Review 'SHANG-CHI & THE LEGEND OF THE TEN RINGS' (2021): Lahirnya Musuh Terbaik di MCU

28 komentar
review SHANG-CHI
Kalau ada yang bertanya pada saya, kenapa sih kok mau nonton dan review 'SHANG-CHI'?

Jawaban saya ada tiga.

Pertama karena Tony Leung.

Kedua karena Tony Leung.

dan ketiga karena Tony Leung.

Ya, sebagai anak perempuan dari dari laki-laki yang begitu menggilai film-film Hong Kong sepanjang hidupnya, tidak mengenal Tony Leung Chiu-wai apalagi menonton salah satu filmnya adalah sebuah aib keluarga.

Tony Leung - Andy Lau di 'INFERNAL AFFAIRS'
Tony Leung - Andy Lau di 'INFERNAL AFFAIRS'

Ya, sedikit banyak kesukaan saya terhadap dunia film memang diturunkan dari Ayah saya

Bahkan kendati merupakan generasi milenial, film-film seperti FIST OF FURY (1972), POLICE STORY (1985), GOD OF GAMBLERS (1989), ONCE UPON A TIME IN CHINA (1991), IN THE MOOD FOR LOVE (2000) dan SHAOLIN SOCCER (2001) merupakan film-film yang sudah saya tonton dari kecil. Saya bahkan berpikir kalau kiblat sinematik dunia itu bukanlah Hollywood, melainkan Hong Kong.

Sebuah upaya brainwash yang sangat intelek dari Ayah saya.

Menyadarkan saya bahwa kecintaan saya terhadap pria-pria budaya Tiongkok, sejatinya disebabkan ulah Ayah saya.

Ya, ini semua karena beliau.

Menjejali saya dengan banyak film Hong Kong sejak kecil, saya bahkan merasa kalau sosok pria tampan yang layak mendampingi saya setidaknya harus punya paras seperti Jet Li, Andy Lau atau Tony Leung. 

Sebuah prinsip keliru yang bahkan akhirnya membuat saya masih betah melajang di saat sahabat-sahabat saya sudah mau memasukkan anak mereka ke bangku SD.

Namun ketika saya akhirnya mengenali dunia sinematik yang jauh lebih luas, saya tak bisa menyalahkan kenapa Ayah saya begitu menyukai film-film Hong Kong. Dari ratusan film yang mungkin sudah saya tonton sepanjang hidup saya, dua film terbaik menurut saya justru berasal dari sinema Hong Kong.

Dua film yang sangat saya banggakan sudah pernah saya tonton sebelum mati.

Kedua film itu adalah HERO (2002) dan INFERNAL AFFAIRS (2003).

Tony Leung - Takeshi Kaneshiro di 'RED CLIFF'
Tony Leung - Takeshi Kaneshiro di 'RED CLIFF'

Alasan yang cukup kuat kenapa saya sangat mengagumi Tony Leung dan memilih sang small tiger dari Five Tiger Generals TVB itu sebagai aktor yang sangat saya sukai. Bagi saya, pria yang bahkan lebih tua dari Ibu saya itu lebih dari sekadar aktor

Leung adalah wajah dari sinema Asia. Leung adalah seorang legenda lintas zaman yang bahkan bisa memikat dan berakting lewat tatapan matanya. Leung merupakan satu dari jutaan aktor di dunia ini yang mampu mengeluarkan aura intimidatif dalam panggung layar perak, yang membuat namanya termahsyur dan sebuah kerugian bagi generasi yang tidak mengenalnya.

Karena itulah, ketika MCU (Marvel Cinematic Universe) dan Disney mengonfirmasi jika mereka berhasil mendapatkan Leung untuk berakting di SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS (2021), saya langsung menjadikannya sebagai film yang wajib ditonton.

Sinopsis 'SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS'

Kisah dalam review SHANG-CHI dimulai dari ribuan tahun lalu ketika Xu Wenwu (Tony Leung) menemukan ten rings alias sepuluh cincin, sebuah pusaka mistis yang mampu memberikan kekuatan luar biasa pada penggunanya, hingga hidup abadi. Selama ribuan tahun lamanya, Wenwu menggunakan ten rings itu di kedua lengannya.

