Review 'WANDAVISION' (2021): Awal Lahirnya Sang 'Iblis' Scarlet Witch

34 komentar

review WANDAVISION (2021)

Membuka update blog di bulan Maret sambil berjuang di tengah kemalasan serta daftar tontonan film, serial dan anime yang menumpuk, saya memantapkan tekad untuk menulis review WANDAVISION (2021). Yah, kalian bisa anggap saya sebagai seorang MCU (Marvel Cinematic Universe) fangirl kali ini, karena memang itu yang terjadi.

Sejak dirilisnya IRON MAN (2008), saya memang belum sepenuhnya terpikat pada MCU meskipun memang tak ada yang menolak betapa cocoknya Robert Downey Jr sebagai Tony Stark/Iron Man. Saya baru benar-benar mengikuti kisah MCU sejak menonton THOR (2011) dan praktis tak pernah absen dari bioskop setiap tahunnya untuk terombang-ambing dalam franchise film dengan penghasilan terbesar sepanjang masa itu.

Namun ketika pandemi Covid-19 melanda dunia tahun 2020 lalu, rutinitas bioskop pun berakhir. Semua studio film raksasa menunda perilisan film mereka termasuk Disney dengan MCU yang sebetulnya bakal tetap punya penonton setia. Kunjungan saya ke bioskop untuk menonton film superhero di tahun lalu hanyalah WONDER WOMAN 1984 (2020). Itupun pada bulan Desember dan bukanlah dari MCU, karena milik DCEU (DC Extended Universe).

Tapi bukan Disney namanya kalau tak punya cara merampok uang para penggemarnya. Membuka Phase Four dari MCU, Disney merilis serial pertama mereka, WANDAVISION. Serial ini ditayangkan mulai 15 Januari 2021 di platform streaming milik The Walt Disney Company, Disney+.

Bersyukur karena Indonesia mendapat bagian Disney+ Hotstar, saya akhirnya bisa menikmati WANDAVISION streaming secara legal. Bagus Disney, bagus. Kalian berhasil merampok penghasilan perempuan lajang ini untuk lagi-lagi diperbudak layanan VoD (Video on Demand) selain Netflix, VIU, Iflix, HBO GO, Mola TV dan WeTV.

Baca juga: Review 'JEMARI YANG MENARI DI ATAS LUKA-LUKA' (2019): Sudah Adilkah Kita Kepada Minoritas?

Sinopsis 'WANDAVISION'

Pernikahan Wanda dan Vision
Pernikahan Wanda dan Vision

Sebelum kamu lebih lanjut membaca review WANDAVISION Indonesia ini, ada baiknya saya peringatkan kalau tulisan saya ini bakal penuh spoiler. Jadi kalau kamu termasuk yang suka emosi kena spoiler serial atau film, lebih baik mundur saja dan baca artikel lain.

Kisah dalam WANDAVISION berlatar waktu tiga pekan setelah event di film AVENGERS: ENDGAME (2019) berakhir. Yang artinya dunia sudah kehilangan salah satu superhero terbaik mereka, Iron Man, dalam pertempuran mati-matian melawan Thanos (Josh Brolin). Kita semua sepakat kalau kematian Iron Man memang menyedihkan. Tetapi dunia harus tahu bahwa ada dua superhero lain yang juga tewas saat berjuang mengembalikan keseimbangan dunia akibat penggunaan Infinity Stone yakni Black Widow/Natasha Romanoff (Scarlett Johansson) dan Vision (Paul Bettany).

Sebagai kekasih dari Vision, Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen) juga mengalami kepedihan luar biasa. Sama seperti Natasha, Vision juga tidak muncul sekalipun para Avengers berhasil mengembalikan makhluk hidup yang musnah jadi debu akibat jentikan Thanos alias peristiwa Blip itu. Karena memang Vision sudah tewas dalam AVENGERS: INFINITY WAR (2018), saat Thanos merebut Mind Stone dari keningnya.

Berniat ingin memakamkan Vision dengan layak, Wanda pun datang ke markas SWORD (Sentient World Observation and Response Department) untuk mengambil jasad makhluk Android yang terbuat dari teknologi AI (Artificial Intellegence) Jarvis, karya si jenius Tony Stark itu. Namun ternyata yang ditemukan Wanda hanyalah jasad sintetik dengan jaringan besi baja tanpa nyawa yang juga sudah tercerai-berai.

