Review 'MINARI' (2020): Kisah Keluarga Asia Memang Lebih Baik dari Hollywood

29 komentar
review MINARI

MINARI (2020) hadir dengan 'beban' yang cukup berat di kancah perfilman internasional, karena digadang-gadang jadi penerus PARASITE (2019). Namun dalam berbagai review MINARI yang bermunculan, terbukti kalau film ini membawa vibes yang berbeda dan luar biasa hangat.

Meraih enam nominasi dalam ajang perfilman paling bergengsi di dunia, 93rd Academy Awards, MINARI jelas membuktikan bahwa betapa kuatnya kisah-kisah kehidupan keluarga Asia. Meskipun gagal memboyong Best Picture dan Best Director yang kebetulan keduanya diraih oleh NOMADLAND, MINARI tidak kehilangan 'sihirnya'.

Bahkan jika disuruh memilih, saya jauh lebih menyukai kisah yang disuguhkan oleh MINARI daripada NOMADLAND. Menonton film garapan Lee Isaac Chung ini seolah membawa saya ke sebuah kehidupan keluarga yang sangat dekat dan tampak benar-benar dirasakan. Kesederhanaan dan kehangatan itulah yang membuat saya tidak sulit untuk terpikat dengan MINARI.

Karena itulah mungkin dalam review MINARI kali ini, akan ada cukup banyak ulasan yang terdengar bias. Tapi memahami bahwa MINARI ini ditulis berdasarkan pengalaman masa muda sang sutradara dan keluarganya, dalam memburu American Dreams, saya rasa mungkin kita semua membutuhkan sentuhannya.

Sinopsis 'MINARI'

Kisah dalam MINARI dimulai pada tahun 1983. Saat keluarga Yi yang merupakan imigran asal Korea Selatan pindah dari California untuk memulai hidup baru di kawasan pedesaan Arkansas. Hal ini terjadi karena sang Ayah, Jacob Yi (Steven Yeun) ingin mengejar mimpinya sebagai seorang petani dan pemasok sayur mayur Korea. Tentunya mimpi Jacob ini awalnya ditolak oleh sang istri, Monica Yi (Han Ye Ri).

Monica tidak setuju karena tempat tinggal mereka di Arkansas cukup pelosok sehingga jauh dari rumah sakit yang sangat dibutuhkan oleh David Yi (Alan Kim). David sang putra bungsu yang masih berusia tujuh tahun memang mengidap kelainan jantung sehingga membuatnya tak bisa jauh-jauh dari dokter, karena divonis bisa berhenti berdetak suatu saat.

adegan film MINARI
keluarga Yi saat pertama kali tiba di Arkansas
Namun Jacob tidak mempedulikan kecemasan Monica. Dirinya bertekad untuk memulai hidup baru dan mengejar ambisinya. Jacob merasa sudah cukup bosan menjalani pekerjaan sebagai penentu jenis kelamin anak-anak ayam bersama Monica. Dia juga ingin menjadi seorang kepala keluarga sukses dan membuat istri serta kedua anaknya bangga. 

Dibantu oleh Paul (Will Patton), tetangga eksentrik yang mantan veteran Perang Korea, Jacob sangat optimis kalau usahanya menjadi petani ini akan mengubah nasib keluarganya jadi lebih baik. Jacob bahkan menolak bantuan mencari air dengan metode dowsing yang biasa dilakukan orang-orang Amerika. Karena menurut Jacob, orang Amerika bodoh sementara dirinya masih menjunjung tinggi semangat kerja orang Korea yang mengutamakan logika berpikir.

adegan film MINARI
Jacob saat mengajak David ke lahan pertanian
Sadar jika Jacob sibuk dengan usahanya sebagai petani, Monica pun memboyong Ibunya, Soon Ja (Youn Yuh Jung) dari Korea untuk tinggal bersama mereka di Arkansas sekaligus menjaga David dan kakaknya, Anne Yi (Noel Kate Cho).

Hanya saja kehadiran nenek Soon Ja justru disambut dingin oleh David. David merasa kalau Soon Ja bukanlah nenek yang baik dan peduli pada dirinya dan sang kakak, Anne. Soon Ja lebih suka menonton gulat di TV atau bermain kartu sambil mengucapkan umpatan-umpatan khas Korea. Meskipun David tampak tidak menerimanya dengan hangat, Soon Ja tetap berusaha untuk menjalin hubungan dengan kedua cucunya.

Dia bahkan mengajak David dan Anne untuk pergi ke tepian sungai dan menanam benih sayuran minari yang dia bawa dari Korea. Menurut Soon Ja, minari adalah sayuran yang sangat berguna dan bisa tumbuh dengan mandiri. Soon Ja juga mendorong David untuk melakukan beberapa kegiatan fisik seperti berlari, sesuatu yang selalu dilarang oleh Jacob dan Monica, karena terlalu cemas dengan kondisi jantungnya. Alih-alih mendengarkan, Soon Ja justru berpendapat kalau David lebih kuat daripada yang dipikirkan oleh orangtuanya.

adegan film MINARI
Anne dan David bermain bersama
Di lain pihak, keharmonisan Jacob dan Monica semakin terusik karena usaha pertanian Jacob yang belum menghasilkan, bahkan terancam rugi. Mulai dari kehabisan pasokan air hingga pembatalan tiba-tiba dari vendornya di Dallas yang membuat hasil panen Jacob terbengkalai. Monica pun menyadari jika sang suami tidak terlalu religius dan hanya meyakini ilmu pengetahuan.

