Review 'ALICE' (2020): Misteri Perjalanan Waktu yang Nanggung

37 komentar

review Alice 2020

Review ALICE  kali ini, menjadi artikel ulasan drama Korea (drakor) pertama saya di heyarai *ciyee. Serial dramanya sendiri pun baru kelar pekan lalu yakni hari Sabtu, 24 Oktober 2020 dan menyisakan banyak pertanyaan di benak saya.

Alasan utama saya menonton ALICE adalah karena drakor ini memasang si ganteng Joo Won sebagai pemeran utama. Joo Won adalah salah satu aktor drama Korea yang saya sukai. Sudah jatuh cinta sejak debut sebagai Go Ma Joon di KING OF BAKING, KIM TAKGU (2010), proyek Joo Won lainnya selalu saya tonton. Mulai dari BRIDAL MASK (2012), 7TH GRADE CIVIL SERVANT (2013), FASHION KING (2014), YONG-PAL (2015), MY SASSY GIRL (2017) dan tentunya GOOD DOCTOR (2013) yang sangat luar biasa itu.

Bisa dibilang juga kalau ALICE adalah drakor pertama Joo Won usai keluar dari wajib militer pada tahun 2019 lalu. Namun selain dua alasan itu, tema fiksi ilmiah yang diusung ALICE menjadikan drakor ini sebagai salah satu yang wajib ditonton.

Jadi, apakah ALICE memang memuaskan dan jadi proyek comeback yang tepat untuk Joo Won? Yuk langsung aja kita bersama bahas review ALICE (2020)!

Sinopsis Drama Korea 'ALICE' (2020)

poster resmi promosi ALICE
poster resmi promosi ALICE

Untuk membuka review ALICE kali ini, ada baiknya kamu tahu terlebih dulu sinopsis dari serial drama yang diarahkan oleh Baek Soo Chan ini. Kisah dalam drakor yang ditayangkan di jaringan SBS ini diawali pada tahun 2050, saat sepasang rekan kerja yang juga kekasih bernama Yoon Tae Yi (Kim Hee Sun) dan Yoo Min Hyuk (Kwak Si Yang) melakukan perjalanan waktu menggunakan teknologi organisasi bernama Alice, ke tahun 1992.

Alasan mereka ke masa lalu adalah untuk memburu buku Nubuat yang berisi ramalan akhir perjalanan waktu. Buku itu sendiri disimpan oleh Dr. Jang Dong Shik (Jang Hyun Sung). Sayang Tae Yi dan Min Hyuk terlambat karena Dong Sik dibunuh oleh Lee Se Hon (Park In Soo), tapi Tae Yi berhasil menyelamatkan buku Nubuat diam-diam.

Kisah mulai menarik saat Tae Yi menyadari kalau dirinya hamil. Min Hyuk meminta dia menggugurkan kehamilan karena bayi itu pasti ada dalam kondisi cacat, karena melintasi lubang cacing. Menyadari kalau putra yang dikandungnya serupa dengan ramalan dalam buku Nubuat bahwa 'anak yang terlahir lewat pintu waktu akan memiliki kemampuan menghentikan waktu', Tae Yi pun meninggalkan Min Hyuk dan tinggal di tahun 1992.

Cerita berlanjut ke tahun 2010 saat Tae Yi sudah hidup di masa lampau dengan nama Park Sun Young bersama putranya yang menderita Alexithymia (ketidakmampuan mengungkapkan emosi), bernama Park Jin Gyeom. Tae Yi yang dianggap mengkhianati Alice terus diburu dan akhirnya tewas terbunuh. Misteri kematian Tae Yi inilah yang membuat Jin Gyeom menyimpan dendam dan akhirnya tumbuh dewasa bersama Go Hyeon Seok (Kim Sang Ho), sebagai detektif kepolisian.

adegan kematian Sun Young/Tae Yi
Poor Jin Gyeom's mentallity, melihat Ibunya tewas + 5 kali
 

Di tahun 2020 saat dirinya sudah dewasa, Jin Gyeom berjumpa dengan seorang Professor Fisika cerdas bernama Tae Yi yang berwajah mirip dengan Ibunya. Di situlah perjalanan Jin Gyeom untuk mengungkap siapa pembunuh Ibunya, hingga jati dirinya yang sebenarnya terungkap. Jin Gyeom yang ternyata mempunyai kemampuan melintasi waktu tanpa teknologi Alice akan terlibat dalam sebuah misteri dunia paralel, dengan berbagai kematian menyedihkan. Hingga akhirnya dia menyadari siapa dirinya sebenarnya, dan seperti apakah takdirnya dalam buku Nubuat tersebut.

Baca juga artikel lain soal review:

Review 'ALICE' (2020) Versi Saya Selama Menonton

Hanya dalam dua-tiga episode saja, saya bisa langsung tertarik dengan ALICE. Premis serial drama ini sebetulnya sudah sering dipakai dalam beberapa drakor lain, yakni mencari tersangka pembunuh orang yang disayang. Namun balutan time traveller, membuat ALICE jadi perhatian saya. Meskipun awalnya cukup cemas, karena khawatir kalau kisah perjalanan waktu dan dunia paralelnya nanti akan se-meh THE KING: ETERNAL MONARCH (2020) milik Lee Min Ho.

Karena jujur, THE KING: ETERNAL MONARCH (2020) menurut saya sangatlah overrated. Kisah perjalanan waktu dan melintasi dunia paralel terlalu dibuat-buat, dan sedikit pendekatan ilmiahnya. Untung saja dalam ALICE, masih dijelaskan kalau para time-traveller menggunakan device khusus, sebuah perangkat yang membuat mereka dapat pergi ke masa lalu dan masa depan.

10 episode awal ALICE, membuat saya cukup kagum dengan naskah buatan Kim Kyu Won, Kang Cheol Gyu dan Kim Ga Yeong ini. Apalagi sosok Tae Yi di tahun 2020 memang digambarkan sebagai seorang profesor Fisika yang cerdas. Kita bahkan akan berkenalan dengan sejumlah rumus Fisika Kuantum, termasuk teori paradoks kucing Schrödinger, ketika seorang time traveller bernama Ju Hae Min (Yoon Joo Man), hendak membunuh Tae Yi.

Sekadar informasi, teori kucing Schrödinger adalah sebuah eksperimen imajiner yang dirancang fisikawan Austria bernama Erwin Schrödinger. Melalui eksperimen ini, Erwin menyadari bahwa apa yang dilihatnya merupakan masalah interpretasi Kopenhagen mekanika kuantum.

Kalau kamu pernah menonton ANT-MAN (2015), ANT-MAN AND THE WASP (2018) dan AVENGERS: ENDGAME (2019), mekanika kuantum tentu bukanlah istilah asing. Di dalam dunia kuantum, partikel yang ada memang kerap berperilaku tidak normal. Sehingga hukum-hukum Fisika klasik seperti hukum Newton yang sangat populer itu tak berlaku. Penjabaran persamaan matematika tingkat lanjut inilah yang tampaknya menjadi inti kisah dari ALICE, dan membuat saya cukup bertahan menonton hingga akhir.


Tae Yi masa depan ke tahun 1992
Kim Hee Sun sebagai Tae Yi dari 2050 di tahun 1992, cantik!

Setelah disuguhkan pada kisah-kisah orang yang kembali ke masa lalu untuk menemui kembali sosok yang disayang atau sekadar balas dendam, ALICE kembali pada premis kisahnya, menemukan siapa pembunuh Tae Yi/Sun Young di tahun 2010. Saya cukup takjub dengan akting Hee Sun (termasuk staf make-up dan penata busana), karena bisa menampilkan sosok Tae Yi di tahun 2010 dan tahun 2020 yang sangat berbeda.

Akting Joo Won tak perlu diragukan, karena dia tampil total sebagai pemuda yang sulit berekspresi, tapi begitu berani dan punya tekad sekeras baja. Namun bagi saya, sang character stealer dalam ALICE adalah Min Hyuk. Sosok Si Yang mencuri perhatian saya saat berperan sebagai Seo Joon di OH MY GHOST (2015). Sempat tampil di CHICAGO TYPEWRITER (2017) dan FIGHT FOR MY WAY (2017), saya baru tahu kalau kemampuan aktingnya memang superb di ALICE.

Bisa dibilang karakter Min Hyuk di sini sangatlah menyedihkan dan selalu serba salah. Tatapan kesedihannya saat melihat Tae Yi di tahun 2020 yang berbeda dengan Tae Yi di 2050, begitu pula saat memandang Jin Gyeom, terasa begitu tulus. Apalagi ketika Min Hyuk akhirnya tahu fakta kematian Tae Yi hingga konspirasi yang terjadi di Alice, pergulatan batin yang diperlihatkan Si Yang sangat memuaskan. Ditambah dengan beberapa adegan action, Si Yang adalah hot daddy aktor yang tak bisa diremehkan.

Joo Win - Kwak Si Yang
Oleng setiap kali Joo Won dan Si Yang satu adegan
 

Karena ALICE dibangun dengan fondasi sebuah organisasi yang memiliki teknologi melintasi waktu, kita akan diajak memasuki gedung Alice yang begitu dipenuhi teknologi futuristik khas masa depan. Sekali lagi saya cukup takjub dengan pemilihan tema yang cukup serius. Kesan suspense thriller juga cukup terasa di paruh akhir serial drama ini, saat akhirnya sosok-sosok di tahun 2050 yang datang ke 2020.

Tetapi yang saya takutkan terjadi, jelang 5-6 episode akhir ALICE, kisahnya tampak cukup kedodoran. Teori perjalanan waktu dalam ALICE sedikit tumpang tindih dengan kisah dunia paralel. Salah satu yang paling membuat saya penasaran adalah sang Professor kepala Institut Ilmu Pengetahuan Lanjutan Kuiper, Seok Oh Won (Choi Won Young) di tahun 2050, 2020 dan 2010. Kalau memang mereka berbagi masa lalu yang sama, usia Oh Won di tahun 2050 seharusnya berbeda di 2020 seperti kisah perjalanan waktu Han Sun Hee (Oh Yeon A) dan Yang Hong Seob (Lee Jung Hyun).

Begitu pula pembunuhan Sun Young/Tae Yi yang terjadi di tahun 2010 versi Jin Gyeom, sangatlah berbeda dengan dua kali masa lalu yang didatangi Jin Gyeom. Namun jika dikembalikan kepada teori paradoks Schrödinger, saya mencoba memahaminya.

SPOILER Bagian Ending 'ALICE'

Bagi kamu yang belum menonton ALICE, mungkin bisa melewati bagian review ALICE yang satu ini karena akan memuat banyak spoiler. Di sini saya akan membahas 2-3 episode akhir dari ALICE.

Dalam episode-episode terakhir ALICE, terungkap sudah akhirnya sosok pembunuh Tae Yi alias Guru yang sangat dihormati oleh Oh Won versi 2050 dan Direktur Alice, Ki Cheol Am (Kim Kyung Nam). Sangat mengejutkan karena sang Guru adalah Jin Gyeom tua di tahun 2050. Cukup bikin tergelak melihat sosok Joo Won menggunakan riasan prostetik, sehingga membuatnya bak kakek-kakek tua yang penuh kerut, tapi otot wajahnya sulit bergerak itu.

