Review 'GEEZ & ANN' (2021): Bukti LDR Tidak Cocok Untuk si Manja

17 komentar

review GEEZ ANN 2021

Sebetulnya kalau boleh jujur, saya belum memperoleh kepuasan saat menonton film yang diadaptasi dari novel Wattpad. Bolehlah novelnya ditonton jutaan orang, tapi ketika menjadi film, semua jatuhnya mayoritas sama, cheesy. Mungkin karena saya sudah semakin tua dan tak sanggup melihat kegombalan kawula muda, itu pula yang terjadi dalam perjalanan review GEZZ & ANN ini.

Memang GEEZ AND ANN kapan tayang sih?

Resmi dirilis pada 25 Februari 2021 kemarin di saluran streaming legal favorit saya, Netflix. 

Saya sendiri sebetulnya tidak membaca GEEZ AND ANN novel, sehingga review ini murni dari sudut pandang saya sebagai penonton filmnya, menikmati kerumitan kisah asmara LDR (Long Distance Relationship) alias hubungan jarak jauh pasangan muda.

Sinopsis 'GEEZ & ANN'

Karena saya bukan pembaca novel karya Nadhifa Allya Tsana alias Rintik Sendu ini, saya sedikit googling mengenai sinopsisnya dan tampaknya tidak memiliki perbedaan dengan versi filmnya. Hanya saja novel Geez & Ann rupanya dua jilid sedangkan untuk filmnya, belum ada kabar apakah MVP Pictures bakal merilis sekuelnya kelak.

Kisah dalam GEEZ & ANN fokus pada dua anak muda good looking yakni Gazza Cahyadi/Geez (Junior Roberts) dan Keana Amanda/Ann (Hanggini Purinda Retto) yang bertemu saat pensi sekolah. Di mana Ann dan gengnya Asta Batari yang sangat berisik itu menjadi panitia pensi dan Geez adalah gitaris/vokalis band yang jadi salah satu pengisi dalam pensi sekolah.

Dari pertemuan pertama, Geez tampaknya sudah terpikat dengan Ann si Ketua Panitia Pensi SMA tapi Ann memilih cuek dan tak peduli. Geez bahkan percaya diri bertanya mengenai penampilannya di panggung yang dijawab kurang menarik oleh Ann. 

Dimulailah keinginan Geez untuk mendekati Ann yang didasari alasan ingin Ann menilai lagu rock hasil karyanya yang sebetulnya benar-benar nggak rock sama sekali.

adegan GEEZ & ANN
aksi PDKT si Dewa Kejutan ke Peri Kecil di Metromini

Geez melakukan hal-hal yang tentu sangat disukai gadis remaja SMA seperti mendadak muncul di metromini, mengantarkan Ann pulang sampai membelikan boba tea untuk teman satu geng Ann, sebagai upaya 'sogokan' agar diberi izin mengajak Ann kencan.

Kisah cinta pelajar dan alumni SMA ini tampak so sweet sampai akhirnya Geez harus kuliah ke Jerman atas permintaan sang Ibu (Dewi Rezer). Sebagai anak tunggal yang hidup dengan single mother, Geez tentu harus jadi anak berbakti. Namun Geez hanyalah pemuda yang tengah jatuh hati dan tak mau melepaskan Ann. Jika orangtua dan kakak Ann begitu menyukai Geez, tidak dengan sang Ibu yang justru memandang keluarga Ann tidak selevel dengannya.

Ibu Geez yang adalah seorang pebisnis memang sangat keras hati, membuat seluruh impiannya dibebankan kepada Geez. Konflik terjadi saat Geez harus berangkat ke Jerman bersamaan dengan ulang tahun Ann. Geez memilih kabur dari bandara dan datang ke cafe, kemudian mengajak Ann untuk kencan romantis nan mahal di pinggir pantai. Tetapi ternyata aksi Geez itu ketahuan dan sang Ibu datang, langsung memarahi Ann.

Perjuangan Geez dan Ann semakin runcing ketika mereka LDR. Ann tampak belum bisa menjalin hubungan jarak jauh, apalagi Geez sulit dihubungi. 

Bahkan ketika Ayah Ann (Indra Brasco) mengalami serangan jantung, membuat Ibu Ann (Ersa Mayori) yang seorang dosen mengalami kesulitan keuangan, Ann tak bisa menghubungi Geez untuk sekadar berkeluh kesah . Ann pun memilih menjadi part time di sebuah coffee shop milik Bayu (Roy Sungkono).

adegan GEEZ & ANN
Awal mula kisah karyawan jadi kekasih ala Ann - Bayu

Merasa Geez semakin jauh bahkan membatalkan kunjungannya ke Indonesia, membuat Ann semakin sedih. Kepiluan itu kemudian diisi oleh Bayu dan membuat hati Ann berubah sampai meminta putus dari Geez.