Berkat kekuatan sepuluh cincin itu, Wenwu yang mendirikan organisasi teroris Ten Rings pun begitu ditakuti karena berhasil menguasai kerajaan demi kerajaan, pemerintahan demi pemerintahan. Wenwu pun akhirnya menjelma menjadi sang penguasa di balik layar yang dijuluki The Mandarin oleh Dunia Barat. 

Di tahun 1996, Wenwu mencoba mencari kekuatan luar biasa lain untuk ditaklukkan dan pencariannya pun berakhir ke desa mistis bernama Ta Lo yang konon dihuni makhluk-makhluk fantasi dan manusia dengan kekuatan istimewa. Melewati hutan ajaib, Wenwu pun berhasil menembus gerbang dan masuk ke desa Ta Lo sendirian.

Xu Wenwu alias Mandarin dengan Ten Rings
Xu Wenwu alias Mandarin dengan Ten Rings

Namun sesampainya pintu masuk desa itu, Wenwu dihadang oleh sang penjaga bernama Ying Li (Fala Chen) yang luar biasa cantik dan memiliki kemampuan kungfu setara dengan dirinya. Cinta pada pandangan pertama membuat Wenwu tak berkutik dan akhirnya dipermalukan oleh Li. Namun itu adalah awal dari kisah romantis mereka.

Lantaran penduduk desa Ta Lo menolak kehadiran Wenwu, kedua sejoli itu pun akhirnya pergi. Wenwu sampai rela melepas ten rings yang sudah ribuan tahun dia kenakan, begitu pula Li yang juga meninggalkan kekuatan kungfu-nya. Mereka berdua mencoba hidup damai sebagai manusia normal, menikah, membangun keluarga dan akhirnya dikaruniai dua orang anak, Xu Shang-Chi (Simu Liu) dan Xu Xialing (Meng'er Zhang).

Kehidupan harmonis keluarga kecil itu terganggu setelah Li tewas dibunuh oleh puluhan orang musuh Wenwu. Saat itu Shang-Chi masihlah bocah berusia tujuh tahun dan Wenwu sedang tidak ada di rumah. Kematian Li membuat Wenwu hilang arah dan kembali haus darah.

Wenwu melatih Shang-Chi kecil
Wenwu melatih Shang-Chi kecil

Dia pun melatih Shang-Chi luar biasa keras agar memiliki kemampuan kungfu terbaik dan akhirnya jadi mesin pembunuh, yang diharapkan bisa membalaskan dendam kematian Li. Wenwu bukanlah Ayah yang sayang anaknya lagi, dia berubah menakutkan seperti saat masih muda, lengkap dengan ten rings yang kembali melingkar di kedua lengannya.

Tujuh tahun kemudian, Wenwu mengirim Shang-Chi untuk membunuh pemimpin kelompok yang sudah membuat Li tewas. Tekanan demi tekanan dari sang Ayah membuat Shang-Chi memilih kabur usai menyelesaikan misinya. Shang-Chi yang masih remaja berusia 14 tahun itu memilih hidup jauh dari sang Ayah, organisasi Ten Rings dan adiknya, Xialing.

Tinggal di San Fransisco, Shang-Chi memilih menggunakan nama Shaun dan menjalani hidup biasa-biasa saja. Menjalin pertemanan dengan Katy (Awkwafina) yang sama sekali tak tahu masa lalunya, kedua sahabat ini bekerja sebagai tukang parkir valet di hotel mewah.

Shang-Chi bertarung di dalam bus
Shang-Chi bertarung di dalam bus

Hingga akhirnya ketika hendak bekerja dan menaiki bis, Shang-Chi disergap oleh anggota organisasi Ten Rings, kaki tangan Ayahnya yang berhasil mencuri kalung pemberian Li. Melihat Shang-Chi bertarung melawan anggota Ten Rings, Katy cuma bisa terperangah. Tidak menyangka sahabat yang dia kenal sejak SMA itu ternyata begitu jago kungfu. Menyadari kalau adiknya Xialing dalam bahaya, Shang-Chi pun memutuskan pergi ke Macau ditemani oleh Katy.