Jin Gyeom 2020 vs Jin Gyeom 2050
 

Jin Gyeom tua itulah yang membunuh Tae Yi di tahun 2010, sebagai upaya untuk menghentikan kutukan buruk akan hidupnya, yang berada dalam buku Nubuat. Kita akan tahu bahwa halaman terakhir buku Nubuat yang diperebutkan banyak pihak itu mengungkapkan bahwa 'Dia akan dihukum karena membuka pintu waktu, dengan dibunuh oleh putranya. Putranya sang penghancur, hanya bisa dibunuh oleh ciptaan hebatnya'.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa Tae Yi yang membuka pintu waktu, akhirnya harus tewas di tangan Jin Gyeom (versi tua). Namun Jin Gyeom si pembunuh Tae Yi itu berasal dari paralel lain yang akhirnya saling bertemu dengan Jin Gyeom sang detektif. Jin Gyeom sang detektif membuat sebuah perbedaan langkah dengan versi tua dirinya. Jin Gyeom menghentikan dirinya untuk menjadi seorang monster seperti versi tuanya.

Mewujudkan apa yang tertulis di halaman akhir buku Nubuat, dia membunuh dirinya yang sudah tua sekaligus me-reset masa depan. Alice pun hilang, seluruh time traveller sekaligus kenangan yang ada pun musnah, termasuk Jin Gyeom. Bahkan Min Hyuk yang tewas dibunuh Oh Won di Alice pun tak kembali, huhuhu...

adegan kematian Min Hyuk di ALICE
adegan kematian Min Hyuk yang so painfull

 
poor Min Hyuk 

#JusticeForMinHyuk.

Hanya Tae Yi di tahun 2020 yang hidup kembali setelah dibunuh Jin Gyeom tua di Alice, masih bisa mengingat sosok sang detektif. Adegan akhir dari ALICE memperlihatkan Tae Yi bertemu kembali dengan Jin Gyeom lainnya yang kini berprofesi sebagai arsitek, dengan sedikit sisa kenangan detektif Jin Gyeom.

Setelah melihat ending dari ALICE, kepuasan di benak saya tidaklah benar-benar plong. Saya sebetulnya berharap setelahreset, Tae Yi akan hidup bahagia dengan Min Hyuk. Sementara Jin Gyeom bersatu dengan Kim Do Yeon (Lee Da In), gadis yang selalu menemaninya, dan membuatnya menjadi Jin Gyeom yang lebih hangat, tak seperti Jin Gyeom tua.

kisah Min Hyuk - Tae Yi
Kisah lain Min Hyuk dan Tae Yi, bahagia di tahun 1992

Kemudian, ada juga dua pertanyaan besar yang sama sekali tidak terjawab hingga ending ALICE. Pertama, siapakah penulis buku Nubuat dan kedua, siapakah sosok Ibu Tae Yi yang menemukan buku Nubuat untuk kali pertama. Hal aneh tak masuk akal lainnya adalah mengenai Tae Yi di tahun 1992 yang ternyata adalah masa kecil Tae Yi di 2050. Gap usia ini sepertinya tidak dijelaskan oleh sang penulis skenario, yang membuat teori perjalanan waktu di ALICE sangatlah kusut dengan tempelan dunia paralel, dan sangat nanggung.

Sehingga bisa juga disimpulkan kalau premis ALICE setelah terungkap di episode 13 adalah seorang perempuan yang ingin kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan dirinya, tapi kemudian terjerat kisah romantis dengan sosok putranya, yang justru membunuhnya. 

Hahaha tidak. 

ALICE adalah kisah seorang perempuan yang ingin kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan dirinya. Namun tindakannya melintasi waktu, mengubah takdir Tuhan, berujung pada sebuah hukuman yang harus dibayar lewat kematiannya.

adegan akhir ALICE
Adegan akhir 'ALICE'

Baca juga artikel soal travelling:

Jadi, Apakah 'ALICE' Layak Ditonton?

Lepas dari plot hole yang tercipta soal multiverse, saya tetap menyarankan kalian menonton ALICE. Karena teori perjalanan waktu yang disuguhkan di sini dengan berbagai pendekatan fiksi ilmiah (meskipun ada bumbu ramalan), termasuk salah satu yang terbaik. 

Perbedaan usia antara Joo Won-Hee Sun yang 10 tahun juga tidak masalah dalam menghidupkan karakter Jin Gyeom-Tae Yi entah sebagai anak-Ibu atau dua orang yang saling terpikat. Bahkan yang menarik, Joo Won dan Si Yang terlahir di tahun sama yakni 1987, tetap bisa membangun chemistry sebagai anak-Ayah yang complicated.

Apalagi kalau kalian menyukai drakor yang tidak melulu soal cinta dan lebih butuh ketegangan dan misteri yang bikin berpikir, ALICE jelas jadi jawaban. Terbukti dari rating ALICE yang cukup tinggi, menembus dua digit pada banyak episode dan stabil di angka 9 pada episode-episode akhir.

Dibandingkan drakor lain soal time travelling yang sudah saya tonton seperti ROOFTOP PRINCE (2012), SIGNAL (2016), MOON LOVERS (2016), TOMORROW WITH YOU (2017) dan THE KING: ETERNAL MONARCH (2020), ALICE mencoba menawarkan perjalanan melintasi waktu secara lebih berbobot. Jajaran cast yang dipilih dan kisah karakter pendukung dibangun dengan cukup serius, termasuk organisasi Alice itu sendiri.

Untuk itulah dalam review ALICE kali ini, bagi kamu yang ingin menonton drakor yang tidak biasa, ALICE adalah pilihan tepat. Bersama dengan ITAEWON CLASS, CRASH LANDING ON YOU, FLOWER OF EVIL, EXTRACURRICULAR, KINGDOM 2, STRANGER 2, THE WORLD OF THE MARRIED, HOSPITAL PLAYLIST, DR.ROMANTIC 2, IT'S OKAY TO NOT BE OKAY, ALICE adalah salah satu drakor terbaik versi saya di 2020. 

Selamat menonton!

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

37 komentar

  1. Hadeeeh, ini drakornya pasti ribet nih. Persis seperti saya mikir keras pas ngikutin serial DARK di Netflix. Hihihi. Tapi nonton film atau drama dengan konsep perjalanan waktu begini selalu menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau dibandingin sama Dark menurutku masih jauh sih kak. Dark, Stranger Things, Black Mirror dn kawan2 itu bukan bikin pusing, tp sampe insomnia hahaha.

      Hapus
  2. Awalnya aku kira ini alice film holywood tapi ternyata film korea. Jadi ke spoiler nih pengen liat juga kalo pas selo wkwk

    BalasHapus
  3. Kirain alice in wonderland versi Korea, haha.. Dari judulnya semacam kurang cocok ya sama genre filmnya. Tapi aku hanyalah penikmat film yang cuma bisa nonton, hehe..

    Film Korea genre apa aja mah keknya selalu enak buat ditonton, apalagi liat pemainnya, hihi, ya nggak kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya kalau disambungin sm kisah Alice in Wonderland berkaitan sih kak. Alice inWonderland kn petualangan seorang gadis di dunia dg makhluk2 ajaib, setelah masuk lewat lubang. Jadi seperti para time traveller di drakor Alice, mereka melewati lubang cacing utk melintasi waktu ke masa lalu, k dunia yg 'aneh'. Jadi nggak trlalu jauh sih, hehe.

      Setuju kak, emang aktor-aktrisnya sangat menjual hihi. Didukung genrenya bermacem2, betah dah

      Hapus
    2. Kaaan sama kaya akuu, aku juga ngiranya begini nih, hihihi

      Hapus
  4. Membaca ini saya jadi tahu soal teori paradoks kucing Schrödinger. Btw kalau nonton film korea biasanya dimana mbak? Saya belum pernah nonton soalnya, tapi baca resensi Alice ini kok jadi tertarik ya, walau tragis sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes mba Ren, aku juga suka karena ada paradoks Schrödinger hehe. Kalau ALICE ini aku nonton di VIU. Sejauh ini ak langganan VIU dn Netflix kalau mau ntn serial dn film Korea

      Hapus
  5. Pertama liat judulnya kirain film Hollywood eh ternyata drakor ya.. rumit baca cerita nya dari awal, tapi kok tetep penasaran pengen liat filmnya juga hahah

    BalasHapus
  6. Ealah, kirain film Hollywood.. aku dah lama banget gak update drakor nih.. kalo baca Review nga ini bagus juga ya

    BalasHapus
  7. Ini jadi kayak jumanjie bukan sih? Berpindah menuju waktu yg berbeda melalui buku?

    Suka ya drakor nih, suka aja nyekipin pengetahuan baru buat kita yaa. Schrodinger nih pernh denger jg, keren jg nih dimasukin dlm drakor ini. Jadi kangen nntn drama nih. Makasih reviewnya Mba Arai..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan kak Ghin. Jumanji kan pake papan permainan, kalau Alice ini Buku Nubuat-nya lebih ke ramalan gitu. Kayak ramalan Harry Potter-Voldemort gitu lah hahaha. Sementara untuk pindah ke waktu yang berbeda, pake teknologi dari organisasi bernama Alice, gitu

      Hapus
  8. Hore aku udah nonton tapi belum tamat, asik ada temen yang suka drakor hahaha ... kurang ending aja. Seru ALICE asli. Aku lagi nonton Dodomisola, bikin ngakak seru, nyengir geli mba. Udah dapet bocoran spoiler alice jadi makin penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahduh, maaf mbak kalau spoiler mkwkwkw. Aturannya, mbak cuma baca paragraf awal aja haha, tapi memang ALICE ini salah satu yang terkeren di 2020, lepas dari kekurangan-kelebihannya.

      Semalam juga habis ngelarin Record of Youth. Sekarang lagi ngikutin ongoing si Tale of Nine Tailed, 18 Again sm Start Up (bwaguus ini haha). Coba deh aku lirik2 Do Do Sol, ada Go Ara kan ya?

      Hapus
  9. Aku suka sama cerita yang pakai konsep time travel begini nih, tapi memang potensi kedodorannya gede ya, karena jadi harus merancang cerita yang logis (meski konsep dasarnya memang fantasi, tapi enggak boleh kebanyakan bolong juga kan).

    BalasHapus
  10. ya Ampun saya harus berulang kali nengok namanya. Entah mengapa kalau drakor gini hanya 1 atau 2 nama yang saya mudah ingat. Membaca sinopsisnya sepertinya bagus, tapi ini harus bener-bener diikuti alur ceritanya ya, biar paham.

    BalasHapus
  11. Sebenarnya ya setiap film atau serial, premis yg diangkat pasti itu2 jg ya kak, cuma yg ini kayaknya punya kelebihan di balutan time travellernya yg lebih ilmiah. Menarik sih utk saya yg masih belum biasa nonton drakor hehe

    BalasHapus
  12. aku baru nonton epsiode 1 langsung di skip, kalah sama lies of lies, hehe. tapi baca reviewnya kak arai aku jadi pengen nonton nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha mbak Eka. Aku malah ga tertarik sm Lies of Lies, terlalu melankolis kayaknya pas baca sinopsis. Jadi inget Secret Love-nya Hwang Jung Eum dn Ji Sung, gasukaaa.

