Wisata Surabaya: Selusuri Malam Kota Pahlawan dengan Perahu di Kalimas

23 komentar
Wisata Perahu Kalimas
Biasanya kalau bicara soal tempat wisata di Surabaya, tentu banyak di antara kita yang menganjurkan pergi ke mall. Yap, ibukota Provinsi Jawa Timur ini memang punya banyak sekali gedung-gedung mall. Bahkan dua mall terbesar di Indonesia yakni Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza yang luas totalnya puluhan hektar itu, semuanya berlokasi di Surabaya.

Kalaupun memang bukan mall, biasanya pilihan lain untuk liburan di Surabaya adalah ke Pantai Ria Kenjeran.

Tapi, tapi, apa emang Surabaya cuma terdiri dari mall, pantai Kenjeran dan rawon?

Jawabannya adalah tidak.

Beruntung pada awal Juni 2022 ini, aku yang berkesempatan jalan-jalan ke Surabaya menemukan satu destinasi wisata baru yang bisa kubilang sangat menarik.

Apa itu? Wisata Perahu Kalimas!

Kalimas, Gerbang Majapahit yang Jadi Wisata Air

Kalimas di akhir abad ke-19
Kalimas di akhir abad ke-19 © KITLV
Berkunjung ke Surabaya memang selalu menarik. Lepas dari mall-mall mewah yang berdiri dan aneka sentuhan modernitas, selalu ada sudut-sudut yang bercerita di Surabaya. Tidak heran karena kota ini menjadi salah satu saksi bisu pergerakan roda sejarah negeri ini.

Bahkan untuk Kalimas atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah sungai (bahasa Jawa = kali) Mas, juga menjadi saksi bagaimana peradaban Nusantara terbentuk. Ratusan tahun lalu, muara Kalimas merupakan pelabuhan kuno sekaligus pintu gerbang menuju ibukota Kerajaan Majapahit di Trowulan.

Di sepanjang sungai yang merupakan pecahan sungai Brantas yang berhulu di Kota Mojokerto dan bermuara di Selat Madura ini juga pernah jadi tempat pertempuran yang dipimpin Raden Wijaya. Kala itu pada abad ke-13, pendiri Majapahit itu berperang melawan pasukan Tartar di bawah kekuasaan Dinasti Mongol.

Abad terus berganti dan peradaban makin modern, VOC yang kala itu berkuasa di Nusantara juga menjadikan Kalimas sebagai sarana transportasi air utama. Ada banyak sekali sampan dan perahu kecil yang hilir mudik di sepanjang Kalimas, sambil membawa aneka komoditas tangkapan nelayan dari pelabuhan Tanjung Perak ke Kembangjepun maupun Kayun.

Kalimas tahun 1900-1940
Kalimas tahun 1900-1940 © TROPENMUSEUM
Pemerintah kolonial Belanda pun akhirnya mengubah alur sungai yang dulunya bernama Soerabaia Rivier ini pada tahun 1743. Dari berkelok-kelok khas sungai pada umumnya, Kalimas pun langsung berbentuk lurus menuju laut. Hingga akhirnya Pemkot Surabaya menggagas ide Wisata Perahu Kalimas.

Sedikit banyak aku jadi teringat dengan wisata selusur Sungai Melaka di Kota Melaka, Malaysia atau melintasi Sungai Phraya (Chao Phraya) di Bangkok, Thailand sana saat pertama kali mendengar Wisata Perahu Kalimas ini.

Sayang karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, destinasi ini seolah ‘mati suri’ dan cuma beroperasi di siang hari.

Hingga akhirnya pada 31 Mei 2022 kemarin, Walikota Surabaya Edi Cahyadi meresmikan Wisata Air Kalimas Reborn. Geliat wisata yang kembali berdenyut ini dilakukan di Dermaga Monkasel (Monumen Kapal Selam) yang menjadi lokasi awal susur sungai Wisata Air Kalimas.

Lokasi dan Akses Menuju Wisata Perahu Kalimas

boat motor berangkat dari Taman Prestasi
Ketika diresmikan kembali, para pejabat menikmati Wisata Air Kalimas Reborn dengan rute panjang dari Monkasel ke Dermaga Siola di Genteng Kali, Bubutan. Hanya saja waktu aku berkunjung ke sana pada 1 Juni 2022 malam, masih satu rute yang dibuka untuk umum yakni dari Taman Prestasi ke Taman Ekspresi lalu kembali lagi ke Taman Prestasi.

Untuk menuju ke Taman Prestasi tempat Wisata Perahu Kalimas itu bermula, aku yang saat itu dari Plaza Surabaya alias Delta Plaza memilih berjalan kaki sekitar 12-15 menit melewati Zangrandi Ice Cream dan Alun-Alun Surabaya. Kalian tentu bisa menempuh waktu lebih cepat kalau menggunakan kendaraan bermotor pribadi maupun transportasi online.

Tidak sulit untuk menuju Taman Prestasi bahkan sekalipun kalian traveler dari kota lain.