Betapa kagetnya Shang-Chi saat tahu Xialing sudah menjelma menjadi seorang petarung berbahaya dan pemilik klub undeground berbahaya. Shang-Chi bahkan kalah dari Xialing yang memang tampak begitu marah padanya, lantaran ditinggalkan saat masih kecil dulu. Namun pertemuan mereka diganggu oleh organisasi Ten Rings yang akhirnya berhasil memperoleh kalung milik Xialing, kalung yang juga sama-sama diberikan oleh mendiang Li. Saat hendak membela dirinya, Wenwu mendadak muncul dan menjemput kedua anaknya itu.

Dibawa ke markas besar Ten Rings, Wenwu bercerita bahwa dia membutuhkan kalung dengan permata berwarna hijau itu untuk membuka gerbang menuju desa Ta Lo. Menurutnya, Li masihlah hidup. Wenwu mengaku sering mendengar suara Li yang meminta bantuan agar dirinya dibebaskan dari belenggu penduduk desa Ta Lo. Wenwu pun menyatakan siap berperang dan menumpas warga Ta Lo demi mendapatkan sang istri tercinta.

Xialing - Shang-Chi - Katy di desa Ta Lo
Xialing - Shang-Chi - Katy di desa Ta Lo
Merasa rencana gila Ayahnya harus dihentikan, Shang-Chi mengajak Xialing, Katy dan juga Trevor Slattery (Ben Kingsley) alias Mandarin palsu untuk kabur ke Ta Lo demi memperingatkan warga desa dari serangan Wenwu. Dibantu oleh Morris, binatang mitos rakyat China asal Ta Lo, keempat orang itu kabur dari penjara Ten Rings dan berhasil menembus hutan bambu yang penuh berisi sihir dan labirin mencekam.

Sesampainya di Ta Lo, mereka berempat pun disambut oleh Ying Nan (Michelle Yeoh), kakak perempuan Li. Shang-Chi memberitahu Nan mengenai rencana jahat Wenwu. Nan menyadari kalau Wenwu sudah ada dalam kendali Dweller-in-Darkness, iblis penghisap jiwa yang dikurung dalam gua di bawah gunung desa Ta Lo. Sang penghisap jiwa itu sadar bahwa ten rings yang dimiliki Wenwu memiliki kekuatan untuk membebaskannya dari kutukan penjara ribuan tahun.

Menyadari kalau tujuan mereka sudah berbeda, Wenwu pun memboyong ratusan prajurit Ten Rings untuk menyerang warga desa Ta Lo. Shang-Chi bahkan gagal menghadang Ayahnya dan kalah hingga akhirnya tenggelam di danau. Wenwu yang sudah dikelabui si iblis dan cuma ingin membebaskan mendiang istrinya, menggunakan kekuatan ten rings yang akhirnya membebaskan monster mengerikan itu.

Wenwu dengan kekuatan mematikan ten rings
Wenwu dengan kekuatan mematikan ten rings

Dalam kondisi tenggelam, Shang-Chi pun mengingat kembali pesan dari Ibunya dan sosok Ayah yang pernah begitu menyayanginya. Shang-Chi sadar bahwa di dalam dirinya mengalir kekuatan kedua orangtuanya, fakta yang tidak bisa dia hilangkan. Kesadaran yang membuatnya membangkitkan The Great Protector, naga pelindung Ta Lo. Sambil mengendarai naga, Shang-Chi pun berduel lagi dengan Wenwu.

Dalam pertarungan terakhirnya itu, Wenwu menyadari kalau putranya begitu mengingatkannya pada mendiang istrinya, dan pemikirannya selama ini salah. Li sudah meninggal dan tidak mungkin bisa dibangkitkan kembali. Bahkan sebagian dari ten rings itu akhirnya tunduk pada perintah Shang-Chi. Wenwu akhirnya mengorbankan jiwanya untuk disedot Dweller-in-Darkness demi menyelamatkan Shang-Chi, sambil menyerahkan sepuluh cincin itu di detik-detik terakhir kehidupannya.

Berkat bantuan Katy yang berhasil menghunus anak panah ke leher Dweller-in-Darkness saat hendak menghisap jiwa sang naga, Shang-Chi pun mengambil kesempatan untuk mengalahkan iblis tersebut. Kekuatan ten rings yang sepenuhnya melingkar di kedua lengannya pun berhasil dia gunakan dan membuat monster penghisap jiwa itu musnah tak berbekas.

