Jejak Langkah Astra Financial, 40 Tahun Dampingi Indonesia

32 komentar
Astra Financial
Menara Astra © Wikimedia/MrRamChandra
Kehilangan kedua orangtuanya di usia 12 tahun memaksa Tjia Kian Liong sebagai anak laki-laki tertua harus punya mental yang kuat. Tidak mudah tentunya meskipun sang Ayah mewarisi bisnis jualan hasil bumi padanya karena tanpa disadari, Kian Liong kecil harus dipaksa jadi lebih cepat dewasa demi empat adik-adiknya.

Tanpa adanya orangtua, Kian Liong harus menelan pil pahit saat dua kali gagal naik kelas. Menyerah jelas tak pernah ada dalam kamus hidup Kian Liong, karena pria kelahiran Majalengka itu terus bersekolah. Dirinya bahkan memiliki mata pelajaran favorit yakni ekonomi dan tata buku, dua hal yang akan menjadi pondasi utama seluruh jaringan bisnisnya di masa depan.

Terbiasa hidup penuh perjuangan sejak kecil, membuat Kian Liong tak pernah berminat untuk menghambur-hamburkan uangnya. Bahkan saat dirinya menikahi sang pujaan hati, Lily Anwar di usia 25 tahun, kedua sejoli itu bahkan pulang pergi dari kantor catatan sipil naik becak. Jangan harap ada tamu undangan atau bahkan juru potret, Kian Liong cuma menyimpan kenangan indah pernikahan itu benaknya.

Kian Liong percaya bahwa hidup itu adalah sebuah langkah panjang dan pilihan. Perjuangan, kerja keras, kesederhanaan dan doa adalah jari-jari yang melindungi api semangat keluarganya yang sudah dikaruniai empat orang anak kala itu. Dua tahun tinggal di luar negeri, Ibu Pertiwi memanggil Kian Liong kembali di tahun 1949.
ilustrasi wajah Tjia Kian Liong
Lily Anwar dan CEO Astra International berfoto di depan ilustrasi wajah Tjia Kian Liong © Liputan6/HO/Ilham
Tepat di kala usianya menginjak 35 tahun pada 1957 lalu, Kian Liong mengajak serta adik kandungnya, Tjia Kian Tie dan kedua orang temannya, Lim Peng Hong serta Teddy Thohir mendirikan Astra. Di awal perjalanannya, Astra adalah perusahaan yang memasarkan minuman ringan dan ekspor hasil bumi. Baru di tahun 1968, lini otomotif dimulai oleh Astra melalui aksi impor truk.

Memegang teguh prinsip untuk selalu mengembangkan kemampuan dan peningkatan pendidikan SDM (Sumber Daya Manusia), Kian Liong mulai menyimpan impian membangun Indonesia. Darah Tionghoa yang mengalir di dalam tubuhnya semakin menguatkan alasan dirinya untuk membuktikan betapa besar cinta dan kebanggaannya pada Nusantara.

Hal itulah yang mendorong Astra untuk melebarkan sayap bisnisnya ke sektor jasa keuangan. Tepat pada tahun 1981, PT Astra International mendirikan PT Raharja Sedaya yang setahun kemudian membeli mayoritas saham PT Maskapai Asuransi Buana. Dari unit bisnis keuangan yang lambat laun diberi nama Astra Financial itulah, Astra terus mendampingi roda kehidupan Indonesia hingga 40 tahun putaran itu berjalan.

Mimpi panjang Kian Liong atau yang lebih dikenal seantero negeri dengan nama William Soerjadjaja dalam menyejahterakan bangsa, mungkin bisa dibilang telah terwujud. Semangat, perjuangan dan harapan Oom William serta anak turunannya berhasil menjadikan Astra Financial sebagai solusi keuangan terbaik untuk negeri.