Puncaknya ketika Ann lulus sebagai yang terbaik di Fakultas Kedokteran UI, Ann justru berterimakasih kepada Bayu, padahal saat itu Geez datang dari Jerman karena sudah lulus kuliah hendak memberi kejutan dengan menghadiri wisuda Ann.

Tidak semua hal pantas untuk diperjuangkan. Ada kalanya berhenti memperjuangkan hal yang nggak perlu, merupakan pilihan tepat ~ Bayu

Kisah asmara Geez dan Ann pun akhirnya berakhir dengan sebuah keterlambatan. Meskipun sempat bertemu lagi rumah pohon, faktanya Ann sudah memilih Bayu dan membuat Geez harus melepaskan cintanya.

Review 'GEEZ & ANN' Menurut Saya

Dalam 105 menit perjalanan saya nonton GEEZ AND ANN, ada banyak sekali pertanyaan dan keluhan yang muncul bahkan sejak awal adegan dimulai. 

Dimulai dari Ann si Ketua Panitia Pensi yang entah bagaimana ceritanya, tidak mengenal Geez yang katanya Natha (Amel Carla) adalah alumni paling populer di SMA. Sebagai orang yang aktif di OSIS dan kebetulan menjadi panitia pensi sekolah, saya tentu tak terima

Bagaimana bisa Ketua Panitia Pensi nggak kenal dengan si pengisi acara? Kelewat cuek atau pura-pura doang? Apalagi sebelum hari H itu bakal ada yang namanya gladi resik, Ketua Pensi bakal tetap nggak kenal pengisi acara? Bisa runyam itu. 

Keluhan berikutnya ada pada teman-teman Ann dari geng Asta Batari yang menurut saya sungguh tak berguna dan terlalu banyak. Saya bahkan hanya bisa mengingat tiga orang dari geng Ann itu yakni Amel Carla, Shenina Chinnamon yang menjadi Tari dan Davina Karamoy sebagai Dina. Lima lainnya menurut saya lebih baik dihilangkan saja.

Kekacauan adegan pensi juga diperparah dengan aksi nge-band Junior Roberts yang lipsync. Ya, Junior tak ubahnya aktor FTV yang cuma menggerakkan mulut di atas panggung dan membuat saya bakal emosi kalau menonton GEEZ & ANN ini di bioskop. Entah apakah si Junior males belajar jadi anak band, atau si sutradara ingin cepat kelar syuting.

adegan GEEZ & ANN
smooth Move, Geez, smooth move...
Bergulir ke adegan-adegan selanjutnya, sebetulnya sinematografi yang disuguhkan Rizki cukup manis, begitu pula dengan alunan lagu pengiring suasana dan editing. Bahkan beberapa adegan romantis Geez terhadap Ann cukup membuat saya berdesir dan tersenyum mengingat people I can't have di masa lalu. Tetapi sikap romantis dan penuh rayu Geez ini justru jadi berlebihan karena sebetulnya dia dan Ann baru saja kenal. Ann tampak tidak terlalu terganggu saat Geez mendadak menyentuh rambut atau pundaknya, hingga mendekatkan kepalanya. 

adegan GEEZ & ANN
coba ibadah dulu bang Geez

Kalau Ann itu saya, mungkin bakal sudah saya gampar karena Geez terlihat seperti pria mesum. Meskipun ganteng.

Untung saja Geez hadir tidak sebagai pemuda sok puitis dan tampak rebel seperti Dilan dan banyak film-film remaja Indonesia saat ini, sehingga membuat saya cukup menikmati tampilan Junior yang memang memvisualkan Geez dan berpeluang bikin banyak cewek histeris. Namun Hanggini-lah yang sukses mencuri perhatian. Hanggini tampak begitu natural pada beberapa adegan terutama ketika tersenyum. Meskipun beberapa dialog terkesan 'murahan', Hanggini tetap menyampaikan secara nyaman dan tak berlebihan.

adegan GEEZ & ANN
kencan romantis nan mahal dengan kartu kredit Mama
Kening saya mulai berkerut ketika Geez dan Ann mulai memasuki fase LDR. Duo penulis skenario Cassandra Massardi dan Adi Nugroho tampaknya ingin terlebih dulu menguatkan kisah asmara kedua karakter secara perlahan, tapi saat LDR terjadi justru sudut pandang Geez jadi hilang.
Beberapa jarak diciptakan bukan untuk ditempuh, tapi untuk dibiarkan ~ Ann
Mungkin bisa saja kisah Geez selama di Jerman akan digambarkan pada sekuelnya, tapi justru inilah yang menjadikan GEEZ & ANN sangat berisiko dan bisa dibilang menyebalkan. Kita harus mengikuti kehidupan Ann yang sungguh sangat klise. Apalagi adegan saat Ann hendak tertabrak dan diselamatkan Bayu, itu bikin rolling eyes.

Ann berubah menjadi perempuan yang terlalu banyak menuntut dan banyak mau, doyan ngambek dan dramatis banget. Ann yang mungkin awalnya mau diperlihatkan sebagai gadis yang bisa hidup mandiri tanpa cowok justru berubah jadi si manja yang tak siap dengan berbagai risiko LDR. Tidak bisakah Ann percaya pada Geez? Tidak bisakah Ann juga menyadari kalau Geez harus menghadapi Ibunya yang sulit menerima sosok Ann?

Dan seperti layaknya pelarian atas ketidakmampuan komitmen LDR, Ann dengan mudahnya jatuh pada Bayu. Ann yang terlalu bucin benar-benar membuat saya cukup dan berharap GEEZ & ANN segera berakhir.

adegan GEEZ & ANN
Geez dan Ibunya beradu pendapat

Kalau boleh memilih siapakah yang begitu disia-siakan dalam GEEZ & ANN, mungkin adalah karakter Ibu Geez. Terlepas dari visual Dewi Rezer yang keren sebagai pebisnis perempuan kaya raya dan single mother, skenario tampaknya tak mau repot mengembangkan karakternya. Padahal akan cukup menarik jika kita tahu lebih dalam kenapa Ibu Geez sangat terluka dengan Ayah Geez, bagaimana perjuangannya menjadi sukses, sehingga mungkin saya akan cukup membelanya ketika Geez bisa jatuh hati pada Ann si gadis manja dan doyan ngambek yang mudah jatuh cinta itu.

Perlunya Serius Bikin Film Cinta Anak Muda

Meskipun saat membaca GEEZ & ANN sinopsis saya cukup semangat, tapi ketika usai menonton, harapan bahwa film romantis remaja Indonesia yang memuaskan tampaknya belum bisa terwujud. GEEZ & ANN cukup menarik secara visual, tapi dialog yang klise dan kisah lambat panas justru membuatnya membosankan terutama di paruh akhir cerita.

Beberapa perasaan tak ingin diabadikan. Mereka hanya ingin dititipkan dan dilepaskan di waktu yang baik ~ Ann

Belum lagi dengan cameo Tsana yang menjadi narator suara hati Ann, membuat GEEZ & ANN sangat menggelikan. Saya tidak tahu apa yang membuat sutradara atau produser memutuskan Tsana si penulis novel muncul sebagai narator yang benar-benar tidak nyambung itu. Karena sedari awal saya sudah terbiasa dengan Hanggini sebagai Ann, kenapa tiba-tiba ada suara aneh dengan berbagai kalimat sok puitis dari Tsana? Menjadikan GEEZ & ANN langsung melempem dan terlalu FTV untuk film yang tayang di Netflix.

Mungkin akan ada di antara kamu yang tidak setuju dengan review GEEZ & ANN kali ini. Bahkan saya seperti mendengar ucapan netizen 'Cuma bisa kritik, mana karyanya?'.

Ya memang sih saya belum bikin film, tapi sebagai penonton, saya punya hak untuk mengharapkan sebuah karya yang menarik. Produksi GEEZ & ANN adalah skala film layar lebar, yang seharusnya selevel dengan MARIPOSA (2020) atau di atas FTV yang kita nonton pagi-pagi itu. Jika memang sama-sama tayang di Netflix, GEEZ & ANN bahkan masih belum bisa dibandingkan dengan TO ALL THE BOYS: ALWAYS AND FOREVER (2021).

Bandingkan karakter Ann dan Lara Jean (Lana Condor) yang sama-sama dihadapkan pada LDR. Lara Jean masih cukup dewasa dan logis untuk tidak terlalu menggadaikan mimpi atas nama cinta, sementara Ann? Entah kebucinan atau memang tak bisa jauh dari pria yang membuatnya kehilangan akal dan begitu saja memilih Bayu. Apalagi tidak adanya fokus kisah ke Bayu, menjadikan kehadiran karakter itu seolah dipaksakan.

Apakah ini artinya film-film romansa remaja Indonesia era 2015-an masih hanya bisa dinikmati anak sekolah menengah saja? Entahlah. Cukup sedih padahal ada POSESIF (2017), YOWIS BEN (2018) hingga DUA GARIS BIRU (2019) yang sangat menarik. Dengan usainya review GEEZ & ANN, saya cuma berharap kalau memang mau dibuat sekuel, semoga hadir lebih baik dan semanis tampilannya.

