Membuka Pintu Masa Depan dengan ASUS VivoBook 14 A416

15 komentar
ASUS VivoBook 14 A416
Saya tidak tahu sejak kapan, saya tumbuh menjadi perempuan naif yang begitu percaya terhadap kekuatan impian. Mungkin sejak SD dulu, saat guru selalu memberikan tugas menulis pengalaman selama liburan, yang membuat saya sadar kalau menulis adalah hal yang sangat menyenangkan. 

Beranjak ke sekolah menengah, kepenulisan itupun berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas saat saya menemukan minat yang lain, menonton film.

Bisa dibilang kalau film adalah hal pertama dari dunia orang dewasa yang dikenalkan Ayah saya. Saya masih ingat menemani Ayah saya menonton TERMINATOR 2: JUDGMENT DAY (1991) di player VHS kami saat masih kecil dulu. Mengetahui kalau anak perempuan satu-satunya ini terlalu takut melihat Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) dan John Connor (Edward Furlong) diburu T-1000 (Robert Patrick), Ayah pun memberikan banyak kaset film kartun Disney yang membuat ketertarikan saya kepada dunia film makin besar.

Film bukanlah sebuah tontonan belaka, tapi membuat saya bisa menyelami kehidupan yang lebih luas dan sangat religius.

Hal ini pula yang membuat saya masuk ke organisasi teater saat di sekolah menengah. Bahkan ketika lulus, dunia seni seolah memanggil saya dengan sangat kuat. Sayang, saya harus membuatnya patah bahkan sebelum tumbuh, ketika akhirnya memutuskan mundur sebagai mahasiswi baru di Fakultas Film & Televisi, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Penyesalan terbesar pertama dalam hidup saya.

Tak lama dari waktu itu, saya memperoleh tawaran untuk terlibat dalam proyek FTV di salah satu stasiun TV. 

Hasilnya? Lagi-lagi saya dengan bodoh memilih melepaskannya bahkan sebelum sempat bergandengan tangan.

Penyesalan terbesar kedua dalam hidup saya.

Sempat mengira lebih baik saya menyerah dan hidup biasa-biasa saja, Tuhan tampaknya punya rencana lain. Menyadarkan saya, bahwa selama ini Dia mendengar semua doa, tapi menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan.

Tentu keputusan saya mengejar kembali mimpi yang pernah saya lepaskan tidak akan mudah. Saya bukanlah remaja belasan tahun dengan berbagai ide cemerlang lagi. Saya hanyalah seorang perempuan lajang yang sudah kehilangan banyak daya kreatif, sementara rekan-rekan seumuran sudah menikah serta memiliki anak.

Kalau diandaikan, saya seperti burung Godwit Alaska yang berani menantang langit menyeberangi Samudera Atlantik, Hindia dan Pasifik menuju Selandia Baru. Hanya saja, saya adalah seekor Godwit Alaska yang satu sayapnya terluka parah.

Sayap Bernama ASUS VivoBook 14 A416

Bagi seorang penulis, media menulis adalah hal penting. Memang benar kita bisa menulis di manapun dan bahkan hanya menggunakan pensil. Namun di zaman serba teknologi, berharap menulis lembar demi lembar skenario film dengan kertas dan pensil? Tentu cukup sulit menyampaikan karya itu ke orang lain yang terpisah jarak.

Saya butuh sebuah perangkat yang bisa menemani saya menuliskan kembali cerita-cerita dalam imajinasi. Perangkat yang cukup tangguh menemani saya mencipta harapan lagi lewat tulisan.

Sempat memiliki sebuah laptop dari hasil kerja saya di media online, saya harus mengucapkan selamat tinggal saat perangkat itu rusak parah ketika dipinjam oleh salah satu sepupu. Mau bersikap bak lintah darat dan memintanya mengganti? Ayah dan Ibu saya tak pernah mengajarkan untuk mendesak orang yang hidupnya lebih menderita.

Dan akhirnya, saya kembali kepada sebuah perangkat komputer tua yang saya beli hampir satu dekade lalu. Ditenagai i3-2120, prosesor saya termasuk kelompok Nehalem yang merupakan generasi pertama dan sudah dirilis sejak tahun 2011. Prosesor yang lebih dari cukup untuk masuk ke museum karena cuma mampu melakukan kebutuhan pengolahan kata dan entertainment standar.

Tuhan seperti menantang saya kembali.

Tuhan ingin mencari tahu dulu apakah kali ini tekad saya mengejar impian lama itu cukup kuat, sebelum akhirnya menimbang untuk mewujudkannya.

Seperti Thor (Chris Hemsworth) yang datang ke Nidavellir demi mendapatkan senjata pamungkas baru yakni palu Stormbreaker untuk membunuh Thanos (Josh Brolin), mungkin saya harus mendapatkan senjata lain kali ini. Sebuah perangkat menulis yang jauh lebih kuat dan tangguh, agar saya bisa berperang sekali lagi dan mewujudkan apa yang saya inginkan sejak lama.

Tentu bukan perangkat komputer yang cuma bisa dipajang di kamar saja. Saya butuh perangkat yang punya kemampuan mobilitas tinggi, bodi yang ringkas sejalan dengan kegemaran saya melakukan solo travelling. Tak perlu punya spesifikasi monster untuk gaming grafis dewa, perangkat entry-level dengan tenaga dan visual imersif adalah yang saya butuhkan. 

Dan saya pun berjumpa dengan ASUS VivoBook 14 A416.

tampilan visual ASUS VivoBook 14 A416
Berdimensi 14 inci dengan teknologi NanoEdge Display, layar ASUS VivoBook 14 A416 mempunyai resolusi Full HD yang tentu bisa membuat saya menikmati berbagai konten multimedia, streaming film atau serial dalam kebutuhan mencari ide segar untuk menulis cerita. Berjam-jam di depan layarnya juga bukan hal yang bikin mata mudah lelah karena si cantik ini punya lapisan anti-silau (anti-glare) dan sudut pandang lebar hingga 178 derajat.

Bolehkah saya mengucapkan selamat tinggal untuk mengikuti kelas kepenulisan skenario online di HP yang punya visual terbatas? Karena ASUS VivoBook 14 A416 sudah dilengkapi kamera sehingga kegiatan Zoom atau Google Meet bakal jauh lebih memuaskan.

Namun bukan paras visualnya saja yang membuat ASUS VivoBook 14 A416 istimewa di mata saya. Saya tampaknya sudah sering maklum dengan kinerja prosesor tua yang seringkali ngambek saat membuka banyak aplikasi lainnya. Kali ini saya ingin kinerja yang tidak terganggu lagi. Beruntung, ASUS memasang prosesor modern Intel Core i5 generasi ke-10 pada A416, sebagai daya tariknya.

logo banner Intel Core i5
Pemahaman saya soal hardware memang tidak cukup baik. Namun yang saya tahu, prosesornya sudah dibekali konfigurasi empat inti, 8 thread, dan boost clock hingga 3.65GHz, yang membuat menonton film menjadi sesuatu yang dilahap mudah oleh ASUS VivoBook 14 A416. 

Bahkan kalau saya ingin bermain game Ragnarok Online sekadar nostalgia saat sekolah, bukan masalah bagi laptop ini. Karena ASUS membenamkan chip grafis NVIDIA GeForce MX330 yang bisa juga digeber untuk editing foto dan video.

Saya juga baru tahu kalai di dalam tubuh laptop ini juga tersimpan RAM 8GB yang bisa di-upgrade hingga 12GB, menjadikan multitasking adalah hal yang sudah pasti mudah dilakukan. Dengan penyimpanan ganda 2.5" SATA dan M.2 PCIe, laptop ini bisa dipasang SSD dan HDD sekaligus. Lewat klaim HDD hingga 1TB, itu artinya saya tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk memilah file-file lama atau menghapus software tertentu karena harddisk kepenuhan. 

tampilan visual ASUS VivoBook 14 A416

Ah, ASUS.

Tampilan keyboard VivoBook 14 A416 saja begitu membuat saya tak sabar. Keyboard3 full-size dengan backlit akan bisa membuat saya tetap bisa mengetik sinopsis, plot atau treatment skenario dalam kondisi kamar bercahaya remang-remang saat malam. Panel sentuh pun bisa diubah menjadi panel angka berpendar cahaya LED berkat ASUS NumberPad.

Bisakah saya tidak jatuh hati pada laptop cantik ini?

Mungkin sulit.

Karena laptop dengan bobot 1.5 kilogram ini akan membuat seluruh file tulisan-tulisan saya  menjadi sangat aman berkat sensor keamanan sidik jari di touchpad dan Windows Hello. Belum lagi fitur peredam getaran HDD E-A-R® yang bisa melindungi data dari setiap benturan, sangat cocok untuk diri saya yang kerap bepergian dengan sepeda motor.

ASUS VivoBook 14 A416 (1)
MyASUS, penghubung laptop - smartphone
Menutup perasaan terpesona saya, ASUS VivoBook 14 A416 juga mendukung MyASUS. Lewat aplikasi ini, saya dapat memahami si cantik berwarna transparent silver dan slate grey ini lebih mudah. Karena MyASUS menyediakan fitur pemindai sistem laptop, menemukan dan memperbaiki masalah otomatis. Bahkan melalui MyASUS, saya bisa mengintegrasikan smartphone dengan laptop sehingga memungkinkan memperoleh notifikasi ponsel, melakukan panggilan sampai berbagi file jauh lebih intim antar dua gawai.

Tuhan, saya sangat terpikat dengan ASUS VivoBook 14 A416 ini.

Perjalanan yang Baru Dimulai

Ah, pernahkah kalian merasa seperti melakukan hal yang sia-sia?

Itu adalah yang saya pikirkan ketika mengambil langkah di dunia kepenulisan ini. Kegusaran jelas saya rasakan. Berbagai pertanyaan seperti selalu berputar bahkan hingga detik ini mengenai apakah ini sudah benar? Bagaimana kalau saya jauh lebih terpuruk seperti tahun-tahun sebelumnya?

Sungguh kecemasan khas manusia.

Saya jadi ingat ucapan investor Amerika kelahiran Lebanon, Ziad K. Abdelnour, 'Hanya karena masa lalu tidak seperti yang kita mau, bukan berarti masa depan tidak bisa lebih baik dari yang kita bayangkan'.

Harapan.

Ya, saya ingin memulai 2021 ini dengan kembali berharap.

Tak ada yang tahu akan sejauh apa impian masa muda itu membawa saya melangkah. Namun dari apa yang terjadi setahun terakhir, saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk berharap. Tentu tidak ada yang namanya kebetulan, karena keputusan yang saya buat di tahun lalu, membuat saya bertemu dengan orang-orang hebat yang sebelumnya cuma ada di batas imajinasi saja. 

Jika boleh bertransaksi denganMu, Tuhan, saya ingin merasakan keajaiban-keajaiban lagi di masa depan. Karena saya tidak mau berakhir menjadi umatMu yang seperti seonggok daging, cuma bisa berjalan saja di muka Bumi ini.

Jadi, apa kita bisa memulainya?

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

15 komentar

  1. Ada yang bilang penyesalan itu selalu buruk, tapi ga juga sih. Penyesalan membuat kita tau letak kesalahannya dimana dan sebisa mungkin menghindari buat jatuh ke lubang yang sama.

    Mungkin punya perangkat yang kompatibel untuk menjadikan kamu kembali lagi jadi wanita lajang yg punya banyak ide kreatif, adalah ide yg bagus. VivoBook 14 A416? Pilihan yg bagus. Coba deh temukan lagi passion di taun 2021 ini dgn kembali berharap.

    Semoga berjodoh ya dengan ASUS VivoBook 14 (1416) saya dukung. Salam kenal btw

    BalasHapus
  2. Tetap optimis dan semangat ya kak, miracle itu pasti ada asal kita mau berusaha, semoga berjodoh dengan ASUS 14 A416, semoga jadi winner buat kehidupan ini ya

    BalasHapus
  3. Selain membuka pintu masa depan. punya laptop kayak ASUS ini juga membuka pintu rezeki ya mba. Hehehe. Soalnya kerjaan kita beres sebagai blogger. Apalagi pas lagi banyak job dan dikejar deadline.

    BalasHapus
  4. wah menarik banget ya mbak laptop asus ini. tampilan visualnya ciamik banget. apalagi ditunjang dengan ram 8gb pasti lebih mudah untuk multitasking ya mbak arai

    BalasHapus
  5. Ketika impian membutuhkan sebuah keajaiban akan membuat impian itu menjadi kenyataan.
    Melalui Asus dapat mengubah segala kemungkinan

    BalasHapus
  6. Sayap yang tepat akan membantumu untuk terbang dengan baik. Macam ASUS ini yang bisa jadi perartara untuk semakin produktif dan berkembang ya. Fiturnya oke-oke, semoga bisa meminangnya lain hari.

    BalasHapus
  7. Berbagai fitur ASUS VivoBook 16 A416 ini sangat mendukung untuk PJJ ya kak... perlu nih dimiliki siapa pun untuk melancarkan pekerjaannya

    BalasHapus
  8. dari penyesalan kita belajar yaa mba, semoga di tahun 2021 ini semakin lebih dekat dengan impianmu bersama asus vivobook

    BalasHapus
  9. ASUS VivoBook ini emang laptop kekinian yang lagi trend sehingga digunakan semua kalangan mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantoran dan kreatif. Dapur pacunya mumpuni ya untuk mengerjakan ragam pekerjaan .. semoga saya juga bisa memiliki ASUS VivoBook ini juga ..

    BalasHapus
  10. Hallo Arai, aku bacanya sedih ketika melepaskan impian di IKJ dan yang kedua di FTV. Ada apakah? huhuhu... padahal sudah berada di jalurnya, tinggal jalan barengan dengan keretanya.
    Anw, semoga bisa mendapatkan mimpinya dengan Asus Vivobook yaa, tongkrongannya keren dan performa juga ngga mengecewakan.

    BalasHapus
  11. Benar banget kalau laptop adalah sayap bagi para penulis. Saya pun, entah sudah berapa ratusan ribu kata yang saya tulis melalui tombol-tombol di papan ketik laptop. ASUS VivoBook 14 A416 ini sangat cocok untuk menjadi sayap bagi para penulis di luar sana.

    BalasHapus
  12. Asus VivoBook 14 A416 memang cocok buat para kreator konten sperti kak Arai. Sebab bentuknya yang ergonomis dan fungsional banyak membantu produktivitas.

    BalasHapus
  13. Semoga sayap kakak yang terluka parah itu segera sembuh yaa dan kembali terbang. Laptop ASUS VivoBook ini memang impian banget terutama pekerja kreatif

    BalasHapus
  14. Yuk mulai. bangun tidur dulu lalu jalan kaki. ntar tiba tiba udah ada di ujung jalan. laptop asusnya udah menanti di sana dengan senyum mengembang. haiyaaa.... semangat Arai...

    BalasHapus
  15. Suka dengan cara bertuturnya kak, diksinya juga. Semoga bisa gapai impian yang tertunda. dan dipermudahkan segala urusan. Btw, laptop Asus menjadi dambaan bloger nih.

    BalasHapus

Posting Komentar