Astra Financial dan Mimpi-Mimpi Kami

Krisis moneter (krismon) di tahun 1998 yang memporak porandakan negeri ini turut juga dialami oleh keluarga kami. Ayah saya yang waktu itu bekerja di Konsulat Jenderal Hongkong terpaksa kembali ke Indonesia. Pengaturan finansial yang tidak baik memberikan dampak buruk dan kami kehilangan rumah.

Ayah sang kepala keluarga jatuh bangun memulai bisnis yang terus berganti setiap tahunnya. Kehidupan masa muda saya di tahun 2000-2010an jelaslah tidak sebaik saat masih kecil. Saya menjadi saksi satu persatu aset milik orangtua terpaksa dijual demi melanjutkan hidup. Harus tinggal bersama kakek dan nenek, orangtua mencoba peruntungan dalam bisnis kuliner. Dimulai dari rumah, orangtua ingin melebarkan usaha dengan membeli mobil untuk mobilitas serta jangkauan pasar lebih luas.

Namun keluarga kami saat itu tidak memiliki mobil.

Dalam kondisi bingung itulah, orangtua saya berkenalan dengan salah satu entitas Astra Financial yakni Astra Credit Companies (ACC). Bisa dibilang kalau ACC adalah jembatan yang mengantarkan kami mewujudkan mimpi memiliki mobil sendiri. Lembar demi lembar keuntungan jualan disisihkan oleh Ibu untuk membayar angsuran mobil. Aset pertama milik keluarga kami.
berpose di bagasi mobil kesayangan
saya dan mobil keluarga
Tahun pun berlalu dan saya berhasil diterima sebagai karyawan salah satu situs entertainment terbesar negeri ini. Memiliki penghasilan sendiri membuat saya mulai ingin mengejar mimpi khas anak muda yakni travelling menikmati keindahan negeri. Untuk bisa merekam momen-momen menakjubkan di Nusantara, saya membutuhkan sebuah alat yang di tahun 2014-2015 kala itu begitu populer, action camera bernama GoPro.

Hanya saja harga GoPro yang begitu mahal dan membutuhkan waktu untuk dibeli secara tunai, membuat saya sempat ingin melupakannya. Namun saya berjumpa dengan anak usaha Astra Financial yang lain yakni SPEKTRA yang membantu keinginan memiliki GoPro secara finansial lebih ringan, yakni lewat metode kredit. Bersama GoPro itu, saya melangkahkan kaki ke pelosok negeri.

Sekadar informasi, SPEKTRA adalah salah satu brand PT Federal International Finance (FIF) yang berubah nama jadi FIFGroup di tahun 2013.

Saat itulah saya semakin sadar bahwa Astra Financial sebetulnya sudah merangkul mimpi-mimpi saya dan keluarga tanpa disadari. Memberikan bukti bahwa solusi keuangan yang tepat memang benar-benar bisa membantu hidup jauh lebih sejahtera, serta masa depan lebih baik.

Tapak Asa Astra Financial dalam Membangun Indonesia

Kisah keluarga saya dengan Astra Financial mungkin hanyalah segelintir rekaman betapa divisi layanan keuangan PT Astra International ini sudah banyak membantu manusia-manusia Nusantara meraih tujuannya. Bukan sekadar isapan jempol, karena dalam 40 tahun perjalanan bisnis, Astra Financial kini sudah menjelma dalam 11 entitas usaha.

Tercatat di akhir Juni 2018, Astra Financial sudah mempunyai total aset sebesar Rp284 triliun. Dengan 2.344 jaringan di seluruh Tanah Air, setidaknya ada 32.534 warga Indonesia yang mencari penghidupan sebagai karyawannya. Berikut gurita bisnis Astra Financial:
  • Perbankan: PermataBank
  • Pembiayaan: ACC, FIFGroup, TAF (Toyota Astra Finance), SANF (Surya Artha Nusantara Finance) dan KAF (Komatsu Astra Finance)
  • Asuransi General: Asuransi Astra (Asuransi Astra Buana)
  • Asuransi Jiwa: Astra Life
  • Modal Ventura: Astra Ventura
  • Perusahaan Fintech (Financial Technology): Astra Welab Digital Artha
  • Dana Pensiun: Dana Pensiun Astra
Dari banyaknya entitas bisnis yang berada di bawah naungan Astra Financial, saya akan menjelaskan beberapa di antaranya yang bisa dibilang paling berpengaruh dalam perjalanan Astra dan memberikan sumbangsih bagi keuangan inklusif negeri ini.