Dengan hati hancur, Wanda pun akhirnya pergi ke Westview, sebuah kota di negara bagian New Jersey. Berkat surat peninggalan Vision, Wanda juga tahu kalau sang kekasih memberikan sebuah tanah untuk rumah masa depan mereka. Kematian Vision, mimpi yang tak akan terwujud dan dirinya yang kembali sebatang kara membuat penderitaan dalam diri Wanda pecah. Penderitaan yang justru membuatnya membangun sebuah realitas baru

Wanda menciptakan Vision
Wanda menciptakan Vision

Menggunakan kemampuan sihirnya, Wanda mengontrol pikiran semua orang di Westview, termasuk menciptakan Vision. Wanda pun hidup bahagia dengan Vision dalam realitas yang dia ciptakan. Seperti layaknya pasangan suami istri normal, Vision bekerja, Wanda memasak dan mereka pun hidup bersosialisasi. Wanda bahkan berteman dekat dengan tetangganya, Agnes (Kathryn Hahn). 

Darcy - Monica - Woo
Darcy - Monica - Woo

Namun aksi Wanda ini dianggap Tyler Hayward (Josh Stamberg), pemimpin SWORD sebagai ancaman baru umat manusia. Fenomena 'hilangnya' Westview ini mempertemukan Monica Rambeau (Teyonah Parris), Jimmy Woo (Randall Park) si agen FBI dan ahli astrofisika Darcy Lewis (Kat Dennings). Darcy menyadari bahwa Wanda menampilkan realitasnya dalam sebuah tayangan sitkom jadul. Ingin membantu Wanda, Monica pun nekat masuk ke realitas Westview dan mendapat peran sebagai Geraldine, salah satu tetangga Wanda. 

Baca juga: Review 'THE SCIENCE OF FICTIONS' (2019): Hiruk-Pikuk Sejarah yang Belum Tentu Benar

Dalam dunia yang dia ciptakan, Wanda melahirkan anak laki-laki kembar, Billy (Julian Hilliard) dan Tommy (Jett Klyne). Kehidupan bahagia Wanda terusik saat Monica mengingatkan kenyataan pada Wanda dan membuatnya marah. Tanpa sadar, Wanda memberikan kekuatan super saat melempar Monica keluar dari realitasnya. Di tengah keributan itu, mendadak muncul Pietro Maximoff (Evan Peters), saudara kembar Wanda yang seharusnya tewas saat kejadian AVENGERS: AGE OF ULTRON (2015). 

Fake Pietro - Wanda
Pietro Maximoff Palsu - Wanda

Vision menyadari kalau ada yang aneh dengan dunianya dan berniat keluar dari The Hex (realitas ciptaan Wanda). Sementara di luar The Hex, Monica, Jimmy dan Darcy mengendus rencana jahat Hayward yang 'menghidupkan' kembali jasad Vision sebagai senjata pemusnah Wanda. Wanda yang merasa dikhianati Vision dan tahu kalau Pietro yang muncul bukanlah saudara kembarnya pun tertekan. Namun ternyata fakta mengejutkan muncul bahwa penyebab keanehan dalam realitas Wanda adalah Agnes alias Agatha Harkness, seorang penyihir kuno Salem yang memiliki kekuatan dark magic terlarang.

Agatha Harkness
Agnes si penyihir Agatha Harkness
Demi merebut kekuatan sihir Wanda, Agatha pun memanipulasi Ralph Bohner, penduduk asli Westview untuk berperan sebagai Pietro palsu. Di saat Wanda harus melawan Agatha, Hayward mengirimkan White Vision yang berduel langsung dengan Vision. Namun ternyata pertarungan Wanda dengan Agatha justru melahirkan kekuatan 'iblis' yang bersemayam dalam diri Wanda, Scarlet Witch si penyihir kekacauan. 

Review 'WANDAVISION' Menurut Saya 

Berjumlah sembilan episode dengan durasi rata-rata 35 menit, WANDAVISION hadir di luar ekspektasi saya. Terutama di awal-awal episode karena kita tidak akan melihat film WANDA VISION ini hadir layaknya film-film superhero MCU. Produser/penulis Jac Schaeffer dan sutradara Matt Shakman mengajak penonton menikmati kehidupan Wanda dan Vision dalam tampilan sitkom jadul era tahun 1950-1970an.

Dengan rasio layar hitam putih 4:3, saya sangat menikmati tayangan sitkom romantis dan kocak soal keseharian pasangan Avengers ini. Kalau kamu pernah menonton sitkom klasik seperti I Love Lucy atau The Dick Van Dyke Show, tentu akan sangat tergelak. Belum lagi dengan referensi Bewitched dan I Dream of Jeannie membuat saya benar-benar lupa kalau WANDAVISION adalah serial superhero MCU.

WANDAVISION baru kembali ke 'jiwanya' ketika memasuki episode keempat dan mencapai klimaksnya hingga episode kesembilan. Sejak episode pertama tayang, WANDAVISION sukses membuat saya selalu penasaran dan penuh teka-teki. Apalagi berbagai commercial break jadul yang muncul di tayangan sitkom kehidupan Wanda dan Vision, yang semuanya memuat easter egg dalam film-film MCU sebelumnya.

Seperti Toast Mate 2000 (episode 1) yang diproduksi Stark Industries, arloji Strucker (episode 2) yang sudah pasti berhubungan dengan Baron Wolfgang von Strucker (Thomas Kretschmann), bubuk mandi Hydra Soak (episode 3), handuk kertas Lagos (episode 5) sampai Yo-Magic Yogurt (episode 6). Semua iklan yang tayang ini berkaitan dengan kehidupan masa lalu Wanda. Mulai dari Strucker, sang pemimpin Hydra yang melakukan eksperimen dengan Wanda dan Pietro di post-credit scene CAPTAIN AMERICA: THE WINTER SOLDIER (2014). Hingga handuk kertas Lagos yang sudah pasti merujuk ke Lagos, kota di Nigeria yang 'dirusak' oleh kekuatan Wanda pada adegan awal CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR (2016).

Tak cuma easter egg, mayoritas WANDAVISION cast juga sudah muncul di film MCU terdahulu. Ada agen Woo yang bertugas mengawasi dan menangkap Scott Lang/Ant-Man (Paul Rudd) dalam ANT-MAN AND THE WASP (2018), Darcy si asisten Jane Foster (Natalie Portman) dalam THOR (2011) dan THOR: THE DARK WORLD (2013), serta tentunya Monica, putri Maria Rambeau (Lashana Lynch) dalam CAPTAIN MARVEL (2019).

Namun cast yang paling kaget tentu adalah Evan Peters yang menjadi Pietro palsu. Sudah muncul berbagai teori jika WANDAVISION akan menjadi 'jembatan' masuknya X-Men secara resmi ke MCU, tetapi hanyalah zonk belaka. Termasuk dengan rumor cameo Dr. Strange (Benedict Cumberbatch) sampai Mephisto yang ternyata cuma ghosting saja.

Baca juga: Review ’THE TWO POPES’ (2019): Karena Pemimpin Agama Juga Manusia

Scarlet Witch dan Lima Tahap Kesedihan Wanda

Scarlet Witch
Wanda makin cantik sebagai Scarlet Witch

Setelah melihat sembilan episode WANDAVISION, saya sepakat kalau serial ini adalah langkah Disney-Marvel dalam menghadirkan film superhero yang makin manusiawi. Tak harus adu efek CGI atau pertarungan skala penghancuran kota, Wanda justru hadir sebagai superhero yang terluka, ditolak kehadirannya oleh manusia dan akhirnya menjelma menjadi salah satu penyihir paling berbahaya di jagat Marvel, Scarlet Witch.

Seperti ucapan Agatha bahwa sihir yang dilakukan oleh Wanda itu hanyalah sihir kekacauan, tentu membuat saya sangat penasaran apa yang akan terjadi saat Wanda bertemu dengan sang Sorcerer Supreme, Stephen Strange, dalam DOCTOR STRANGE IN THE MULTIVERSE OF MADNESS (2022) nanti. Apalagi dalam post-credit scene WANDAVISION, Wanda ternyata mempelajari Darkhold, buku terkutuk yang memuat kumpulan energi negatif di dimensi Kegelapan.

Banyak teori yang menyebutkan kalau Wanda akan dikuasai oleh Scarlet Witch dan menjadi salah satu musuh paling berbahaya dari Avengers. Penggambaran Wanda yang begitu abu-abu ini jelas mengingatkan saya pada pendekatan DC saat menggarap THE DARK KNIGHT (2008), WATCHMEN (2009) hingga serial TV WATCHMEN (2019). 

Namun dengan apa yang sudah dia alami, saya tak menyalahkan kalau seandainya Wanda memang akan menjadi anti-hero. Kehancuran hidup Wanda dimulai saat bom mortir produksi Stark Industries menewaskan orangtuanya. Rela dimanfaatkan oleh Hydra dan menjadi bahan eksperimen, Wanda 'terseret' menjadi superhero yang justru menewaskan Pietro. Saat memantapkan diri sebagai superhero, Wanda malah kehilangan Vision.

Jika Avengers lain masih memiliki rekan atau kerabat, tidak dengan Wanda. Wanda benar-benar sendiri sehingga membuatnya jatuh dalam kepedihan tiada tara.

You, Vision, are the piece of the Mind Stone that lives in me. You are a body of wires and blood and bone that I created. You are my sadness, and my hope. But mostly, you’re my love ~ Wanda Maximoff

Apa yang dialami Wanda ini tentu sejalan dengan teori Stages of Grief (Tahap Kesedihan) yang diungkapkan psikiater Elisabeth Kübler-Ross. Dalam buku yang dia tulis berjudul On Death and Dying, Dr.Kübler-Ross menyebutkan ada lima tahap kepedihan yang semuanya tampak dialami oleh Wanda.

Mulai dari denial (penyangkalan), anger (marah), bargaining (penawaran), depression (depresi) dan acceptance (penerimaan). Kisah dalam WANDAVISION dimulai dari penyangkalan Wanda bahwa Vision sudah tewas dan membuatnya menciptakan realitas baru sampai menghidupkan Vision lagi di Westview. Saat Monica menyadarkannya, Wanda pun marah dan mengusirnya. Wanda juga melakukan penawaran dimana dia akhirnya melepaskan Pietro demi memperoleh Vision lagi.

Tommy - Billy - Vision - Wanda
Tommy - Billy - Vision - Wanda
Di episode ketujuh, Wanda memperlihatkan dirinya pada tahapan depresi karena semua terjadi tidak sesuai dengan harapan. Hingga akhirnya Wanda pun sadar kalau realitas yang dia ciptakan hanyalah sumber kekacauan. Wanda memilih membebaskan warga Westview dan melepaskan Vision serta kedua anaknya. Namun penerimaan inilah yang akhirnya membawa Wanda menjadi Scarlet Witch.

Huf bagaimana? Cukup panjang dan sangat lebar ya review WANDAVISION (2021) kali ini. Saran saya bagi kamu yang ingin menikmati WANDAVISION, ada baiknya untuk mengikuti rangkaian kisah dalam MCU atau komik Marvel terlebih dulu supaya tidak bingung. Terutama untuk memahami kemunculan White Vision, Skrull dan tentunya Darkhold yang pastinya akan mempunyai peran penting di masa depan.

Baca juga: Review 'HAI GUYS BALIK LAGI SAMA GUE, TUHAN! (2020): Saat Tuhan Nge-Vlog dan Jadi Netizen

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life

Related Posts

34 komentar

  1. Mbak Aray, good job banget reviewnya. Aku jadi nangkap benang merah wanda vision. Aku baru nonton yang rilis 5 maret. Sumpah udah jerit2 sendiri di kamar saking serunya scarlett witch yang aku tonton. Dari sini penasaran sama awalnya. Huhu

    Alhamdulillah baca ini jadi semakin tertarik dan nggak sabar nonton lagi di rumah.

    BalasHapus
  2. Scanenya di awal trailernya aja sudah bagus, apalagi nanti mulai filmnya yang segera diluncurkan. tambah keren deh

    BalasHapus
  3. Aku kira tadi awlanya ini film, ternyata serial gitu ya mbak. mbak arai cakep banget deh kalau ngereview film dan serial begini.

    BalasHapus
  4. Ohh, Disney Hotstar Plus ya? Saya juga download aplikasi itu, sudah bayar juga 200 ribu setahun. Cuma, begitu melihat film-filmnya yang bejibun, saya jadi bingung sendiri. Terlebih Wanda Vision ini, saya sama sekali belum menontonnya. Hehe..

    BalasHapus
  5. Baca ini udah kaya nonton film ngebayanginnya. Jelas banget ray, good job as always. Menunggunreview film yang lain, mr.queen maybe. Disney Hotstar ada rekomen film lain kah? lumayan sih ya nih 9 episode cuma 35 menitan kaya bakal cepet. Masuk wishlist lah..hehe

    BalasHapus
  6. serial di Disney emang keren banget deh, bukan cuma serialnya filmnya juga selalu jadi incaran penonton. btw mbak aq belum berlangganan di aplikasi ini jadi jarang nonton

    BalasHapus
  7. Aku juga nonton ini di Disney Hotstar. Wkwkwk. Kemarin pas lagi promo paket 6 bulan, plus dapat bonus free abis beli pulsa Telkomsel. Wah senang banget. Aku dan anak-anak bisa merdeka nonton film-film berkualitas. Seru seruuu. Terima kasih reviewnya mba.

    BalasHapus
  8. Mbak Arai kalau review film runtut gitu , aku perlu mencontoh nih. Walau pandemi tapi tetap bisa menonton film ya mbak

    BalasHapus
  9. Dari penyangkalan menuju penerimaan itu memang berat ya mbak, butuh waktu dan proses yang panjang. Seperti kisah Wanda ini, walau superhero, tapi tetap ada sisi humanis dalam dirinya.

    Keren reviewnya mbak

    BalasHapus
  10. Lengkap beud reviewnya Mbak...Penggear Marvel tentu sayang banget kalau ngelewati WandaVision ini ya. Dulu cuma secuil nampak di Avengers. tapi sekarang bisa dapat info utuhnya. Siap menonton nih. hehe

    BalasHapus
  11. Wow selalu suka cara kak Arai bikin review film
    Aku jadi bisa bayangin adegan-adegannya
    Dan jadi penasaran pengen nonton euy
    Segera masukin wish list

    BalasHapus
  12. Ruarrrr biasa ini review-nya. Paket lengkap. Aku jadi terburu pengen liat langsung di Disney Hotstar. Wkwkw.
    Dari zaman sekolahan, entah kenapa "Marvel" ini seperti sebuah jaminan di pikiranku kak bahwa karyanya gak akan mengecewakan.
    Aku penasaran sih kemudian si vision itu gimana selanjutnya..

    Trus memposisikan diriku, seandainya jadi Wanda yang bisa menghidupkan kembali pasangan yang sangat aku cintai, kenapa gak ya.. 🥰

    BalasHapus
  13. Aku tu jarang yang langsung suka film saat hanya melihat poster atau pun thriller. Namun saat melihat langsung biasanya aku bisa jatuh hati. Dan wandavision ini pun begitu.

    Aku nggak langsung suka ketika membaca judulnya. Tapi setelah membaca reviewnya. Aku langsung penasaran, seperti apa dunia yang diciptakan oleh wanda itu. Cool sih, mbak.

    BalasHapus
  14. Kalo masalah review-review film dan drakor mah kak Arai Jagonya hehe...saya mah kadang cuma seneng lihat film2 di bioskop dll cuma pas udah selesai ya udah tanpa ditulis di blog dll... Kadang sering lupa juga nama pemain/aktor/aktrisnya :D...huaaa...thanks ya kak review "Wandavision"nya... kubaca aja deh :D

    BalasHapus
  15. Review nya keren banget kak. Detail dan bahasanya enak. Padahal saya enggak ngikutin hero, tapi baca ini jadi lebih tahu.

    BalasHapus
  16. Huhu, Wanda sedih luar biasa ya, Visio tewas di Avengers yang Infinity Wars. Kalau saya sih pinginnya tokoh2 protagonis jangan ada yang mati satu pun, villain aja yang musnah, hehe...

    BalasHapus
  17. Baca sinopsis kek gini saya jadi pengen nonton beneran. Penasaran banget.

    BalasHapus
  18. suami aku mesti nonton nih WandaVision 2021

    BalasHapus
  19. Aku sejujurnya kurang kalau sama film-film begini. Tapi suami aku malah suka banget. Keren memang ya.

    BalasHapus
  20. Review ny lengkap banget, mantuul👌

    BalasHapus
  21. Luarbiasa kak... juara deh. Sebagai bukan penggemar film disney. Tapi juga beberapa kali menikmati sajiannya. Membaca ini sambil ngobrol seru sama suami hihihi. Aku jadi tahu, oh captain amerika itu tah. Karena itu yg baru aku tonton. Tapi dari pemaparan mbak di sini. Aku kok jadi penasaran dari awal hiks... drakor agak ke geser nih. Tapi betul deh, berasa liat alur ceritanya dari penjelasan ini hehehe.. tapi aku g anti spoiler sih. Karena membaca dan liat langsung itu feelnya beda.. hahah good job kak arai

    BalasHapus
  22. Jujurly aku aliran drakor wkwkwk aku baca ini biar nyambing pas cerita sama paksu. Dan ini reviewnya runut da gampang dipahami karena ak dah nonton beberapa filmnya juga nemein paksu :D

    BalasHapus
  23. oh ini serial ya, kirain film gitu, ini tahun 2021 keluarnya, suka dengan film-film ini. pengen nonton ini karena pemainnya semua favorit aku, dulu nontonin sequel filmnya keren

    BalasHapus
  24. Sampai 9 episode ya mbak..lumayann jg ya, untungnya bosa nonton di Disney Hotstar.

    Disney tahu banget yaa care untuk menghilangkan kebosanan fansnya, pembuatan film ini patut diacungi jempol, karena tentu pembuatanny butuh protokol ketat dan Disney ini suka ga tanggung kalau soal dana

    BalasHapus
  25. Hey, Arai!

    Udah lama nggak baca rivyuwan kamu nih, hehe..

    bikin spoiler tapi aku nggak emosian kok, wkwk..

    btw, film Marvel kali ini ceritanya agak beda ya, makanya jadi penasaran pengen nonton akutuh :D

    BalasHapus
  26. Cakep mbak ulasannya bikin aku paham sama ceritanya. Berhubung aku sudah lama nggak nonton film2 Hollywood... Jadi membaca ulasan ini sudah membuatku puas..at least udah ngerti ceritanya wkkw...lagian aku nggak mau penasaran, cukup netflix dan viu saja yang memperbudakku wkwk

    BalasHapus
  27. Inii kalo ditonton bikin ketagihan yaa kak. Duh.
    Baca reviewnya kak arai aja dehh kwwk biar hemat waktu nontonnya

    BalasHapus
  28. aku juga penasaran sama jalan veritanya
    ... nanti deh tak coba nonton lagi

    BalasHapus
  29. wah detail bgt kak reviewnya :) sebagai pencinta Marvel yang nggak anti spoiler, saya berterimakasih dengan review ini hahah

    BalasHapus
  30. Selalu suka dengan reviewnya mba Araii! Saya bukan pecinta Marvel mba nonton 1 aja engga tapi pembawaan tulisannya bener" ringan dan mudah dicerna banget untuk saya. Thanks a lot mba, ku akan nnonton marvel mumpung masii libur semester ahahaha

    BalasHapus
  31. Belum nonton ini sih, tapi seru banget. Udah lama nggak nonton film Hollywood
    karena nontonnya korea terus heheheh. Semoga next bisa jadi pilihan kebosanan nonton drakor.

    BalasHapus
  32. Dari awalnya saya penasaran sih pingin nonton serial Wandavision, cuman belum punya Disney Hostar :((

    BalasHapus
  33. Scanenya di awal trailernya aja sudah bagus, apalagi nanti mulai filmnya yang segera diluncurkan. tambah keren deh

    BalasHapus
  34. saya juga ngikutin wandavision bahkan setiap minggunya obrolan di grup pecinta film selalu ramai ngomongin serial ini. serial ini seperti membuktikan bahwa superhero juga punya nurani sebagaimana manusia pada umumnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email