya gadis perempuan yang bersolek, seperti itulah Papua dalam menyambut PON, menyambut kehadiran saudara-saudara mereka se-Tanah Air. Presiden Jokowi bahkan fokus membangun infrastruktur di Papua lantaran ada tiga tujuan besar yakni demi terciptanya keadilan, mengurangi kesenjangan pendapatan dan antar wilayah, serta mengurangi harga yang terlalu tinggi.

Tak main-main, Kementerian PUPR pada tahun 2017 kabarnya sudah membangun jalan Trans Papua sepanjang 3.850 km dari total 4.300 km. Proyek peninggalan Orde Baru ini juga membangun jalur perbatasan sepanjang total 1.098,2 km yang sudah tersambung hingga 884 km.

Berdirinya Jembatan Yahuli di KM 382+750 sukses membuat akses dari Jayapura ke Wamena dan daerah-daerah yang terisolir kini sudah terbuka. Bukan suatu hal yang mudah tentunya untuk membangun jalan Trans Papua ini. Kondisi medan yang berat, material konstruksi terbatas hingga faktor cuaca tak menentu adalah penghalangnya.

pemandangan jalan Trans Papua
pemandangan jalan Trans Papua © PT Wijaya Karya Persero

Namun semua dibangun dengan harapan yang sama. Asa agar masyarakat Papua makin sejahtera dan tak tertinggal. Kebangkitan ini sendiri membawa tujuan besar agar masyarakat Papua sendiri bisa menikmati berbagai potensi dan keunggulan alam yang mereka miliki seperti:

Menjadi daerah dengan curah hujan tertinggi, membuat Papua punya potensi sumber daya air yang luar biasa melimpah dan terbesar di Indonesia yakni 3,9 triliun meter kubik per tahun! Tak main-main, potensi PLTA sebesar 75 ribu MW (Mega Watt) itu bahkan belum dikelola secara maksimal.

Lalu di dalam perut Papua, terdapat potensi gas bumi yang mencapai 23,91 TSCF (Trilion Square Cubic Feet). Di mana jumlah itu mengambil porsi 23,45% dari potensi cadangan gas bumi di seluruh Indonesia. Tak hanya gas bumi, alam Papua juga menyimpan minyak bumi sekitar 0,91% dari cadangan nasional yakni sekitar 66,73 MMTSB.

Lalu jangan lupakan juga alasan kenapa Papua dijuluki sebagai tanah yang terbuat dari emas. Kendati sudah dieksplorasi Freeport selama puluhan tahun lamanya, Papua masih menyimpan cadangan emas sebesar 1.187 ton dengan nilai lebih dari 470 miliar dolar AS. Yang lebih luar biasa, Freeport ternyata baru sebagian mengeruk emas di wilayah Grasberg Tembagapura, Mimika.

foto aerial Tembagapura
foto aerial Tembagapura
Sebagai wilayah dengan perekonomian ekstratif karena ditopang sektor pertambangan (33,65% per tahun 2013), alam Papua juga menyimpan perak, nikel tembaga hingga batubara yang terdapat di Memberamo, Teluk Bintuni, bagian selatan Mimika hingga Merauke yang hingga saat ini belum dieksploitasi sepenuhnya.

Ah, Tuhan sepertinya benar-benar sangat menyayangi rakyat Papua.

Di balik lebatnya hutan Papua, kayu merbau yang dijuluki kayu besi dengan kualitas terbaik ini bisa ditemukan. Dan semua potensi di Bumi Cendrawasih ini belum menghitung obyek wisata kelas dunia yang sangat luar biasa indah itu.

Kamu bisa menjelajah Lembah Baliem dan bertemu suku asli Papua, menjejak Danau Habema yang dijuluki danau tertinggi di Indonesia, menikmati Danau Paniai yang dianggap sebagai salah satu danau terindah di Bumi hingga menyelami surga bawah laut di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, serta tentunya terpesona dengan potongan Nirwana, Kepulauan Raja Ampat yang begitu termahsyur di seluruh dunia itu.