ACC: Karena Rakyat Indonesia Berhak Punya Mobil

kantor ACC di Tanjung Barat
kantor ACC di Tanjung Barat via Mapio
Ada banyak sekali perusahaan di negeri ini yang akhirnya tumbang karena badai krismon. Namun ACC tentu bukanlah salah satunya karena brand yang dikenalkan pada tahun 1994 ini berhasil melalui krismon dan terus berkembang membantu masyarakat Indonesia memperoleh kredit kendaraan.

Hasil penggabungan lima perusahaan di bawah naungan Astra Financial ini menawarkan layanan pembiayaan mobil, alat berat dan multiguna lewat konsep konvensional atau syariah. Keluarga kami tentu bukanlah satu-satunya yang berhasil merangkai mimpi punya mobil pribadi berkat ACC.

FIFGroup: Perusahaan Terbaik Astra Financial

menara FIFGroup
menara FIFGroup
Bersama dengan ACC, FIFGroup adalah ujung tombak bisnis Astra Financial. Bahkan khusus untuk FIFGroup, mampu meningkatkan laba bersih Astra Financial sebesar 28% jadi Rp4,8 triliun di tahun 2018 silam.

Hingga sejauh ini, FIFGroup bergerak di bidang pembiayaan investasi, pembiayaan multiguna, pembiayan modal kerja, pembiayaan syariah dan lain-lain. Setidaknya ada empat brand yang berada di bawah naungan FIFGroup yakni:
  1. FIFASTRA: Jasa layanan pembiayaan sepeda motor Honda baik kendaraan baru atau bekas
  2. SPEKTRA: Jasa layanan pembiayaan multiguna untuk berbagai kebutuhan masyarakat seperti perabot rumah tangga, furniture, produk lifestyle, gadget dan alat elektronik
  3. DANASTRA: Jasa layanan pembiayaan bisnis, modal kerja, dan multiguna
  4. AMITRA: Jasa layanan produk perjalanan religius unggulan mulai dari Umroh Reguler, Umroh Plus sampai Haji

Astra Life dan Buana: Lindungi Jutaan Rakyat Selama Berdekade

Komitmen ingin melindungi masyarakat Indonesia diwujudkan Astra Financial lewat dua unit usaha di sektor asuransi.

Yang pertama, Asuransi Astra Buana atau Asuransi Astra adalah asuransi umum yang fokus melindungi sektor ritel, kesehatan, komersial dan syariah.

Yang kedua, Astra Life fokus memberikan perlindungan jiwa dalam hal kesehatan, kecelakaan, unit link sampai lini syariah. Bahkan Astra Life juga turut membantu dalam program Employee Benefit Group Business atau program kesejahteraan karyawan, serta dana pensiun.

Ada alasan tersendiri kenapa baik Asuransi Astra dan Astra Life berpengalaman melindungi jutaan masyarakat dari berbagai risiko kerugian selama puluhan tahun. Di mana layanan asuransi merupakan sektor pertama yang dijalankan Astra Financial.

Maucash: Langkah Astra Financial di Sektor Fintech

Memiliki komitmen untuk selalu ada dalam pertumbuhan ekonomi negeri membuat Astra Financial ikut terlibat dalam menjamurnya fintech. Tepat di tahun 2018 lalu, layanan P2P (Peer-to-Peer) Lending dluncurkan dengan brand Maucash, berkat kerjasama dengan Welab.