Review 'SHANG-CHI' Menurut Saya

Wenwu di depan kedua anaknya dan Katy
Wenwu di depan kedua anaknya dan Katy

Berdurasi selama 132 menit, saya sudah jatuh hati pada SHANG-CHI bahkan di sepuluh menit pertama. Kenapa? Ya, karena Tony Leung.

Sutradara Destin Daniel Cretton membuat keputusan tepat membuka kisah dalam film SHANG-CHI lewat Wenwu. Jujur, saya mungkin akan mengira jika Wenwu merupakan protagonis dalam film ini, alih-alih Shang-Chi. Dan dancing kungfu antara Wenwu dan Li itulah yang membuat saya memilih SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS sebagai film tercantik dari MCU saat ini.

pertarungan Wenwu - Ying Li
pertarungan Wenwu - Ying Li

Sebagai penggemar film Wuxia, Cretton dan sinematografer William Pope did a great job dalam membingkai adegan kungfu yang luar biasa romantis dan sangat intim itu. Untuk level Hollywood, adegan ini jelas membuat film-film MCU melesat ke level yang berbeda. Kamera bergerak begitu perlahan dengan shot yang begitu menakjubkan, selembut tangan-tangan Li dan Wenwu saat bertarung.

Bagi saya, adegan pertarungan Wenwu dan Li adalah adegan tercantik yang pernah ada di film MCU. Tak seperti pertarungan, mereka berdua terlihat sedang memadu cinta. Saya bahkan tidak bisa menyalahkan Fala Chen yang dalam sebuah wawancara mengakui kalau dirinya begitu jatuh cinta dengan Tony Leung saat adegan itu diambil.

romantisme Wenwu - Ying Li
romantisme Wenwu - Ying Li

Maksud saya, siapa yang tidak akan jatuh hati pada Leung dalam kondisi seintim itu?

Kendati memang apa yang diabadikan Cretton itu bahkan tak bisa mendekati paparan indah level Zhang Yimou dalam HERO atau HOUSE OF FLYING DAGGERS (2004), untuk standar MCU, ini merupakan sebuah masa depan menjanjikan. Jika kamu tidak tahu, MCU dan Disney dalam beberapa tahun ini memang dikritik habis-habisan berkat film superhero yang dianggap tidak menuhi standar sinematik. Namun SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS seolah hadir menampar balik pesimisme tersebut.

Leung memang hadir sebagai magnet utama dalam SHANG-CHI. Sekali lagi membuktikan kelasnya sebagai legenda hidup semesta film Asia. Leung bahkan memamerkan kekuatannya yakni berakting lewat mata. Ada banyak sekali adegan saat kamera melakukan close up untuk ekspresi wajah Wenwu, saya bisa merasakan amarah, kebahagiaan, kegetiran dan kesedihan luar biasa yang terpancar bak laser dari kedua mata Leung.

Sebuah hal yang mungkin belum bisa disamai oleh aktor-aktor yang pernah bermain dalam MCU, bahkan Robert Downey Jr sang Iron Man sekalipun.

Jika ada yang bilang Leung beruntung bisa dipilih oleh MCU dan Disney, maka itu salah besar!

Marvel (dan Hollywood) justru yang harus bersyukur bisa memperoleh Leung sebagai salah satu villain iconic mereka di tahun 2021 ini. Berkat aktingnya sebagai Wenwu, Leung mampu menghidupkan kembali harga diri karakter Mandarin yang sudah dipermalukan dalam IRON MAN 3 (2013). Memperlihatkan bahwa seorang supervillain itu tidak harus selalu tampak bengis, berotot mengerikan, bertubuh besar dan menggunakan alat-alat canggih.

Trevor berpura-pura jadi Mandarin di 'IRON MAN3'
Trevor berpura-pura jadi Mandarin di 'IRON MAN 3'

Seperti layaknya Joker, Wenwu adalah iblis yang hidup dari kekeliruan memandang kehidupan. Sebuah kekeliruan yang datang dari perasaan cinta luar biasanya. Perasaan cinta yang juga merenggut jiwanya saat sosok tercinta itu pergi selama-lamanya. Di tangan Leung, Wenwu muncul sebagai villain God Tier terbaik yang dimiliki MCU.