Raja Ampat
Raja Ampat © Shutterstock

Dan kini, Papua tak lagi menutup diri. Pintunya terbuka lebar bagi siapapun yang ingin menikmati pesonanya. Sempat ditunda setahun karena pandemi Covid-19, Papua siap memamerkan kecantikannya sebagai salah satu provinsi dengan potensi terbaik di negeri ini. Tinggal 60 hari lagi, PON Papua XX-2021 akan dibuka sambil membawa harapan baru dari Timur.

PON XX 2021, Saatnya Mutiara Hitam Bersolek Diri

Ketika Papua akhirnya terpilih sebagai tuan rumah PON XX-2020, perasaan saya seperti orang yang ditarik ikut menari tarian Yospan. Yap, semangat saya membuncah, kebahagiaan bertalu, seperti gempitanya muda-mudi Papua saat membawakan tarian persahabatan yang diiringi hentakan gitar, ukulele (juk), tifa dan bass akustik itu. Kobaran antusiasme itu semakin terlihat seiring dengan banyaknya infrastruktur luar biasa yang sudah dibangun untuk pekan olahraga paling bergengsi di Indonesia itu.

Pernahkah kamu membayangkan ada sebuah gedung dengan tiga rekor MURI sekaligus berstandar internasional di Papua? Itu adalah Istora Papua Bangkit yang berada di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura. Dengan luas 7.740 meter persegi, bangunan berkapasitas 3.674 kursi yang bakal digunakan sebagai venue cabor senam ini bahkan punya arsitektur serupa dengan rumah adat Honai.

Istora Papua Bangkit - Mimika Sport Center
Istora Papua Bangkit - Mimika Sport Center
Bergeser di Wanagon, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, berdiri megah Mimika Sport Center yang mampu menampung hingga 9.000 penonton! Di atas lahan seluas 12,5 hektar ini terdapat stadion indoor yang akan digunakan untuk cabor basket, voli dan badminton, serta stadion outdoor untuk cabor atletik, serta asrama atlet dan bangunan penunjang lainnya.

Untuk cabor softball dan baseball, Kawasan Kompleks AURI Sentani, Kabupaten Jayapura dipilih sebagai lokasi, yang tentunya sudah dilengkapi berbagai standarisasi olahraga internasional. Masih di Kabupaten Mimika, venue cabor panjat tebing juga berdiri dengan masa pembangunan yang cukup singkat yakni sejak Agustus 2020 karena hantaman Covid-19.

Kompleks AURI Sentani - Sirkuit Balap Motor Freegeb Waninggap Sai Gau Tak
Kompleks AURI Sentani - Sirkuit Balap Motor Freegeb Waninggap Sai Gau Tak

Yang membuat saya takjub juga, ada pada Sirkuit Balap Motor Freegeb Waninggap Sai Gau Tak. Venue balap motor dan motocross ini berdiri di lahan seluas 26,5 hektare, serta terletak di Kebun Coklat, Distrik Tanah Miring, Merauke. Dilengkapi tribun VIP dan biasa dengan daya tampung 1.000 orang, harapan tinggi kalau PON XX Papua ini benar-benar bisa menarik minat masyarakat pun makin membuncah.

Namun dari seluruh venue yang ada, saya sepakat jika Stadion Lukas Enembe adalah yang paling bikin terperangah. Stadion berstandar internasional ini mampu menampung lebih dari 40 ribu penonton. Berada di Kampung Harapan, Sentani Timur, Jayapura, Stadion Lukas Enembe berdiri di atas lahan seluas 13 hektar dengan luasnya mencapai 71.697 meter persegi. Proyek yang dimulai pada Juni 2019 oleh PT PP Perserp Tbk ini sudah diresmikan langsung oleh Gubernur Lukas pada Oktober 2020 lalu.

Menggunakan jenis rumput Manila alias Zoysia Matrela (Linn) Merr yang digunakan di Stadion GBK Senayan, Jakarta, Stadion Lukas Enembe juga punya lintasan atletik sintetis yang bersetifikasi kelas 1 standar IAAF. Menggunakan LED teknologi DMX dari Philips, lampu stadion bahkan disebut bisa mengikuti beat musik. Tak heran kalau Stadion Lukas Enembe diganjar sebagai stadion termegah kedua di Indonesia dan bisa menggelar event sekelas Olimpiade. 

Stadion Lukas Enembe - Jembatan Youtefa
Stadion Lukas Enembe - Jembatan Youtefa

Dengan tampilannya yang begitu perkasa, Stadion Lukas Enembe akhirnya menjadi landmark baru Papua bersama dengan Jembatan Youtefa yang menghubungkan Holtekamp dan Hamadi di Jayapura. Begitu pula landmark lainnya yakni Monumen Kapsul Waktu di Merauke yang disebut-sebut punya desain mirip markas para Avengers. Padahal monumen yang berdiri di depan Kantor Bupati Merauke ini dibangun dengan arsitektur asli Papua yakni menara perang suku Dani.

Hanya satu kata untuk make over Papua demi PON XX 2021 ini, MEMESONA!

Filosofi Kangpho - Drawa dan Logo PON XX Papua

Kangpho - Drawa @michaelyandevis
Kangpho - Drawa @michaelyandevis

Bicara soal maskot ajang olahraga akbar, mungkin saya masih belum melupakan betapa menggemaskannya trio Bhin Bhin, Atung dan Kaka dari Asian Games 2018. Ketiga maskot itu seolah menggambarkan betul masyarakat Indonesia yang ramah dan penuh semangat. PON XX seolah ingin mengikuti jejak serupa dengan mengenalkan Kangpho dan Drawa, dua hewan endemik Papua sebagai maskot dari PON XX 2020.

Jika Bhin Bhin si burung cendrawasih hadir untuk Asian Games 2018, PON XX 2021 memberikan nama Drawa. Bhin Bhin yang menggemaskan tentu berbeda dengan Drawa yang begitu tangguh, khas masyarakat Papua. Drawa adalah cendrawasih jantan dewasa yang memiliki warna kuning, oranye dan coklat, sebagai lambang semangat, kehangatan, kegembiraan, persahabatan dan cinta kasih.

Di dada Drawa kamu bisa melihat medali berpita merah putih dengan tiga lingkaran yang melambangkan medali emas, perak dan perunggu. Sementara Kangpho, adalah kanguru pohon mantel emas. Hewan ini pertama kali ditemukan tahun 1990 di Gunung Sapau, Pegunungan Torriceli, Papua.

Sama seperti cendrawasih, kanguru pohon mantel emas ini termasuk hewan yang terancam punah, sehingga terpilihnya Kangpho diharap membuat masyarakat makin peduli. Baik Drawa dan Kangpho sama-sama menggunakan baju adat Papua yakni ewer yang terbuat dari jerami serta rumbai yang dirangkai dari daun sagu kering. Tak ketinggalan pula ikat kepala khas Papua yang berbentuk kerucut, sebagai gambaran puncak gunung Jayawijaya, kebanggaan masyarakat Papua.

Maskot sudah, bagaimana dengan logo? Apakah membawa energi harapan yang memang menjadi tema utama dari PON XX Papua 2021 ini?

Let me introduce to you, this one...

Logo PON XX Papua

Ada empat hal yang diwakili oleh logo PON XX Papua kali ini. Mulai dari tiga lingkaran di bagian atas yang melambangkan prestasi, sportivitas dan solidaritas sebagai tiga hal utama yang wajib dimiliki atlet. 

Setidaknya ada 37 cabang olahraga yang bakal ditandingkan di empat wilayah yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. Dengan total 6.300 atlet yang bakal bertanding di 639 nomor, diharapkan semuanya saling mengejar prestasi, sportivitas dan solidaritas.

Lalu hal berikutnya di dalam logo adalah ilustrasi Stadion Papua Bangkit yang kini sudah bernama Stadion Lukas Enembe sebagai perwakilan dari simbol pemersatu. Segitiga menjulang di depan ilustrasi Stadion Lukas Enembe adalah gambaran kekayaan sumber daya alam Papua yang melimpah, sedangkan untuk motif khas Papua yang disematkan mewakili ciri khas ragam budaya Tanah Mutiara Hitam ini.

Pesta Budaya Asmat 2011
Pesta Budaya Asmat 2011 © Kompas/Erwin Edhi Prasetya

Papua jelas tak main-main dalam menyambut PON XX kali ini.