Bertujuan memberikan pinjol (pinjaman online) legal yang terdaftar resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Maucash memiliki big data dan machine learning berkualitas sehingga proses pengajuan kredit calon debitur jauh lebih singkat dan bertanggung jawab. Di tengah banyaknya paradigma negatif soal pinjol, Maucash jelas bukanlah salah satu di antaranya berkat komitmen perlindungan konsumen mereka.

MOXA: Super App Untuk Masa Depan Keuangan Indonesia

tampilan aplikasi MOXA di ponsel
tampilan aplikasi MOXA di ponsel © Astra Financial
Dibandingkan unit bisnis lainnya, MOXA bisa dibilang sebagai keluarga baru Astra Financial tapi mengusung ambisi yang cukup besar yakni sebagai masa depan keuangan Indonesia. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Astra sudah semakin berupaya go digital seperti merilis produk AstraPay, SEVA hingga akhirnya MOXA yang dikembangkan oleh PT Astra Kreasi Digital.

Dirilis pada 29 Maret 2021, MOXA (Mobile Experience by Astra Financial) adalah super app yang bakal jadi solusi digital terintegrasi seluruh produk keuangan Astra Group. Setidaknya ada 21 jenis produk finansial mulai dari pembiayaan motor, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pembiayaan alat berat sampai pembiayaan multiguna yang bakal bisa diakses lewat MOXA.
produk keuangan terintegrasi Astra Financial di MOXA
produk keuangan terintegrasi Astra Financial di MOXA
Sebagai produk yang bahkan belum genap enam bulan, MOXA memang fokus memperkuat ekosistem produk secara inklusif. Daniel Hartono selaku CEO MOXA bahkan cukup bangga menyebutkan jika super app ini disambut antusias oleh masyarakat Indonesia.
keunggulan aplikasi MOXA
keunggulan aplikasi MOXA
Di mana dalam periode Maret-Agustus 2021 saja, MOXA sudah diunduh lebih dari 3,5 juta kali. Tak heran kalau MOXA digadang-gadang punya lima kali lipat pengguna dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Sebagai solusi keuangan digital masa depan, MOXA jelas hadir sebagai ’kuda hitam’ yang tentunya bakal jadi pilihan.

Tengara Astra Financial, Setia Dampingi Zamrud Khatulistiwa

40 tahun perjalanan Astra Financial, unit bisnis ini bisa dibilang ikut terlibat dalam peradaban masyarakat Indonesia. Tak hanya hadir di kala negeri ini begitu tersenyum, tapi juga ada saat Ibu Pertiwi mengalami nelangsa. Cukup menarik karena sepertinya posisi Astra bagi Zamrud Khatulistiwa bak makna namanya itu sendiri.

Mungkin tidak banyak di antara kamu yang tahu bahwa nama Astra ini diambil dari bahasa latin yang bermakna bintang. Adalah Kian Tjoe alias Benyamin Soerjadjaja yang merupakan adik dari William, memberikan nama itu.

Dan kini meskipun sudah empat dekade lamanya, Astra tetap berpendar tanpa pernah merasa lelah. Bak bintang di langit malam yang meskipun berukuran kecil, sinarnya bisa dilihat siapapun di bawah naungan angkasa. Seolah tanpa pamrih menerangi makhluk-makhluk di bawahnya yang saling menengadah dan menatap dengan senyuman penuh ketenangan.

Hal itulah yang juga dilakukan Astra Financial kala badai derita menghampiri negeri ini saat pandemi Covid-19. Tepat di ulang tahunnya yang ke-65 di 2021 ini, Asuransi Astra memberikan apresiasi kepada 2.500 relawan tenaga kesehatan Covid-19 yang bertugas di RSDC Wisma Atlet, Jakarta. Dilansir BeritaSatu, apresiasi itu sendiri diberikan Asuransi Astra dalam bentuk perlindungan asuransi BPJSTK, asuransi kecelakaan diri Garde Me dan berbagai alat kesehatan.

bantuan Astra Financial untuk nakes
bantuan Astra Financial untuk nakes © BeritaSatu
Tak mau ketinggalan, Astra Financial juga berhasil melakukan relaksasi kredit sesuai dengan anjuran pemerintah di masa wabah corona. Di mana dalam periode Maret-Desember 2020, relaksasi kredit mencapai Rp31 triliun. Dikutip Bisnis, relaksasi kredit ini mencakup tiga sektor pembiayaan strategis. Salah satunya adalah sektor pembiayaan roda empat yang restrukturisasi kreditnya dilakukan ACC.

Kemudian ada juga si anak emas dalam Astra Financial yakni FIFGroup, tak main-main menggelontorkan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar Rp39,01 miliar pada periode 2020-2021. Dana CSR itu dibagi-bagi dalam lebih dari 100 ribu paket sembako, pendirian Bank Wakaf, delapan ventilator, 953 ekor bantuan hewan kurban, APD (Alat Pelindung Diri) hingga unit ambulans.

Bahkan tak berhenti di situ saja, FIFGroup paham betul jika pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang paling terkena imbas wabah corona. Menggandeng empat lembaga di bawah naungan Astra Group seperti ESR (Environmental and Social Responsibility) PT Astra Internasional, YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra), YPA-MDR (Yayasan Pendidikan Astra-Michael D.Ruslim) dan YAHM (Yayasan Astra Honda Motor), FIFGroup meluncurkan Dana Bergulir CSR.

bantuan UMKM dari Astra Financial
bantuan UMKM dari Astra Financial
Dari informasi yang dikutip dari Kontan, setidaknya ada 588 UMKM binaan yang memperoleh total bantuan Rp1,666 miliar di 242 wilayah se-Tanah Air. Menurut Margono Tanuwijaya selaku CEO FIFGROUP, program Dana Bergulir ini sejalan dengan filosofi Catur Dharma Astra.

Lewat filosofi yang dipegang teguh Astra selama bertahun-tahun itu, perusahaan memang berkomitmen untuk jadi yang terbaik sekaligus bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tentu saja prinsip bisnis Astra ini senada dengan apa yang selalu ditekankan oleh William. Seumur hidupnya, sang pendiri yang sudah tutup usia pada tahun 2010 di usia 86 tahun itu memang selalu memegang teguh nilai naluri, loyalitas dan rasa percaya diri.

Kini 11 tahun semenjak kepergian William Soerjadjaja, Astra Financial tak akan pernah berhenti dalam mendampingi masyarakat Indonesia. Selalu memberikan kepercayaan dan solusi keuangan terbaik, sebuah pengharapan yang tinggi bahwa Sang Garuda akan kembali terbang dengan gagah dan lebih baik sebagai negara maju di masa depan.
Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

32 komentar

  1. Masyaallah di balik kemegahan astra hari ini. Ternyata ada perjuangan besar yang sudah di lakukan yam semoga astra selalu ada san berkembang untuk Indonesia.

    BalasHapus
  2. Perjalanan yang panjang yah. Tjia Kian Liong mengingatkan saya pada Jangga. Yang merintis dari bawah demi adik-adiknya. Memang berat tapi bisa menjadi sebesar itu. Seperti Astra, bintang yang tak pernah lelah berpendar menaungi Zamrud Khatulistiwa. Sukses ya Rai, semoga bisa traveling keliling negeri dengan caravan impian.

    BalasHapus
  3. Luar biasa .. jadi teringat di tahun 2008 pernah juga mewujudkan mimpi punya laptop lewat FIF.