Sama seperti Erik Killmonger (Michael B Jordan) di BLACK PANTHER (2018) atau Thanos (Josh Brolin) di AVENGERS: ENDGAME (2019), Wenwu memperlihatkan bahwa mereka para supervillain ini sebetulnya bukanlah sosok yang cuma ingin membunuh. Ada sebuah motivasi besar yang akhirnya membuat mereka memilih mendengar rayuan setan hingga akhir hidupnya.

Meskipun memang akan ada banyak penggemar komik Marvel yang mungkin kecewa dengan SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS, bagi saya film ini justru mengembalikan kembali harapan akan MCU di fase keempatnya.

Lagipula siapa yang tidak bahagia saat Leung dan Michelle Yeoh, dua legenda perfilman Asia ada dalam satu frame yang sama setelah 28 tahun lamanya usai BUTTERFLY AND SWORD (1993)? 

Demi Tuhan, saya bahkan begitu deg-degan saat menontonnya di bioskop

Yeoh memang lawan main Leung yang setara. Mereka berdua sama-sama mampu memberikan aura yang begitu intimidatif setiap kali kamera menyorot akting mereka. Sebuah kemampuan khas aktor dan aktris veteran Hong Kong, yang tampaknya belum bisa diraih oleh para juniornya saat ini.

Terlepas betapa superiornya Leung bagi saya di SHANG-CHI ini, saya juga ingin bertepuk tangan pada Simu Liu. Jika orang-orang kulit hitam bisa begitu bangga dengan mendiang Chadwick Boseman yang mampu menghidupkan T'Challa sang Black Panther dengan sempurna, Liu adalah pilihan terbaik untuk menjadi Shang-Chi dan sudah seharusnya orang-orang Asia terutama masyarakat China, bangga padanya.

Simu Liu dengan kostum khas desa Ta Lo saat melawan Ayahnya
Simu Liu dengan kostum khas desa Ta Lo saat melawan Ayahnya
Tatapan matanya yang jenaka dan kemampuan martial arts yang diperlihatkannya saat di dalam bus, adalah jaminan kalau Shang-Chi akan menjadi superhero MCU favorit ke depannya pasca Iron Man, Captain America dan Black Widow undur diri. 

Last but not least, ada dua scene stealer yang tak bisa diacuhkan dalam SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS. MCU melakukan tugas yang tepat dengan menandemkan Awkwafina sebagai sahabat (atau mungkin love interest) dari Shang-Chi. Hampir semua celotehannya dari awal bahkan sampai akhir, membuat saya tergelak

dua sahabat baik. Katy dan Shang-Chi
dua sahabat baik. Katy dan Shang-Chi

Dan sosok kedua adalah Zhang yang menghidupkan karakter Xialing dengan baik. Terutama adegan pertarungannya dengan Shang-Chi, saya bahkan sempat menduga kalau-kalau Xialing-lah yang bakal bisa menggunakan ten rings milik Ayahnya. Sebagai Xialing, Zhang mampu memadukan kecantikan dan ketangkasan yang saling beririsan dalam setiap penampilannya.

Jika boleh disimpulkan, SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS menurut saya memang belum bisa menyamai level CAPTAIN AMERICA: THE FIRST AVENGER (2011). Arc untuk Shang-Chi yang berlatar belakang keluarga dengan Ibu yang sempurna dan Ayah tidak sempurna, masihlah belum bisa membuat saya cukup tertarik untuk melihat kelanjutannya, terutama setelah tewasnya sang Mandarin.

Shang-Chi harus bekerja keras di film kedua jika memang akan digarap sekuelnya, karena memang villain yang dipilih haruslah mampu mengisi posisi kosong sepeninggal Wenwu yang dimainkan sangat sempurna oleh Leung. Wenwu merupakan sosok villain berlapis yang tidak sepenuhnya murni hitam, tapi dia ada di batas kelabu.

Namun bukan tak mungkin kalau hype akan sekuel SHANG-CHI nanti akan besar, mengingat bagaimana MCU melakukan treatment yang tepat pada karakter-karakter selepas DOCTOR STRANGE (2016), sekalipun arc Stephen Strange (Benedict Cumberbatch) itu termasuk cukup lemah jika dibandingkan dengan pengenalan Iron Man, Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsmorth) bahkan GUARDIAN OF THE GALAXY (2014).