Dari Terminal Purabaya (Bungurasih), kalian bisa naik Suroboyo Bus secara gratis. Pilih rute Rajawali dan kemudian turun di Halte Simpang Dukuh, baru berjalan kaki sekitar sepuluh menit ke Taman Prestasi.

susur sungai Wisata Air Kalimas

Jam Operasional dan Harga Tiket Wisata Perahu Kalimas

susur sungai Wisata Air Kalimas
Jam operasional Wisata Air Kalimas ditawarkan pada pukul 08.00 – 21.00 WIB setiap hari. Namun jadwal bisa berubah sewaktu-waktu tergantung cuaca dan tentunya debit, serta kondisi permukaan air Kalimas.

Hanya saja saranku kalau kalian tidak mau terlalu tersengat matahari Surabaya yang cukup jahat, waktu terbaik untuk menikmati Kalimas adalah ketika sore saat sunset alias matahari terbenam maupun malam hari sekalian.

Untuk tiketnya sendiri, Wisata Perahu Kalimas ini hanya tersedia online yakni di tiketwisata.surabaya.go.id dengan tarif Rp4.000 per orang yang dibayarkan di lokasi.

form pemesanan tiket online dan barcode Wisata Air Kalimas
form pemesanan tiket online dan barcode Wisata Air Kalimas
Dalam proses pemesanan tiket, kalian harus menyertakan informasi data diri mulai dari NIK (Nomor Induk Kependudukan) sesuai yang tertera di e-KTP, Nama Lengkap, Nomor HP, Jumlah Orang dalam Rombongan sampai Email.

Pastikan kalian sudah memenuhi syarat dan ketentuan kunjungan seperti penerapan protokol kesehatan, sebelum akhirnya melakukan pemesanan tiket online.

Jika kuota pengunjung masih tersedia, kalian akan memperoleh bukti berupa barcode yang nantinya ditunjukkan kepada petugas di lokasi, untuk ditukarkan dengan karcis Wisata Air Kalimas sekaligus melakukan pembayaran.

susur sungai Wisata Air Kalimas
Oiya, di website resmi milik pemerintah Kota Surabaya itu setidaknya ada sembilan pilihan destinasi wisata yakni Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Museum Sepuluh Nopember Komplek Tugu Pahlawan, Museum Dr. Soetomo, Museum Pendidikan, Museum H.O.S Tjokroaminoto, Museum W.R Soepratman, Museum Olahraga, Gelora Pancasila dan dua rute Wisata Perahu Kalimas.

Ada dua rute Wisata Air Kalimas yang disediakan yakni:
  • Wisata Perahu Kalimas Rute Taman Prestasi – Taman Ekspresi – Taman Prestasi
  • Wisata Perahu Kalimas Rute Taman Prestasi – Monkasel – Taman Prestasi
Masing-masing rute bisa ditempuh dalam waktu 10-15 menit menggunakan perahu motor dengan penumpang 10-15 orang. Setidaknya ada tujuh unit motor boat yang sediakan secara bergantian, sehingga kalian harus betah untuk mengantri, terutama jika berkunjung saat malam hari dan pengunjung membludak seperti yang kualami. Setidaknya aku dan dua orang temanku harus mengantri selama 30 menit, sebelum akhirnya bisa naik perahu motor.

Cemas tenggelam dan tak bisa berenang? Tenang saja, setiap penumpang perahu motor dibekali oleh jaket pelampung sehingga kalian bisa duduk bersantai dan bersandar di boat sambil menikmati gemerlap lampu di sepanjang Kalimas, serta gedung-gedung pencakar langit Surabaya.

susur sungai Wisata Air Kalimas
Meskipun mungkin jalur yang ditawarkan tidak sepanjang Sungai Melaka atau seluas Chao Phraya, tetap saja Wisata Air Kalimas adalah salah satu pilihan liburan di Surabaya saat malam hari yang menyenangkan. 

Patut dinanti bagaimana Pemerintah Surabaya yang berencana makin mempercantik area di sepanjang susur sungai ini, sehingga membuat wisatawan makin nyaman dan betah. Termasuk di dalamnya komitmen menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan di sepanjang Kalimas.

Jadi, kapan kalian mau berkunjung ke Surabaya dan menikmati Wisata Air Kalimas?
Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

23 komentar

  1. Pembelian tiket lebih praktis lewat online ya. Jadi tinggal datang dan tunjukin tiket aja di lokasi. Dan syukurlah sekarang wisata airnya dibuka malam lagi, menurutku bagus malam hari ini. Jadi bisa menikmati lampu-lampu yang indah.

    BalasHapus
  2. Saya termasuk orang yang paling menghindari wisata malam hari apalagi di atas air, ngeri-ngeri gimana gitu kak hehehe, tapi kalau lihat terang dan cantik suasananya begini, penasaran juga ya, apalagi biasanya suka ada paket dinner gitu di atas perahunya atau kapalnya seeprti waktu saya ke Serawak sama Kalimantan. Kalau ke Surabaya mesti lihat ke sini deh

    BalasHapus
  3. Melihat sekitaran Wisata Air Kalimas ini cakep ya pemandangan malamnya. Walau daku belum tentu berani buat ikutan hihi. Mungkin kalau pas siang atau sore bisa sih dicoba

    BalasHapus
  4. Waaaah....asiknya berperahu di Kalimas. Aku pribadi lebih memilih pagi atau siang. Kalau malam, di darat saja agak parno, apalagi di sungai.