    BalasHapus
  4. Insporatif ya mba kisah hidup ownernya Astra. Memang kesuksesan berawal dr kerja keras. Program Astra selalu menarik minat nih

    BalasHapus
  5. Penuh perjuangan sampai dengan sekarang memang tidak mudah ya Mbak. Makasih kisah inspiratif nya brand astra ini mba. Jadi harus banyak belajar nih

    BalasHapus
  6. Aku baru banget tau tentang behind the storynya founder Astra. Inspiratif bgt ternyata. Semoga aplikasi maupun produk2 yg dilaunching juga bs membantu masyarakat untuk memecahkan masalah finansial dll nya. Jd bermanfaat utk semuanya.

    BalasHapus
  7. Wow amazed banget sama profilnya. Astra juga ada yg perkebunan juga lho kak. Dan yg finance banyak banget.

    BalasHapus
  8. Aku udah cobain MOXA lho kaakk. Cuman sayang banget lagi pandemi jadi fitur umroh masih pending. Cuman kalau mau nabung buat dana haji udah bisa sih mulai dari MOXA. Btw pak William ini bener2 jadi panutan yaa, banyak yg kagum sama empati dan kecerdasan beliau. Meskipun jadi pucuk pimpinan, orangnya teteep bantu umkm dan ukm sekitarnya meskipun mereka juga usahanya sama dengan ASTRA. Keren banget kolaborasinya tuh

    BalasHapus
  9. masya allah aku terharu memabaca foundernya astra maupun cerita mbak arai dan keluarga. selamat sudah bisa mewujudkan mimpi mbak.

    aku jadi tahu ya, bahaasa latin bintang adalah astra

    BalasHapus
  10. Kisah perjalanan hidupnya inspiratif banget ya. Banyak pengusaha sukses papan atas yang berasal dari keluarga sederhana. Perjuangannyalah yang membawanya pada kesuksesan.

    Salah satunya perusahaan Astra yang sudah dikenal secara global. Siapa sih yang nggak kenal dengan Astra.

    Ngomongin soal Astra, saya jadi inget dulu kelas 2 SMK pernah magang di Astra Credit Company Fatmawati, Jakarta Selatan pada tahun 1998 lalu. Waktu itu peserta magang dapat fee lumayan. Keren memang perusahaan sekelas ASTRA.

    BalasHapus
  11. Keren ya perusahaan Astra ini. Bermula dari perjuangan yang tak mudah dan akhirnya bertumbuh jadi perusahaan besar yang membangun Indonesia

    BalasHapus
  12. Inspiratif founder dari Astra, baru tahu kisahnya di artikel ini. Tak heran perusahaan ini terus melaju tanpa henti mendampingi Indonesia untuk terus maju.
    Saya dulu saat pertama kerja sangat terbantu oleh Astra, karena lewat kantor bisa difasilitasi untuk pembiayaan sepeda motor yang bisa saya pakai bekerja. Mudah, murah dan terpercaya pakai Astra financial

    BalasHapus
  13. Luar biasa sekali ini perjuangan dan jalan panjang Astra...
    Batyu tahu kalau Astra dulunya memasarkan minuman ringan dan ekspor hasil bumi.

    Jadi otomotif dimulai oleh Astra melalui aksi impor truk baru tahun 1968 an ya

    BalasHapus
  14. Dua sepeda motor saya ya ngangsur di FIF hehe. Soalnya kl nunggu beli cash, banyak godaan dan keburu typenya gak musim lagi baru kebeli ya kan

    BalasHapus
  15. Wah, ternyata ASTRA group besar banget ya. Selama ini yang sering denger FIFgroup, karena nyicil motornya pakai itu, hehe,

    BalasHapus
  16. Usia Astra sudah 40 tahun ya. Wah, sudah menggurita ke mana-mana, di semua kota adaa. Juga membantu banyak sekali orang yang membutuhkan.