Tak heran kalau Disney dan MCU memilih memasukkan pertarungan Wong (Benedict Wong) dan Abomination dalam SHANG-CHI, guna membangun benang merah sang superhero berdarah Asia ini ke keluarga besar MCU.

Lepas dari itu semua, SHANG-CHI AND THE LEGEND OF THE TEN RINGS sudah melakukan tugasnya secara baik sebagai pembuka babak baru dalam semesta MCU. Kini saya tentu akan menantikan kapan Shang-Chi bisa bertemu dengan Strange, Spider-Man (Tom Holland) dan tentunya Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen) sang Scarlet Witch itu.

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life
Terbaru Lebih lama

Related Posts

28 komentar

  1. Hihihi setuju pesona Tony Leung dan Andy Lau begitu kencang ya dimasa itu.. Jadi kangen nonton film Hongkong kaya dulu lagi.. ^^

    BalasHapus
  2. Filmnya asik banget nih bisa jadi tontonan keluarga di akhir minggu hihi. Soalnya keluarga ku suka nonton film aksi terutama paksu, apalagi bonus ada Tony Leung ya. Ups.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups betul nih kak Josephine, di akhir2 pekan ini memang cocok banget ya nonton drakor dan dracin bareng keluarga, apalagi ada kak Arai yang selalu memberikan rekomendasi film2 yang kerena macam Shang Chi ini. Layaklah kita tonton ya. Pas banget ini pengen me time nonton2 film,,,hujan lagi hehe..siapkan cemilan..minum teh/kopi dll.

      Hapus
  3. Wah, ini mah bintang-bintang ya pemainnya. Aku kenal nya Andi Law. Nama aslinya nggak tahu. Hehe.. jadi pengen nonton. Genrenya pas banget dengan aku. Masuk list nontonlah. Hehe

    BalasHapus
  4. Saya juga suka banget liat film Hong Kong jadul, apalagi kalo pemainnya Jet Li dan Donny Yen. Seru aja gitu ngeliat aksinya. Masing-masing punya karakter tersendiri. Saya malah kurang familiar dengan Tony Leung, malah lebih tau Stephen Chow, si kocak. Wah nambah lagi rekomendasi film Dracin nih.. Makasih ulasannya.

    BalasHapus
  5. Ada beberapa nama actor yang sedikit pernah kudengar. Dan beberapa pernah nonton filmnya juga. Tapi nggak banyak sih. Masalah selera juga kali ya. hehehe

    BalasHapus
  6. Tony Leung... Tony Leung.. Tony Leung. Selalu itu yang ditekankan dan punya efek khusus padaku yang juga suka padanya. Jadi makin penasaran baca sinopsisnya. Harus tonton..

    BalasHapus
  7. Ya ampuun mba, semalam aku baru aja nonton film ini. Aku baru tahu ini Tony Leung. Btw salfok tony leung mirip suaminya rini yulianti, adik ririn ekawati. wkkwkw apaan sih ga nyambung ya aku koment

    BalasHapus
  8. Ada Tony Leung ma Andy Lau. Duh, kayaknya Shang Chi ini bakal ku rekomendasikan dengan paksu nih. Soalnya beliau suka nonton film-film jadul yang ada mereka.

    BalasHapus
  9. Wah rugi ya saya kalau ngga nonton film sekeren ini. Pantas saja Rai, kamu sampai mau menonton kali keduanya. Apakah kamu mau menemani saya nonton lagi?

    BalasHapus
  10. Aku termasuk penikmat film Hongkong sejak kecil. Wajah Tony Leung dan Andy Lau tidak asing lagi deh. Bahagia juga ternyata ada film Hongkong yang bakal nyambung sama MCU wah, jadi pengen nonton film ini :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua bintang film Hong Kong ini memang punya penggemar yang banyak ya Mba. Apalagi ceritanya bisa nyambung ke MCU, wah jadi makin penasaran dong.