    BalasHapus
  5. Sepertinya asyik ya berwisata malam di Surabaya. Terutama di wisata air Kalimas Surabaya. Jadi nggak melulu mall dan Kenjeran. Doh, aku jadi rindu suasana Surabaya di malam hari.

    BalasHapus
  6. bikin kangen berkunjung ke Surabaya nih kak, dan aq pun baru tau kalo ada wisata air Kalimas ini. padahal jarak rumah ibu ku dengan Kalimas gak jauh lho. ketauan kudet nya aq

    BalasHapus
  7. Ahh kece ya, Kalimas di malam hari
    Aku belum pernah nyoba mbak
    Baru woken besok mau coba

    BalasHapus
  8. cantik, tapi naik kapal malam hari aman kak? kok jadi ingat aa' eril, jadi takut ya..hehehe. btw Surabaya salah satu kota yang juga ingin saya kunjungi. Moga suatu hari nanti bisa pergi ke sana.

    BalasHapus
  9. wah... kece nih, Surabaya punya wisata air. kalau sungainya bersih dan nyaman serta fasilitasnya disiapkan dengan baik pasti banyak yang bakalan nyoba. apalagi Kalimas punya riwayat dan sejarah yang bagus

    BalasHapus
  10. cakeep banget niiih viewnya, Kalimas ini.
    pengen deh suatu hari nanti bisa berkunjung ke Kalimas Surabaya juga.

    BalasHapus
  11. Aiih, kak Arai ini tahu aja tempat aku pacaran dulu..
    Hahha...zaman SMA seneng banget ngobrol di Taman Prestasi. Sambil main ayunan dan melihat anak-anak bermain.
    Eii~
    Uda lama itu..

    Kini aku baru tahu kalau Kalimas ada wisata airnya.
    Aku pikir mulainya dari Monkasel.
    Ternyata bermula dari Taman Prestasi yah..

    Harga terjangkau dan bisa menikmati hembusan angin malam Surabaya, Kota Pahlawan.
    Mauuuu~

    BalasHapus
  12. Terjangkau bgt tarif nyaaaa. Belum pernah ke Surabaya, klo ada kesempatan kesana pasti mau jg naik perahu Kalimas

    BalasHapus
  13. Iih, mayan kece ya suasananya di malam hari
    Mudah-mudahan bisa jadi wisata air yang kayak di Thailand itu loh
    Rame banget dan bisa menggerakan ekonomi masyarakat sekitarnya

    BalasHapus
  14. Meskipun aku di sidoarjo tapi belum ngerasain wisata Kalimas wkwk. Lebih suka ke taman sebenarnya.. anak2 ga tau berani apa ga naik kapal malam2. Apa suasana juga agak creepy nggak ya kalo malam?

    BalasHapus
  15. Tarifnya terjangkau ya, kesana saat malam hari pemandangannya cantik banget. Jadi pengen main ke Surabaya

    BalasHapus
  16. Pertama kali lihat langsung kepikiran venisia. Sekarang wisata Indonesia sudah bisa kayak ke luar negeri, keren keren. Saya baru tahu kalau Kalimas adalah gerbang perdagangannya kerajaan Majapahit. Mmm, menarik. Tulisan mbak Arai, selalu kece

    BalasHapus
  17. Kalimas salah satu ikonik kota Surabaya, dulu sewaktu SMA ering nongkrong disana, karena lokasi sekolah di pinggir Kalimas. Nak-anak juga sennag saat saya mengajaknya naik perahu, seru katanya

    BalasHapus
  18. Kapan nih diajaknya. Mau banget kalau diajak ke sana Rai. Sekalian foto cantik dan cari kuliner khas. Kamu setiap kali jalan jalan selalu ngupas sejarah daerah setempat ya. Cocok jadi guru sejarah. 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngehaha, sejarah hidupku terlalu kelam kak, jadinya enak ngulik sejarah daerah. Woakowkaowkao guru sejarah? Sejarah itu salah satu pelajaran yang gak kusukai benernya, mboseni

      Hapus
  19. Pemandangan wisata air Kalimas keren juga pasti punya sensasi yang berbeda dari wisata lainnya. Dengan harga Rp 4.000 tentu sangat terjangkau nih.

    BalasHapus
  20. ternyata ada wisata air kalimas di Surabaya yang sangat terjangkau, semoga kapan-kapan bisa ke sana bersama keluarga

    BalasHapus
  21. Jadi teringat sewaktu di Surabaya beberapa tempat menarik dikunjungi di Surabaya, termasuk tulisan ini.

    BalasHapus
  22. Kalau malam view di Kalimas ini indah banget ya, banyak lampu2nya. Bisa jadi referensi tempat wisata nih kalau nanti ada kesempatan jalan2 ke Surabaya. Belum pernah ke sana soalnya.

    BalasHapus

Posting Komentar