Bagi mereka, PON XX lebih dari sekadar ajang olahraga terakbar di Indonesia.

PON XX adalah mentari harapan dari Timur yang dihadiahkan Papua untuk Indonesia.

Digelar di tengah kecemasan negeri karena pandemi Covid-19, PON XX seolah memberi dorongan, bahwa harapan bangkit itu masih ada. Di Bumi Cendrawasih yang dipenuhi pegunungan, hutan dan kekayaan alam tak terperi itu, Papua siap menunjukkan jati dirinya sebagai kawah candradimuka para atlet. Kini semua perjuangan meraih mimpi yang mengorbankan waktu dan tenaga, akan terjawab semuanya pada tanggal 2 sampai 15 Oktober 2021 nanti.

Siapa yang akan berhasil mentahbiskan diri sebagai yang terbaik di Indonesia? Sa su tak sabar ee!

Sa Dukung PON XX 2021 Papua, Torang Bisa!

 

Sumber:

Indosport, Antara, CNN Indonesia, Liputan6, IDN Times, Tempo, Kominfo, website resmi pemerintah Papua dan Agincourt Resources.

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

29 komentar

  1. Papua kaya dengan banyak potensi. Banyak pemuda/i asli daerah memiliki bakat. Semoga dg kehadiran PON di sana makin menambah semangat mereka utk bangkit dan bersinar.

    BalasHapus
  2. Tanah para atlet ini memang paling istimewa. Kekayaan dan keindahan alamnya pun kelas Internasional. Semoga di PON XX 2021 Papua, atlet Indonesia jaya.

    Sa juga dukung PON XX 2021 Papua, Torang Bisa!

    BalasHapus
  3. Semangat Papua dalam menyelenggarakan PON sekaligus juga memberikan makna cantik akan keindahan pemandangan di sana. Ajang olahraga yang patut kita saksikan dan support

    BalasHapus
  4. Keren sekali prestasi yang dibawa Lisa ini. Membuat harum Tanah Papua khususnya, dan Indonesia secara umum. Semoga semakin banyak putra putri Indonesia yang juga memiliki prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional.

    Semakin keren nih Papua, sudah menjadi tuan rumah PON XX. semoga sukses terus Torang Bisa!!

    BalasHapus
  5. Luar biasa ya Papua, banyak mutiara olahraga yang sudah memberikan keharuman untuk bangsa. Tentu ini jadi penyemangat juga bagi Papua sebagai tuan rumah PON XX. Semoga semua nya sukses

    BalasHapus
  6. Semoga PON bisa berjalan sukses
    dan bisa semakin meningkatkan potensi papua ya mbak
    bermanfaat bagi orang orang papua juga nantinya

    BalasHapus
  7. pelaksanaan PON bikin masyarakat semangat untuk mengikuti pertandingannya
    terakhir kali nonton PON waktu masih SD

    BalasHapus
  8. Tidak terasa PON XX di Papua akan diadakan. Dan Papua ini banyak menyimpan pontensi. Tidak hanya kekayaan alamnya, tapi juga banyak atlet yang lahir dari tanah Papua yang dulu namanya Irian Jaya. Semoga pelaksanaanya berjalan lancar. Saya suka 2 maskotnya.

    BalasHapus
  9. Secara fisik memang orang papua kuat2, ya. Jika dilatih dengan benar akan cemerlang di dunia olah raga

    BalasHapus
  10. Semoga dengan berbagai pembangunan infrastruktur dan ditetapkannya Papua sebagai tuan rumah PON XX bisa membuat terciptanya keadilan, mengurangi kesenjangan pendapatan dan antar wilayah, serta mengurangi harga yang terlalu tinggi di sana, ya ...

    BalasHapus
  11. cuma satu yang aku sayangkan dari pon kali ini, yaitu pas kena pandemi. kalau engga.. wusshhh pasti ramee dan banyak yang ke papua, termasuk aku juga kepengin ke sanaa

    BalasHapus
  12. Keren bangett ternyata venue2nya yaaa. Ngga kalah sama venue di Olimp Tokyoo 😍

    BalasHapus
  13. Banyak atlet berpotensi berasal dari Papua ya, kaya Lisa ini. Gak salah kalau Papua dijasikan tempat penyelengaraan PON kali ini, semog asukses & berjalan dengan lancar. Duh pingin ke sana sambil menikmati keindahan Papua juga

    BalasHapus
  14. Emang nggak salah sih kalau Papua itu layaknya kawah Candradimuka para atlet. Banyak jebolan Papua yang berpotensi dan akhirnya berjaya.

    BalasHapus
  15. Atlet-atlet dari Papua itu hebat-hebat banget. Bener-bener menginspirasi. Dan cocok nih kalau PON XX akan digelar di Papua. Semakin pengen liburan ke sana. Menikmati alamnya yang indah juga.

    BalasHapus
  16. Papua kaya segala ya, dari keindahan alam, tradisi, adat istiadat, kesenian, sumber daya alam dan lainnya. Cocoklah jadi tuan rumah PON XX agar dpt memberi motivasi masyarakat Papua untuk lebih maju lagi. Semoga lancar dan sukses!

    BalasHapus
  17. PON XX di Papua bakalan seru ini. Btw, banyak juga atlet dari Papua yang mempunyai nama di kancah nasional hingga internasional ya. Gak salah kalau tahun ini memilih Papua sebagai lokasi diselenggarakannya PON XX.

    BalasHapus
  18. semoga PON XX di Papua bisa berjalan dengan sukses dan punya dampak positif untuk pariwisata dan warga lokal ya. Menurutku milih Papua untuk PON tahun ini udah langkah yang bener banget sih, keren

    BalasHapus
  19. Aku nggak sabar deh buat nonton PON! Smeoga bisa berjalan dengan lancar dan dijauhkan dari segala macam efek negatif yang ditimbulkan dari covid. Aminn..

    BalasHapus
  20. Semoga makin banyak lahir atlet dari Papua. Dan fasilitas PON XX sangat luar biasa, smoga terus terpelihara walau PON sudah usai

    BalasHapus
  21. MasyaAllah turut bangga sekali dengan prestasi atlit kita. Semoga pon nanti berjalan dengan lancar aamiin

    BalasHapus
  22. Ini yg dinamakan the real manusia emas dari tanah papua

    Mengharumkan nama daerah dan bangsa
    Sebuah pembuktian yg luar biasa

    BalasHapus
  23. Moga makin maju Papuaku, n pelaksanaan PON bisa berjalan lancar tanpa halangan suatu apa

    BalasHapus
  24. Nggak sabar dengan pesta olahraga nasional ini terlebih Papua yang menjadi tuan rumahnya. Provinsi yang kaya dengan sumber daya alam dan budayanya yang otentik.

    BalasHapus
  25. Papua dengan segala pesonanya baik dari sumber daya alam maupunpotensi wisatanya pantas banget jadi tuan rumah PON yang akan datang
    Semoga perhelatan olahraga nasional ini berjalan lancar meski masih dalam suasana pandemi. Jaya selalu olahraga Indonesia

    BalasHapus
  26. Megah sekali persiapan menuju PON ini, jujur baca doang aja ikut bangga dan senang kalau Papua ini tuh seindah itu loh. Nambah-nambah keinginan untuk melihat ke sana langsung yang berjarak lumayan jauh dari sini.

    BalasHapus
  27. masyarakat Papua pasti bangga nih jadi Tuan Rumah, kita yang di luar Papua aja bisa merasakan ikut deg degan menyambut PON XX nanti, semoga semuanya bisa berjalan dengan lancar. Papua pasti bisa :)

    BalasHapus
  28. Aku kebawa semangat nya setelah baca artikel ini. Papua dengan segala kekayaan alamnya, juga melahirkan atlet2 yang luar biasa. Ga henti2nya aku berdecak kagum.

    Semoga PON XX berjalan dengan sukses dan menjadi pintu harapan baru bagi Papua

    BalasHapus
  29. sampai detik ini
    Papua adalah tanah yang belum pernah aku kunjungi tapi aku rindukan hehehe
    Menurutku Papua itu punya potensi yang sangat besar. Semoga PON XX berjalan lancar dan membuat Papua semakin berkembang

    BalasHapus

Posting Komentar