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

17 komentar

  1. Like always, review film dari arai selalu bagus. Ntah saya bisa atau gak mengulas how i feel tentang film roman picisan kawula muda jaman sekarang semenarik cara arai. Yess, saya juga termasuk yang enggan menonton film roman kawula muda. Sudah lewat masa saya, hahahaha. But, saya suka review film arai kali ini. I'm learn a lot from you. Sukses sebagai reviewer film arai ❤️

    BalasHapus
  2. ini film di Netflix ya kak. setiap buka netflix selalu ada di bagian depan. rasanya pengen di klik aja tuh filmnya. tapi aku lebih tertarik sama drama korea hahahaha parah banget ya. btw aku suka caranya kak arai review film ini, jujur banget ya dari sudut pandang sendiri. aku juga sebenarnya memang kurang suka sama drama romance kawula muda.

    BalasHapus
  3. Saya senantg sekali mampir ke sini. Review yang mendalam dengan bahasa yang menyenangkan.

    By the way, saya malah belum kenalan sama si film dan novel Geez dan Ann ini di platform baca Wattpad.

    Semoga kritik manis ini dibaca untuk menjadi sekuel Geez and Ann jadi lebih manis

    BalasHapus
  4. wahhh aku jadi oenasaran sama filmnya ... nanti deh kalau weekend tak coba nonton bareng keluarga

    BalasHapus
  5. Mau nonton ini juga tapi netflixku gabisa dibuka. Kan beteee yaak. Ini ada di viu ngga sih?

    BalasHapus
  6. Ah iya.. udah set notif buat film ini di Netflix, tapi selalu terpinggirkan dengan drakor on going yang jadwalnya padat merayap udah kek les anak sekolah, wkwk.

    Btw, aku termasuk yang nggak bisa hubungan jarak jauh. Nggak kuat aku tuh. Aku tipe yang bahasa cintanya touch, jadi kalau jauh2 berasa nggak dicintai, wkwk.

    BalasHapus
  7. Romansa anak muda tuh bkin baper kdang, baca ulasan nya gini jdi modal biar ga anti baper dan bsa nemuin cara pandang lain

    BalasHapus
  8. Menarik banget. Saya oun tidak percaya dengan LDR tanpa ikatan pernikahan.

    BalasHapus
  9. penasaran sama akhir ceritanya, pas ke bawah ya sedih deh ujungnya pisah ya. pas baca ceritanya kayak langsung berimaginasi setiap adegannya, bagus banget kak cara memaparkan ceritanya seolah aku masuk dalam ceritanya. lanjutkan kak nulis review-review filmnya. jadi penasaran sama filmnya niy

    BalasHapus
  10. Reviewnya mengundang senyum senyum sendiri apalagi pas di kalimat "ingin saya gampar meskipun ganteng". Hehehe. Btw, aku lebih setuju ann sama bayu aja deh.

    BalasHapus
  11. Duh Geez dan Ann ini manis sekali kisahnya. Aku jadi pengen nonton juga. Film2 ringan romantis kayak gini cocok ditonton untuk mengisi waktu bersantai.

    BalasHapus
  12. Wkwkkwkwkw panitia pensi ngga kenal pengisi acaranya. Aneh berarti yakk. Kayak sinetron dong 😂😂

    BalasHapus
  13. Sebagai yang dari dulu demen LDR sih menurutku kisah ini related ya.. Hahaha.. aku belum baca bukunya atau nonton filmnya, tapi dari baca review ini sudah tergambar ya gimana filmnya.. jadi pengen nonton..

    BalasHapus
  14. Aku udah nonton ini dan setuju banget mbak kalau karakter Ibunya Geez kurang diperdalam. Aku jujur penasaran kenapa sikapnya dia begitu dan di akhirnya cuma begitu doang, nggak baikan atau apalah gitu.

    Dan bener gengnya Ann menurutku juga kebanyakan, aku malah nggak ada yang hapal.

    BalasHapus
  15. Geez & Ann ini cerita novel yang difilmnya ya? Wah, kalau baca review ceritanya sih menarik nih, lalu pemain filmnya aktor kawakan semua yang secara akting sudah mumpuni banget. Jadi pengen nonton juga

    BalasHapus
  16. filmnya kek menceritakan masa lalu diri sendiri tapi beda di akhir ceritanya, wkwk. Apalagi soal LDR, duh kalo sama-sama manja, ws dijamin gk bakalan kuat dan auto cari pengganti kayak di film ini. tapi byk juga si pesan-pesan yg didapat dari film geez ann, bookmark dlu filmnya. kapan-kapan mau nonton ah..

    BalasHapus
  17. Saya gak manja. Dari dulu saya LDR terus.. sekarang saya juga lagi ngecrush sama orang yg beda negara hahaha... crush doang 🤣

    BalasHapus

Posting Komentar