    BalasHapus
  17. Berkembang gak hanya buat kemajuan tapi juga untuk semakin bermanfaat bagi banyak orang. Inspirasi dari Astra yang bisa kita terapkan

    BalasHapus
  18. Kisah founder Astra inspiratif banget ya, suka dengan keyakinannya : hidup itu adalah sebuah langkah panjang dan pilihan. Karena memang benar adanya. Semangat Astra yang terus membara bikin perusahaan ini terus maju dan nggak cuma handal di bidang otomotif saja.

    BalasHapus
  19. Ceritanya membangkitkan semangatku mbak untuk menghidupi anakku. Dari semangat Kian liong sangatlah patut ditiru ya, emang perjuangan gak menghianati hasil ya. Astra memang banyak diminati banyak orang ya, keren bgt

    BalasHapus
  20. Memang banyak kemudahan yang ditawarkan Astra Financial ini. Saya pun sudah merasakannya saat harus membeli kendaraan yang pertama. Persyaratannya mudah dan gak neko-neko. Semua aman selama konsumen juga berkomitmen dengan kewajibannya.

    BalasHapus
  21. Luar biasa perjuangan Pak William ya. Duh, usia 12 tahun yatim piatu, ngurus adik-adik.... Jadi pengen tahu gimana dulunya ortu beliau mendidik sampai anak-anak mereka bisa sekuat itu.

    BalasHapus
  22. Bisnis baik untuk kepentingan orang banyak. Jadi banyak belajar dengan Kian Liong, tambah semangatlah akutu

    BalasHapus
  23. semua berawal dari semangat struggle , bagaimana berjuang melawan keterpurukan dan akhirnya bisa sebesar ini. Perjuangan memang harus dimulai dari kemauan yang luar biasa dan dimulai dari pergerakan kecil

    BalasHapus
  24. Banyak perusahaan harus berkaca nih pada Astra yang sudah 40 tahun malang melintang. Luar biasa. Perjuangannya wajib ditiru biar ikutan sukses

    BalasHapus
  25. Astra selalu menemani di setiap perjalanan ya kak, btw baca sejarah berdirinya Astra aq jadi semangat buat raih cita2, biarpun dimulai dari nol tapi kalo kita gigih semua bakal terwujud kan ya

    BalasHapus
  26. Hidup adalah sebuah l;angkah panjang. Yes, benar banget ya kak. Terbukti sih Astra semakin melebarkan sayapnya dalam pengembangan lini bisnisnya. Memang nih luar biasa banget sejarahnya Astra, nggak salah kalau nama besarnya jadi seperti "legenda".

    BalasHapus
  27. Aku baru tahu kalo awalnya Astra jualan hasil bumi, loh. Kirain udah bergerak di bidang Otomotif. Btw, kita juga pernah menggunakan ACC. Pelayanannya profesional dan sangat memuaskan.

    BalasHapus
  28. Saya salut sama ASTRA tuh sejak ada dana pembinaan bagi siswa berprestasi dan sekarang ada lomba yang mengajak kreativitas menulis di blog dengan hadiah ga sedikit dari ASTRA.

    BalasHapus
  29. sejak sering hadiein event-event undangan dari astra dan fifgroup, aku jadi makin takjub aja sama perusahaan besar satu ini.

    BalasHapus
  30. Perjalanan Astra yang begitu menyejarah. Perjuangan membuahkan kesuksesan. Sekarang siapa yang tak kenal Astra. Padahal dulu hanya memasarkan minuman dan hasil bumi. Kehadiran Moxa memang sangat mempermudah aktivitas keuangan.

    BalasHapus
  31. Astra selalu peduli ya mbak dengan melakukan banyak kegiatan sosial dan CSR. Kagum saya sama astra

    BalasHapus
  32. astra emang keren sih, bukan cuma produk dan jasanya, bahkan untuk investasi pun saham astra patut diperhitungkan, kemarin2 yg ikut buy pas turun lalu melesat pasti pada cuan sekarang, sukses selalu astra ...

    BalasHapus

Posting Komentar