      Hapus
  11. Ya ampuuun.... Arai nonton Fist of Fury dong! :D Waktu kecil aku juga sukaaa banget nonton film kungfu klasik. Paling seneng lihat ciwi-ciwinya: cantik, baju bagus, dan JAGO kungfu. Kombinasi keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. beginilah nasib punya Ayah yg suka film HK, meskipun pas kecil sering gapaham, nonton sambil mainan, pas tua ditonton lagi jadi ngerasa kalau tontonan saya dulu awkward haha

      Hapus
    2. Wah, bisa-bisa nanti anakku gini juga ya mbak Arai, emaknya suka nonton drakor. Jangan-jangan mereka nanti juga suka. Hehehe.. Kalau sekarang mereka nontonnya kartun dari korea aja seperti tayo.

      Hapus
  12. Saya pun suka nonton drama atau film lepas dari Hong Kong. Waktu kerja di Hong Kong, banyak banget kenangan dengan film tayangannya. Saya suka sama Louis Khoo. Meski Chinese dia mah beda, hehehe

    BalasHapus
  13. Waah Mbak list film-film amsa kecil yang pernah ditontonnya sama banget dengan saya. Dari dulu suka juga nonton film-film Hongkong.

    BalasHapus
  14. Aahkkkk.. Shang-Chi udah tayang rupanya. Kudu nonton nih, biar lengkap tontonan dari MCU. Hahaha.

    Ya, film atau drama mandarin dari dulu emang bagus. Jaman Andy Lau masih jadi Yoko, sampai sekarang masih suka sama nuansa mandarin.

    Terus ini Shang-Chi yang terbaru, harus nonton nih.

    BalasHapus
  15. Aduh baca artikel ini jadi nostalgia, mengingat saya tinggal di lingkungan tionghoa yang suka menonton film kolosal asia mandarin waktu saya masih kecil.

    Btwe, Shang Chi ini film dari marvel kan yaa, hemm jadi penasaran pengen nonton langsung.

    BalasHapus
  16. aduuuuh mau nonton ini gak sempet sempet hahaha, sampe breakdownnya udah pada keliaran di youtube masih aja belum kelakon nyambangi bioskop. epic banget sih ini konflik keluarganya apalagi untuk penggemar Marvel universe wajib banget nonton sebelum running fase ke 4

    BalasHapus
  17. waahhh gamau baca sampe akhir, aku belum nonton hahaa..
    penasaran banget nih mau nonton banyak bilang bagus bnaget soalnya filmnya.

    sama banget sih, aku dari kecil banyaknya nonton film-film hongkong, yang di senengin sih karena suka banyak komedinya juga. kalo film Shang-chi ini banyak komedinya juga ga ya?

    BalasHapus
  18. Film filmnya marvel emang sampe saat ini diakui kualitasnya...
    Dan aku pribadi berharap yang film ini dijadikan serial juga. Jadi bisa dapat cerita lengkapnya...

    Karena jika dilihat dari segi cerita, film ini oke punya.

    BalasHapus
  19. Pokoknya film garapan Marvel udah pasti bagus titik! Itu menurut aq sih ya, btw aq baru baca ulasannya aja tapi belum nonton film ini, next mesti meluangkan waktu buat nonton

    BalasHapus
  20. wah ini filmnya marvel? wajib nonton noh
    pas klo buat quality time berdua sama suami
    dia penggemar marvel

    BalasHapus
  21. Keren juga nih pengaruh ayah mengenalkan budaya film China ke anaknya. Aku dulu malah diwarisi suka musik dangdut. Hehehe..

    Tapi aku kagum ama orang China dgn semangat dagangnya. Keren sih. Apalagi dagang film kungfunya. Ini jd kekuatan film China dibandingkan film2 lain.

    Semoga aku bisa nonton Shang Chi ini di ponsel. Soalnya bioskop di dekat rumah belum buka juga. Kayaknya di aplikasi Disney+ akan muncul sebulan/dua bulan lagi ya kak? Dari trailernya sih keren banget. Jd ga sabar nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, Shang-Chi bakal rilis global di aplikasi Disnet+ bulan November nanti kalau nggak salah. Happy watching ya

      Ehehehe, maklum orangtua pernah tinggal di HK, jadi memang agak pengaruh gitu budaya Tiongkok

      Hapus
  22. Baru tadi aku lewat bioskop dan film ini masuk ke daftar now showing. Aduh, jadiin gak ya ke bioskopnya? Heheh

    BalasHapus
  23. aku mau nonton Shang Chi tunggu rilis di Disney+ aja hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar