Spoiler Ending 'ATTACK ON TITAN', Jauh dari Sempurna Tapi Rasional

17 komentar
ending Attack on Titan

Tepat hari Jumat (9/4) ini, Bessatsu Shonen Magazine edisi Mei 2021 akhirnya merilis ending Attack on Titan (AoT) chapter 139. Salah satu serial manga terpopuler di dunia karya Hajime Isayama itu akhirnya menutup perjalanannya selama 11 tahun 7 bulan.

Sebagai manga yang sangat terkenal, hari-hari sebelum Kodansha merilis episode pamungkas itu, timeline media sosial memang dipenuhi oleh berbagai teori dan bocoran yang jelas bikin fans panas dingin. Pertama kali diterbitkan secara bulanan pada September 2009, AoT memang menjadi manga yang banyak diperbincangkan, terutama ketika serial anime-nya mulai rilis di berbagai layanan streaming global termasuk Netflix.

Saya sendiri bisa dibilang mengikuti AoT pada waktu yang cukup telat yakni di tahun 2017, atau sekitar 3,5 tahun lalu, setelah menonton serial anime AoT season kedua.

FYI saja, manga AoT ini sudah terbit dalam 33 volume tankōbon per Januari 2021. Dilaporkan jika AoT sukses terjual lebih dari 100 juta kopi seluruh dunia. Hal ini menjadikan AoT masuk dalam daftar serial manga terlaris sepanjang masa dan bergabung dengan judul-judul manga kesukaan saya lainnya seperti One Piece (480 juta), Dragon Ball (250-300 juta), Naruto (250 juta), Detective Conan (230 juta), Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (150 juta) dan tentunya Doraemon (140 juta). 

Lantas, seperti apakah ending Attack on Titan ini? Apakah our lovely protagonist Eren Yeager berhasil menyelesaikan misinya? Simak ulasan lengkap full spoiler berikut ini.  

Warning bagi kamu yang mengikuti AoT dari jalur anime, mungkin ada baiknya menghindari ulasan berikut ini. Karena ending Attack on Titan 139 ini baru akan bisa kalian tonton ketika part kedua dari musim terakhir anime AoT ditayangkan di musim dingin tahun 2022 mendatang.

Spoiler Ending 'Attack on Titan' 139

Eren dan rekan-rekannya di Survey Corps
Eren dan rekan-rekannya di Survey Corps

Bisa dibaca secara legal di Crunchyroll dan Comixology, chapter 139 yang diberi judul Oka no Ki ni Mukatte (Toward the Tree on that Hill) ini dibuka dengan perbincangan dua karakter utama, Eren dan sahabat baiknya, Armin Arlert.

Tentu ini sedikit mengejutkan, karena sejak Eren dipenjara di Paradis usai penghancurannya di Marley, hubungannya dengan Armin dan Mikasa Ackerman memang tidak baik. Kisah ketiga sahabat sejak kecil yang sama-sama tinggal di distrik Shiganshina ini memang memburuk karena Eren lebih memilih bertindak sendiri bersama kakak tirinya, Zeke Yeager. 

Dalam pertemuan terakhirnya, Eren bahkan membuat Armin babak belur dan menyakiti hati Mikasa dengan mengatakan bahwa dia membencinya. Setelah itu, tak ada lagi perbincangan antara mereka karena Eren memilih melakukan rumbling dan menewaskan 80% penduduk dunia dengan barisan jutaan Colossal Titan yang dia pimpin, berkat kekuatan Founding Titan miliknya.

Everyone dies one day
Whether we are ready to die or not,
That day will certainly come
Is this an angel who falls from the cloudy sky?
Is this a demon who climbed out of the rocks? ~ YouSeeBIGGIRL/T:T (Hiroyuki Sawano)

Di chapter 138, Eren dan Armin dalam wujud Titan pun akhirnya bertarung untuk kali pertama. Kamu tentu bisa menebaknya, kemampuan bertarung Armin sangatlah tidak bisa dibandingkan dengan Eren. Namun saat itu, Mikasa berhasil masuk ke dalam mulut Titan-nya Eren dan menebas kepala Eren hingga akhirnya tewas.

Sesaat sebelum tewas, Eren mengembalikan ingatan para Eldia. Termasuk perbincangan lintas waktunya dengan Armin. Kita akhirnya tahu bahwa tujuan sebenarnya Eren melakukan rumbling adalah untuk menjadikan Armin sebagai penyelamat umat manusia. Eren mengambil perannya sebagai seorang Iblis dan membiarkan Armin serta rekan-rekannya untuk memburu serta membunuhnya, karena itu hanyalah satu-satunya cara agar dunia melihat kaum Eldia dengan cara berbeda.

Eren juga mengungkapkan bahwa seluruh hal yang terjadi di masa lalu adalah ulahnya berkat kekuatan Attack Titan. Bahkan kematian Ibunya, Carla Yeager di tangan Dina Fritz, diperintahkan oleh dirinya demi menyelamatkan Bertolt Hoover yang akhirnya memberikan Colossal Titan kepada Armin.

© readsnk
Dalam perbincangan di Path itu, Eren juga mengakui perasaan terdalamnya mengenai Mikasa. Betapa Eren ingin panjang umur untuk menjalani hidup dengan Mikasa, betapa dirinya tak mau Mikasa bersama dan jatuh cinta dengan pria lain, betapa Eren yang sangat childish ingin Mikasa cuma mencintainya.
© readsnk

Eren pun menjelaskan kepada Armin bahwa Mikasa-lah yang berhasil membebaskan Ymir Fritz dari 'penjara' selama 2.000 tahun. Cinta Mikasa yang begitu tulus kepada Eren tetapi di waktu yang sama memilih untuk melepaskan Eren, menyadarkan Ymir bahwa cintanya kepada Karl Fritz sang Raja pertama bangsa Eldia sudah usai. Ymir yang terbebas dari keharusan menuruti perintah keturunan Fritz itu akhirnya membantu Eren menyelesaikan misinya dan memusnahkan seluruh kekuatan Titan dari muka bumi.

Pertarungan Surga dan Neraka pun berakhir sesuai rencana Eren dengan kemenangan Armin dan umat manusia. Mikasa pergi sambil membawa kepala Eren untuk dikuburkan di bawah pohon distrik Shiganshina, tempat favorit Eren sejak kecil.

Jean, Conny dan Gabi yang sebelumnya menjadi Pure Titan pun akhirnya kembali ke wujud manusia. Sementara para Pejuang Marley yang tersisa yakni Reiner, Pieck, Annie dan Falco kehilangan kekuatannya sebagai Titan Shifter. Bagaimana dengan humanity strongest soldier? Ah, Levi Ackerman juga berhasil bertahan hidup dan melihat 'arwah' rekan-rekannya di Survey Corps. Menangis haru karena perjuangan panjang selama bertahun-tahun pun akhirnya usai.

tangisan Levi Ackerman © readsnk

Tiga tahun setelah peperangan hidup dan mati, jumlah manusia di bumi hanya tersisa 20% saja. Sesuai perkiraan Eren, tak ada yang sanggup untuk melancarkan serangan ke pulau Paradis. Sementara itu bangsa Eldia yang dipimpin oleh Historia Reiss justru membangun kekuatan militer yang sangat tangguh di bawah ideologi Yeagerist, karena melihat Eren sebagai Sang Juru Selamat.

Chapter 139 ditutup dengan Levi yang kini ada di kursi roda, hidup damai di Marley bersama Falco, Gabi dan Onyankopon. Sementara itu Jean, Conny, Gabi, Reiner, Annie dan Pieck yang dianggap sebagai pengkhianat Eldia, mengusung misi perdamaian dan kembali ke Paradis dengan Armin sebagai pemimpinnya.

Berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, Mikasa justru memilih hidup sendiri di Shiganshina. Melewatkan hari demi hari di makam Eren dengan kekosongan besar di hatinya. Namun mendadak ada seekor burung mendekati Mikasa dan membetulkan ujung scarf pemberian Eren yang masih setia dia kenakan. Burung yang sama pula selalu muncul di dekat Armin setiap kali dia mengingat Eren. Seolah jadi bukti bahwa Eren tak pernah meninggalkan kedua sahabatnya, sekalipun raganya sudah tak ada di dunia ini.

panel terakhir AoT chapter 139 © readsnk

Ending yang Bikin Kecewa Tapi Paling Tepat

Jujur, membaca ending Attack on Titan ini memang membuat pikiran dan perasaan saya campur aduk.

Saya memang berharap Eren melakukan rumbling dengan sukses, bertahan hidup sebagai The Last Man Standing dan akhirnya menghapus seluruh kenangan kaum Eldia akan dirinya, lalu hidup damai di pedalaman Shiganshina bersama Mikasa. Melihat apa yang dia alami selama ini, berbagai kesalahpahaman, saya ingin Isayama-san memberikan keadilan untuk Eren dan membiarkannya bahagia.

Namun saya lupa bahwa manga yang saya baca ini adalah AoT, bukan manga shoujo atau josei yang penuh adegan romantis. Sedikit banyak mengikuti AoT ini seolah membawa saya saat menonton delapan season Game of Thrones (GoT) bertahun-tahun lalu. Kebetulan pula, Isayama sang mangaka AoT termasuk salah satu penggemar GoT yang juga sama seperti saya, kecewa dengan ending serialnya yang sungguh menyebalkan itu.

Setelah begitu denial dengan kematian Eren (bagaimana mungkin sang main character berakhir begitu tragis?), penderitaan yang dialami Mikasa dan para pejuang Marley seperti Reiner, Annie, Gabi atau Pieck malah bisa berusia panjang, saya mencoba untuk memahami Isayama.

Saya akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa ini adalah ending yang terbaik untuk the boy who always want to be free itu.

Like a fallen angel, driven by the winds of time
He will drift and fall
Like a goddess going into the starry night
Embrace me for eternity, fly into heaven ~ Red Swan (Yoshiki feat. HYDE)

Cibiran negatif dan julukan Iblis untuk kaum Eldia hanyalah bisa hilang ketika kekuatan Titan itu berakhir, sekaligus pembuktian bahwa Eldia ada di pihak umat manusia. Kedua hal inilah yang akhirnya berhasil dilakukan oleh Eren. Eren berhasil membebaskan seluruh masyarakat Eldia termasuk kutukan sisa hidup 13 tahun milik para Titan Shifter, dan melindungi Paradis dari serangan negara-negara lain yang luluh lantak karena rumbling.

Eren juga berhasil membebaskan Mikasa dan Levi, dua anggota klan Ackerman tersisa yang harus senantiasa bertarung di medan perang selama ini. Hanya saja melihat Levi sang human beyblade yang kini harus duduk di kursi roda, sungguh membuat hati saya pilu. 

Levi Ackerman
pertemuan pertama dengan Levi

Tapi, tapi, bukankah itu semua sebetulnya bisa terjadi juga jika Eren memenangkan rumbling, menghapus ingatan bangsa Eldia dan bertahan hidup?

Saya rasa mungkin akhirnya tak akan cukup bahagia.

Dengan statusnya sebagai pembantai umat manusia di muka bumi, Eren akan cukup sulit hidup berdampingan bersama rekan-rekannya. Memikirkan betapa besarnya dosa yang dia alami, saya berani menjamin kalau Eren tak akan sanggup melakukan itu. Belum lagi kalau akhirnya dia menjadi buruan manusia lain yang kehilangan keluarganya karena rumbling.

Tapi bagaimana kalau Eren mengikuti rencana Zeke untuk membuat seluruh kaum Eldia yang tersisa menjadi mandul, tidak memiliki keturunan dan akhirnya kekuatan Titan hilang lalu masyarakat dunia tak membenci Eldia lagi?

Tetap saja, Eldia akan menjadi bangsa yang dikucilkan dan akhirnya musnah. Dengan memandulkan bangsa Eldia, bukankah itu artinya tak sejalan dengan ideologi kebebasan yang diinginkan Eren sejak kecil?

Lalu bagaimana dengan ide bahwa seluruh peristiwa dalam AoT hanya terjadi dalam mimpi panjang Eren atau dirinya terbangun di masa depan, dalam dunia alternatif lain dimana dia dan teman-temannya adalah para remaja?

Wah, kalau begitu, maka AoT akan menjadi salah satu manga dengan cerita paling konyol yang pernah ada. Mau tak mau saya teringat pada kekesalan ketika menonton THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN - PART 2 (2012), saat adegan pertarungan itu hanyalah visi belaka.

Untunglah, Isayama tidak memilih itu.

Hingga akhirnya setelah mencoba memikirkan berbagai kemungkinan-kemungkinan tersebut, saya akhirnya menerima kenyataan kalau memang Eren haruslah meninggal. Dia haruslah menjadi Iblis untuk diburu. Sang protagonist itu berhasil menyelesaikan premis yang dia bangun sejak chapter pertama manga ini, menghabisi seluruh Titan di dunia dan membebaskan semua orang.

Let's start a new life from the darkness until the light reveals the end
The pain in my heart getting higher, my comedy show at its peak
Angels playing disguised, with devils' faces ~ My War (Shinsei Kamattechan)

Apakah AoT Layak Masuk Daftar Manga Best Ending?

karakter AoT saat masih anak-anak
karakter AoT saat masih anak-anak

Melihat bagaimana reaksi para pembaca manga yang benar-benar kecewa, tentu saja sepertinya predikat best ending untuk AoT belum bisa disematkan untuk saat ini. Banyak yang masih menyalahkan Isayama untuk ending buruk yang dia berikan. Meskipun memang saya tak menyalahkan kalau chapter setelah rumbling memang beberapa kali sempat membuat saya muak.

Namun seperti yang sudah saya sebutkan, ini adalah ending paling rasional yang dipilih oleh Isayama.

Jika menurut kalian Isayama berkhianat dan membuat akhir hidup serta karakter Eren tampak buruk, sebetulnya itu tidak sepenuhnya tepat.

Dari chapter 139, saya akhirnya menyadari kalau Eren tak pernah berubah. Eren adalah Eren. Sang maniak bunuh diri yang memiliki hati sangat lembut. Bocah berusia 19 tahun yang sudah melewati berbagai hal perih dalam hidupnya, tapi tetap childish dan klise saat membahas soal perasaan terdalam di hatinya. Hingga satu-satunya cara untuk berekspresi adalah lewat tawa saat dia menangis.

I offered my heart,
To the unrestorable twilight.
I progressed on, until the night ended
Where is the Paradise? ~ Akatsuki No Requiem (Linked Horizon)

Mungkin kematian Eren ini belum bisa disejajarkan dengan kematian tragis Nina Tucker (Full Metal Alchemist), Jiraiya (Naruto),Ryouko Fueguchi (Tokyo Ghoul) atau bahkan Portgas D Ace (One Piece) yang sampai bikin shock itu.

Eren bukanlah Light Yagami (Death Note) yang meskipun tampak baik tapi memilih menghabisi siapapun yang dia kehendaki. Tetapi Eren juga bukanlah Thanos (The Avengers) yang membantai separuh makhluk di alam semesta demi mencapai keseimbangan yang dia inginkan. 

Karena Eren bagi saya, adalah salah satu main character yang punya pengembangan kisah terbaik. Terutama setelah timeskip empat tahun usai mengetahui di ruang bawah tanah Ayahnya, Grisha Yeager, saya bahkan masih sulit menerima kalau bocah keras kepala yang cuma tahu bertarung dan membunuh itu bisa menjadi pemuda berkepala dingin dengan otot seksi meresahkan rencana sangat brilian.

© readsnk

Saya senang bagaimana Isayama masih memberikan berbagai kelemahan pada karakter Eren sehingga membuatnya tidak begitu powerful seperti Goku (Dragon Ball) atau Saitama (One Punch Man). Dengan kekuatan tiga Titan yang dia miliki, Eren justru memasuki medan perang dengan kesiapannya untuk kehilangan nyawa, demi masa depan lebih baik untuk kedua sahabat dan seluruh umat manusia.

Akhir kata, lepas dari bagaimanapun pendapat kalian soal ending Attack on Titan, saya tampaknya akan memasukkan AoT sebagai salah satu manga shounen terbaik dan terfavorit versi saya, selain Rurouni Kenshin, Bakuman, Hunter x Hunter, Bleach, Naruto, Death Note, Fullmetal Alchemist, One Piece dan Dragon Ball.

Sampai jumpa, Eren Yeager. Istirahatlah dengan bahagia dan raih kebebasanmu.

Sad Dude - Album on Imgur

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

17 komentar

  1. Dulu sempet mau ikutan nyelem di dunianya AOT ini. Tapi, apalah daya mundur duluan gara-gara nama tokohnya ngga mudah kuinget. Alhasil balikan lagi sama manga Junji Ito. Tapi, melihat fansnya aot ini meski banyak yang ngga suka tapi mereka cukup legowo juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaga mbak, kamu hebat bener suka sama manganya Ito sensei. Aku asli nggak sanggup bacanya, antara jijik, ngeri, nggak nyaman banget mkwkw. Stress pas baca Uzumaki hahaha, cupu memang aku ini

      Hapus
  2. Saya jadi pecinta yang kecewa karena Eren mati, awalnya. Tapi makin ke sini. Saya juga mencoba memahami jika semua ini bukan tentang eren dan mikasa saja. Tapi untuk dunia mereka dan kebebsan mereka.Oiya, saya sebenarnya lebih perhatian sama mas Levi sih ketimbang Erennya, hehe.

    BalasHapus
  3. Wah sepertinya saya doang yang ketinggalan anime ini, soalnya nggak pernah nonton, cuma denger doang. Ternyata fansnya cukup banyak juga ya. Bahkan penjualannya sampe tembus 100 juta di seluruh dunia. Keren banget. Kalo saya sukanya Dragon Ball dan Doraemon.

    BalasHapus
  4. Wah keren ya tembus segitu, AoT sukses terjual lebih dari 100 juta kopi seluruh dunia. Selama 11 tahun 7 bulan bikin penasaran pastinya, hingga berakhir cerita. Fans-nya sudah lega nih ending yang ditunggu-tunggu tiba

    BalasHapus
  5. Serialnya mulai September 2009, ini seusia anakku. Keren ya bisa sampai bertahun-tahun gitu membuat jalinan cerita hingga membuat fansnya tetap setia menunggu endingnya.

    BalasHapus
  6. Normal banget kalau penggemar kecewa. Apalagi penggemar remaja. Banyak dari mereka yang irrasional dan maunya ending sesuai ekspektasi. Tapi mereka setia, kalau ada seaon selanjutnya pasti nonton

    BalasHapus
  7. Saya tahu spoiler akhir ceritanya dari Twitter, untuk animenya sendiri saya cuma nonton S1, sisanya mengikuti lewat pemberitaan saja. Omong-omong, saya pernah dengar kalau AoT dulu pernah ditolak oleh Jump-nya Shueisha akhirnya sukses besar di Kodansha

    BalasHapus
  8. Aku termasuk yang nggak terlalu update soal Manga nih mba. Paling mentok aku baca Doraemon dan Shinchan hehehe. Tapi untuk perjalanan karier sebuah anime selama 11 tahun lebih, pastinya kece abis. Pantaslah kalau penggemarnya jutaan... Tentang ending yang nggak sesuai ekspektasi, tentu bikin agak kecewa yaaaa.. tapi mogimana lagi, itu hak penulis hehehe.. Piss

    BalasHapus
  9. Kalau yg nonton anime ini sejak muda, kayaknya skrng udah bakal nonton bareng anak nih lantaran lamanya. 😬😬

    Akhirnya para fans bisa bernapas lega nih setelah sekian purnama menunggu. Walaupun mungkin bagi sebagian orang gak sesuai ekspektasi.

    BalasHapus
  10. Jadi gimana, bagusan mana titan sama samurai deeper kyo? Eh ini komiknya juga judulnya sama kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samurai Deeper Kyo ada animenya kah?
      Dulu saya ngikutin komiknya dan koleksi...

      Hapus
    2. Ada kak animenya, tapi jelek mending baca manganya aja haha

      Hapus
  11. Oihh, udah lama nggak ngikutin manga dan anime... Yg masih diikuti cuma One Piece dan Detective Conan.
    Kira-kira telat nggak ya untuk baca manga Attack of Titan, dan nonton animenya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak kak. Malah enak skarang udah kelar semua ceritanya hehe. Animenya juga bisa ditonton di Netflix sama VIU, tinggal nunggu part kedua dari season final di 2022. Selamat menikmati!

      Hapus
  12. Tokoh Eren digambarkan tidak terlalu sempurna meski dia punya kekuatan 3 titan ya, ini superhero yang melindungi kepentingan seluruh umat manusia deh... Top deh Attack on Titan!

    BalasHapus
  13. Pecinta manga dan anime ya, duuuh saya termasuk yang ketinggalan banget udah lama nggak ngikutin, untuk animasi saya sukanya cuma sama si Detective Conan. Tapi keren juga ya manga AoT ini, udah terbit dalam 33 volume tankōbon per Januari 2021 dan sukses terjual lebih dari 100 juta kopi seluruh dunia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email