Resolusi 2021: Karena Harapan adalah Kekuatan Terbesar Manusia

19 komentar

Resolusi 2021
Perjalanan ke Budug Asu

Jujur saja. Sebetulnya saya bukanlah orang yang di setiap akhir tahun membuat resolusi untuk 12 bulan ke depan. Jadi kalau ada yang bertanya, apakah resolusi 2021 yang ingin saya gapai, mungkin saya akan bingung menjawabnya.

Apakah ini artinya saya termasuk orang yang tidak memiliki tujuan hidup?

Apakah itu artinya saya tak punya mimpi?

Tentu saja tidak!

Ada yang bilang bahwa manusia yang tak memiliki mimpi sama saja seperti seonggok daging yang berjalan di muka bumi ini. Bahkan katanya kalau kita tak punya mimpi, sama saja seperti orang yang tak percaya Tuhan.

Sounds familiar?

Itu kata-kata Zafran dari novel 5 CM.

Hanya kata-kata di lembaran kertas yang pernah begitu mempengaruhi hidup saya bertahun-tahun lalu. Tapi tidak dengan 2020 ini.

Mungkin kita semua sepakat bahwa 2020 adalah tahun yang buruk untuk memulai dasawarsa ketiga di abad ke-21. 

Apa yang saya alami di tahun 2020 ini, tampaknya seperti apa yang dialami Charles Xavier muda (James McAvoy) dalam film X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST (2014). Tidak berputar pada sumbunya, persis seperti gasing yang salah lempar dan akhirnya berhenti berotasi karena kelelahan dan tak menarik lagi.

Ah, tapi kan Rai kamu masih bisa tertawa-tawa. Kamu masih rajin nonton film dan memelihara kucing.

Siapa yang bilang tidak?

Kalian tahun Jim Carrey? Salah satu aktor Hollywood yang dikenal dengan kemampuan akting kocak dan tampak selalu bahagia itu ternyata diam-diam mengonsumsi Prozac. Cobalah googling ke alodokter, kalian akan tahu bahwa Prozac itu adalah salah satu obat untuk mengatasi depresi. Yap, Carrey ternyata mengidap depresi berkepanjangan dan cukup berat.

Bukankah dia tampak seperti orang normal?  Ya. Sangat normal. Sama seperti kamu, saya dan kita semua.

Harapan yang terus-menerus dimatikan adalah hal terkuat yang membuat saya ada di fase ini. Saya jelas menolak untuk menjadi orang yang selalu mengeluh, apalagi kalau melihat ada banyak sekali orang yang lebih malang daripada saya.

Mencoba berbicara dengan diri sendiri, saya akhirnya tahu bahwa zona nyaman itu memang sangat berbahaya.

Sejak keluar dari KapanLagi.com®, empat tahun lalu, ada banyak hal yang telah terjadi. Bahagia, perih, kecewa, marah, puas dan kehilangan. Saya selalu percaya bahwa setiap orang punya caranya tersendiri untuk berdialog dengan Tuhan. Saya pernah mengutuk, merajuk dan bersikap layaknya korban pada-Nya.

But don’t despair and never lose hope, 'Cause Allah is always by your side. Turn to Allah, He’s never far away. Put your trust in Him, raise your hands and pray ~ Insya Allah (Maher Zain ft Fadly Padi)

Namun saya seperti kebanyakan umat limbung lain, selalu saja memperoleh uluran tangan-Nya.

Setiap orang memiliki support system masing-masing. Untuk saya yang sudah terlalu lama hidup di dalam gua yang saya buat sendiri, dukungan itu hadir dengan begitu tulus lewat kelompok yang bernama keluarga

Harapan adalah Kekuatan Terbesar Manusia

Pernah tidak kalian ada sangat dekat dengan mimpi, tapi karena hal bodoh yang kalian pilih, mendadak kalian kehilangan kesempatan itu untuk selamanya?

Saya pernah.

Dan itu terjadi sekian tahun lalu, beberapa saat setelah saya lulus SMA. Bisa dibilang bahwa keputusan yang saya buat saat itu, adalah salah satu penyesalan terbesar yang pernah saya lakukan semasa hidup.

Sedikit banyak, kondisi itu yang akhirnya membuat saya menyalahkan diri sendiri. Andai begini, andai begitu sampai tak terasa kalau waktu sudah berjalan begitu lama.

Just because someone stumbles and loses their path, doesn't mean they're lost forever ~ Charles Xavier (X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST)

Namun di tahun 2020, saya akhirnya kembali bertemu dengan kesempatan itu lagi.

Di tahun 2020 ini, saya akhirnya mempelajari hal-hal yang dulu mungkin hanya sekadar keinginan, tapi saat ini bisa begitu dekat terjadi. Saya bergabung dengan komunitas baru yang tak pernah saya duga bisa ada di sana. Komunitas baru ini mengenalkan saya pada dunia yang berbeda, sudut pandang berbeda dan tantangan berbeda.

Tampak seperti palu godam yang memukul kepala, hal baru ini seolah menyadarkan saya bahwa Tuhan tidak sesebal itu dengan saya. Saya masih punya kesempatan lain. Bahwa ternyata masih banyak pintu yang belum saya buka untuk menuju ke tujuan yang bertahun-tahun lalu pernah saya lepaskan.

Tak bermaksud lebay atau mendramatisir.

Remember, Red, hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies ~ Andy Dufresne (THE SHAWSHANK REDEMPTION)

Saya akhirnya tahu apa yang dirasakan Ellis Redding (Morgan Freeman) saat duduk di bawah pohon sambil membaca surat dari Andy Dufresne (Tim Robbins). Oh, THE SHAWSHANK REDEMPTION (1994), adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton.

Memang, mungkin kali ini langkah saya untuk mencapai ke tujuan yang pernah saya tinggalkan itu bakal jauh lebih berat dan lebih sulit. Tapi saya pun demikian. Meskipun masih sama-sama lajang, saya bukan diri saya sepuluh tahun lalu

Saat ini, saya siap untuk melangkah lebih jauh daripada biasanya. Berbuat lebih banyak daripada biasanya. Melihat lebih lama daripada biasanya. Bertekad lebih kuat daripada biasanya dan mulut yang tak pernah berhenti berdoa.

Tak asing dengan dialog itu?

Ya, itu saya comot dari novel 5 CM lagi. 

Mencoba Menciptakan Resolusi 2021

Dengan 2020 yang menyisakan kurang dari dua pekan saja, tentu saya cukup takut kalau harus menulis atau membayangkan bagaimana resolusi 2021 nanti.

Tak ada yang salah dengan menjadi orang yang takut. Saya selalu percaya bahwa jika kita tahu seperti apa rasanya takut, maka kita pun siap untuk menjadi orang yang berani. Orang yang merasa tak punya ketakutan, tak ada bedanya dengan Firaun yang melintasi Laut Merah dan berakhir tenggelam ditelan lautan bersama para pengawalnya.

Karena saya harus menutup 2020 ini masih menjadi perempuan lajang, tentu tak munafik jika saya menulis bahwa keinginan untuk bertemu dengan the right one akan ada di 2021.

Namun saya ingin menatap dunia yang jauh lebih luas. 

Puncak Pawitra gunung Penanggungan
Puncak Pawitra gunung Penanggungan

Saya ingin kembali ke diri saya yang begitu semangat mencapai puncak gunung Panderman saat hujan. Tak kenal lelah hingga sampai di titik tertinggi gunung Penanggungan. Atau tersenyum lepas melihat keindahan Ranu Kumbolo dari celah teratas Tanjakan Cinta.

Ranu Kumbolo gunung Semeru
Ranu Kumbolo gunung Semeru

Saya juga ingin kembali merasakan berjumpa dengan orang-orang asing dan berbagi di tempat yang baru, seperti yang pernah saya lakukan dalam dua kali keikutsertaan saya dalam Kelas Inspirasi. 

Suasana Kelas Inspirasi 5 Malang - 2017
Suasana Kelas Inspirasi 5 Malang - 2017

Bahkan saya pun ingin berada di tempat yang tak ada seorang pun mengenal saya. Seliar saya bepergian sendiri ke Solo, Balikpapan atau Bukittinggi.

Kebebasan yang sebetulnya tidak pernah pergi ke mana-mana, tapi saya tinggalkan demi berdiam diri dalam gua empat tahun terakhir itulah yang ingin saya rasakan kembali.

Keinginan gila untuk solo travelling pun seolah muncul dalam imajinasi-imajinasi tak terkontrol. Sesuatu yang dalam tahun-tahun terakhir ini seolah saya simpan di dalam lemari yang kuncinya lupa saya letakkan di mana. Ada banyak sekali trip yang ingin saya lewati, termasuk menjelajah Asia Tenggara seorang diri. Bahkan hanya membayangkan saja, sudah membuat saya benar-benar bahagia. 

Pantai Kemala di Balikpapan
Solo trip Pantai Kemala di Balikpapan
Mungkin saja apa yang saya harapkan itu bisa saja kembali meleset. Tapi jika memang meleset, saya tahu, setidaknya saya sudah mencoba lebih baik. Namun daripada memikirkan itu akan meleset, bolehlah saya sedikit berbangga diri bahwa peluang untuk semua bisa terwujud, saya yakin jauh lebih besar. Saya selalu percaya bahwa Tuhan itu tahu segalanya. Tapi Dia menunggu waktu yang tepat untuk mewujudkannya.

Dan kali ini, saya tidak akan melepaskannya lagi.

Untuk kalian yang  juga ingin meraih mimpi yang sempat hilang, yuk kita buat resolusi 2021. Sekali lagi, mari bersama-sama kita berharap. Karena harapan, adalah kekuatan terbesar yang dimiliki oleh makhluk bernama manusia.

And as frightening as it can be, that pain will make you stronger. If you allow yourself to feel it, embrace it, it will make you more powerful than you ever imagined. It's the greatest gift we have: to bear their pain without breaking. And it comes from the most human part of us: Hope. ~ Professor X (X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST)

Artikel ini diikutsertakan dalam minggu tema komunitas Indonesian Content Creator

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

19 komentar

  1. Saya juga ingin mengarungi tempa-tempat yang tidak seorangpun mengenal saya.
    Semoga segera menemukan Mr. Right nya ya Rai.

    BalasHapus
  2. Hey, Arai!

    di 2021, semoga pandemi segera berakhir ya, supaya kita bisa main keluar tanpa waswas, aamiin..

    selamat menemukan tempat-tempat baru, dan menemukan si dia yang lebih baik :D

    BalasHapus
  3. Akupun sama kok mba. Tidak selalu hidup dengan resolusi-resolusi yang aku buat. Semoga resolusi di tahun 2021 ini cepat tercapai ya mba. Di segerakan bertemu dengan kekasih halal. Hehe

    Btw aku salfok sama pemandangan yang subhanallah indahnya. Pengen banget bisa ketempat-tempat kaya gitu. Bisa jadi resolusi aku kali ya di 2021 ini.

    BalasHapus
  4. Kadang memang yang ditakutkan ini yang menjadi penghalang ya mbak. Padahal untuk mencapai impian harus berani melakukan. Semangat menggapai impian di tahun 2021 mbak

    BalasHapus
  5. Araiiiii ...
    i feel you ...
    Yang sedih dari sebuah peristiwa itu adalah ketika kita merasa kehilangan diri kita sendiri.

    Mungkin cerita saya agak berbeda dengan Arai, tapi saya dulu menjadikan pekerjaan sebagai identitas saya. Padahal saya ingat, saya pernah berjanji pada diri saya sendiri kalau saya adalah entity terpisah, tapi kegilaan saya akan kerja menyebabkan saya sulit membedakannya, dan hanyut dalam peran itu.

    Seneng banget membaca kalau di tahun 2020 ini Arai menemukannya kembali di keluarga baru blogging.

    Tetap semangat, kita selalu ada buat Arai.

    BalasHapus
  6. Kak Arai keren ih ternyata pernah kerja di kapanlagi.com. Pantes tulisannya udah bagus banget hehe. Sama saya juga jarang bikin resolusi, tapi kayaknya tahun depan mau mulai meski telat udah emak-emak wkwkw

    BalasHapus
  7. Semoga ka arai segera melepas lajang diwaktu yang tepat ya kak, aamiin...

    Dan semoga bisa terus menebar kebaikan dan menjadi pribadi yg lebih baik lg, aamiin...

    BalasHapus
  8. halo kak arai,
    sebetulnya bukan tipe yang suka bikin resolusi sih, soalnya berkali - kali bikin plan dan traget plan, meleset semua karena gak konsisten. ini sih kuncinya, konsisten. jadi sederhananya aku buat point aja secara garis besar dan jalani. evaluasi juga kadang sekenanya sih.
    hidup bukan soal mengejar target kan ya, tapi gimana menemukan diri sendiri dalam apa yang kita lakukan. cantik ya.

    eh bentar, what? KELAS INSPIRASI? kakak pernah ikutan? yang di Bandungkah?

    BalasHapus
  9. Duh kangen ikut kelas inspirasi jadinyam terakhir tahun 2018 pas masih punya anak 1...punya anak 2 ga enak nitipny 2 eh. Semangat kak arai semoga kita lebi baik lagi 2021 yaaa

    BalasHapus
  10. Hai Arai, semoga beberapa mimpinya mulai mendekat dan terwujud yaa. Ternyata anak kelas inspirasi juga yaa. Dulu pengen banget ikutan kelas-kelas begitu yaa, pas jamannya ada program indonesia mengajar mupeng bgt sama temen2 yang sampe ikutan tes berkali kali demi IM, karena kisah2 kakak angkatan tentang menjadi anak IM ini selalu luar biasa.

    btw, kutipan-kutipan yang dipake nih bagus dan menampar aku banget nih

    BalasHapus
  11. Turut mendoakan apa yang kamu inginkan kak, semangat selalu dan terus menebar kebaikan. Semoga kita jadi pribadi yang lebih baik dari hari ini aamiin.

    BalasHapus
  12. Hey Arai,

    Tulisanmu ini mengingatkan saya dengan diriku yang sempat kehilangan harapan bahkan mimpi setelah menikah.

    Saat itu saya merasa tidak punya mimpi apa-apa lagi, saya merasa tidak ada lagi yang perlu saya perjuangkan dalam hidup. .

    Akibatnya saya jadi depresi. Saya kehilangan semangat hidup. Mungkin orang nggak bakal percaya dan menganggap aneh, masih pengantin baru kok bisa depresi tapi yah saya pernah mengalami yang namanya depresi paska menikah karena kehilangan harapan.

    So far saya tahu betapa berharganya sebuah harapan/mimpi. Duh maaf jadi curcol gini

    BalasHapus
  13. Hai kak Arai, I feel u indeed. Semoga segera bisa bertemu dengan soulmate sejatinya ya dan menjadi pribadi lebih baik terus. Semoga Selalu sehat juga kak. Aamiin

    BalasHapus
  14. Ciyeee, mudah-mudahan bisa cepet ketemu Mr.Rightnya di 2021. Ngga hanya ketemu sih kalau perlu sekalian dihalalin aja wkwk. semangat araiii!

    BalasHapus
  15. Waah seru jga ya mba ikut kelas inspirasi, aku malah belum prnah ikut kegiatan sosial begitu..

    BalasHapus
  16. Mbak pengalamanku nggak jauh beda denganmu. Tulisanmu so menginspirasi. Love it.

    BalasHapus
  17. Mba arai pengalaman travellingnya banyak banget nie, duh jadi pengen punya resolusi traveling nih tapi takut tahun depan belum kondusif

    BalasHapus
  18. Ternyata kak arai suka traveling jg yah, semoga apa yg di resolusikan thun depan terwujud dgn baik

    BalasHapus
  19. samaan mbak, aku sendiri juga bukan orang yang memplanningkan resolusi di tahun depannya seperti apa. cuma keinginan biasa aja, dan coba dijalani sebisanya tanpa ngoyo
    saat saat seperti ini, tentu saja aku juga kangen solo trip juga mbak, tapi kondisi sekarang belum memungkinkan untuk pergi ke LN

    wahh mba arai gabung di kelas inspirasi ya, waktu itu sempet menarik minat aku juga mbak, tapi apa daya waktu yang nggak memungkinkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email