      Makanya lebih minat ke Alice, kebetulan suka film/serial yang fiksi ilmiah gini sih mkwkw

      Hapus
    2. biasa pan emak-emak mah doyan film jenis begini, sepanjang film nangis mulu sih, hahahaha. aku ngejar alice deh, aku suka sih sama pemeran wanitanya, cantik, hehehe

      Hapus
  13. Aku jadi pengen nonton juga ALICE.
    Perasaan udah pernah nonton tapi lupa juga gak asing sama judulnya. Hehe

    BalasHapus
  14. Tolonglah ini racun drama wkwkw. Aku jadi tertarik buat nonton filmnya. kayaknya seru banget bahas tentang time traveler gitu. Penasaran wkwkw

    BalasHapus
  15. Saya bukan penggemar film Korea. Kirain hanya tentang cinta atau pelakor saja. Tapi ada juga ya bertema dunia paralel. Keren Mbak. Hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, genre serial drama/film Korea sebetulnya sangat luas sekali. Jauh lebih luas daripada Indonesia. Mungkin karena efek The World of Married, jadi berkesan drakor isinya pelakor, padahal sangat segelintir hahaha. Iya kalau sinetron Indonesia, pagi sampe malem nangis mulu lihat suami selingkuh hehe.

      Hapus
  16. Drakor itu genrenya luas banget ya, bener-bener bisa menyesuaikan dengan selera kita. Tapi aku notice banget soal berbagai penyakit yang disuguhkan dalam berbagai drakor. Sampai akhirnya aku bikin postingan khusus buat penyakit-penyakit ini dengan kategori healthy. Seniat itu, padahal aku gak ngikutin drakornya.

    BalasHapus


  17. Alice... jadi peenasaran setelah baca ulasan diatas... rupanya drakor ga melulu membahas rumitnya percintaan ya kak

    BalasHapus

  18. Ceritanya rumit ya mbak, sepertinya. Tapi menarik sih. Apalagi kalau yang suka tema futuristik, dan serius seperti ini

    BalasHapus
  19. Ceritanya menarik walaupun bacanya harus pelan2 maklum tergolong telmi aku nih hehehe..jadi pengen nonton drakornya

    BalasHapus
    Balasan
    1. gapapa mbak, mending telmi. Aku seringnya gak bisa mikir hahaha

      Hapus
  20. Duh ini serial kelas berat nih mbaaak. Saya penyuka drakor tapi suka yg ringan2 aja. Hhmmm, bolehlah buat referensi tontonan pas lg gabut. Btw, dulu pas jadi kim tak gu kayaknya menderita banget ya perannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mending nonton yang bahagia sederhana aja, aku juga suka yang ringan-ringan gitu. Joo Won di Baker King dulu jadi yang anak laki-laki jahat itu mbak, tapi memang dia menderita sih. Cuma nyebelin, tapi akutu suka cowok badboy gitu mkwkw

      Hapus
  21. aku penasaran sama drama ini karena liat di explore IG mulu.. wah ternyata dgn membaca artikel ini sudah terjawab penasaranku..dramanya dgn dunia pararel gini jadi inget KInge eternal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes bener, temanya hampir sama dengan King: Eternal Monarch yaitu dunia paralel dan perjalanan waktu.

      Tapi IMHO, kisah multiverse di Alice lebih bagus sih kak. Aku sedikit kecewa sama drakornya Lee Min Ho kemarin, meskipun memang keren dan aku ntn sampe abis, tapi tetap aja ada kecewa gitu

      Hapus
  22. Widiww Kak Arai udah ngereview drakor nih, bakalan seru deh hehe... wow Alice mampu melintasi waktu tanpa teknologi kayak time machine gitu yak... ckck... nice share

    BalasHapus
  23. ALICE bisa jadi pilihan pas pengen ngedrakor nih. Ceritanya yang menegangkan pas ditonton saat santai

    BalasHapus
  24. Sempat bosan nontonnya, namun karena penasaran dan suka dengan film petualangan seperti ini, akhirnya diulang² terus,.. dan keren reviewnya, krn dr review ini saya tahu, ternyata ada bgian yang saya salah faham....

    BalasHapus
  25. Aku suka cerita tentang perjalanan waktu. Karena ada fisikanya di sana. hiyaaaaaa.... padahal pengen lepas dari fisika yak. tapi gak bisa move on. wkwkwk... penasaran nih sama si Alice. nyari filmnya ah,.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email