Monica yang sejak awal sudah menolak keinginan Jacob sebagai petani menuding kalau sang suami sudah tidak perhatian dengan keluarganya. Jacob dianggap tidak realistis dan mengorbankan kesejahteraan keluarga, hingga akhirnya Monica mengajukan wacana untuk mereka berpisah karena dirinya ingin kembali ke California demi David.

Masalah timbul saat David mengerjai sang nenek karena begitu kesal, sehingga membuat neneknya meminum air seninya. Jacob marah besar karena dia sudah cukup tertekan dengan hasil panen yang terancam membusuk. Seolah tak berhenti di situ saja, muncul problem lain ketika Soon Ja mendadak terjatuh di suatu malam, dan divonis dokter mengalami stroke sehingga bagian kiri tubuhnya tak berfungsi, serta kesulitan berkomunikasi.

They need to see me succeed at something for once. Even if I fail, I have to finish what I started ~ David Yi

Dalam kondisi keuangan keluarga yang semakin menipis, Jacob pun akhirnya membawa istri dan kedua anaknya ke Oklahoma untuk mengecek kondisi kesehatan jantung David. Di waktu yang sama pula, Jacob pun membawa beberapa hasil panennya karena sekalian ingin bertemu dengan calon pembeli. Jacob seolah tak peduli pada keengganan Monica yang hanya melihat sang suami cuma memikirkan soal hasil panennya saja.

Meskipun hubungan mereka semakin genting, Jacob dan Monica mendapat kabar baik saat dokter menyebutkan jika kondisi jantung David secara dramatis semakin sehat. Kebahagiaan menghampiri Jacob lagi ketika calon pembeli di Oklahoma bersedia memesan hasil panen Jacob. Dalam kondisi berseri-seri, Jacob yang memberitahu Monica kalau nasib keluarga mereka bakal berubah.

Bukannya senang, Monica menyadari kalau saat ini yang menjadi fokus Jacob adalah pembuktian kalau ambisinya berhasil, bukannya kepeduliannya pada keluarga. Monica paham kalau Jacob hanya bisa bahagia ketika impiannya sebagai petani sukses terwujud. Namun di saat itulah Monica tahu jika Jacob sudah berubah. Monica pun menegaskan kalau dia akan pergi meninggalkannya dan membawa David serta Anne.

You choose the farm over our family. We can’t save each other but money can? I’ve lost my faith in you. ~ Monica Yi

kemesraan Monica dan Jacob
kemesraan Monica dan Jacob
Keluarga kecil inipun kembali pulang ke Arkansas dan mendapat kejutan saat ternyata gudang penyimpanan hasil panen terbakar hebat. Kebakaran ini ternyata disebabkan oleh Soon Ja yang ngotot ingin membakar sampah dan tidak sengaja api terjatuh ke rumput, lalu menyambar gudang beserta isinya.

Menyadari semua waktu, energi, uang dan usahanya berbulan-bulan ini bakal terbakar sia-sia, Jacob pun berusaha menyelamatkan yang bisa diraih. Tak ingin melihat suaminya terluka, Monica pun masuk ke dalam kobaran api dan membantunya. Namun semua sudah terlambat karena hasil panen yang digadang-gadang bisa menghasilkan uang itu hangus terbakar. Merasa bersalah, nenek Soon Ja berniat untuk meninggalkan mereka tapi dengan dramatis David mengejar sang nenek dan justru memintanya untuk kembali pulang.

Waktu pun berlalu menjadi lembaran baru bagi keluarga Yi. Berbeda dengan sebelumnya, Monica kali ini menemani Jacob untuk memulai lagi membangun mimpinya. Jacob pun tak bebal lagi dan mencoba mempelajari budaya bertani di Amerika. Kisah dalam MINARI ditutup dengan Jacob yang mengajak David untuk memanen sayuran minari yang tumbuh luar biasa subur di tepian sungai, bukti perhatian nenek Soon Ja pada mereka.

Review 'MINARI' Menurut Saya

keluarga Yi lengkap dengan nenek Soon Ja
keluarga Yi lengkap dengan nenek Soon Ja

Menonton 115 menit film MINARI, saya pun tak bisa menolak atas keindahan kisahnya. MINARI memang dibangun dengan kisah keluarga yang sederhana. Tidak sebrutal PARASITE yang mampu membuat Hollywood bertekuk lutut, tapi kisah yang ditulis oleh Isaac Chung ini sekali lagi jadi pembuktian bahwa ranah keluarga, akan selalu jadi kekuatan sineas Asia. Terutama jika ditulis dengan sensitivitas yang sangat hangat, sesuatu yang mungkin tak pernah terjadi di keluarga-keluarga Barat.

Jujur, awalnya saya menonton MINARI dengan kesiapan kalau kisahnya akan begitu suram, bikin stres dan sangat depresif. Kamu tentu ingat THE WITCH (2016), GREEN ROOM (2016), MOONLIGHT (2016), A GHOST STORY (2017), LADY BIRD (2017), HEREDITARY (2018), THE LIGHTHOUSE (2019) dan oh, MIDSOMMAR (2019) yang semuanya pernah didistribusikan oleh A24.

Namun berbeda dengan judul-judul yang saya sebutkan, MINARI justru dibangun dengan atmosfer yang begitu hangat, sesuatu yang tentunya sangat kita butuhkan dalam kondisi sulit seperti pandemi saat ini. Bahkan bisa dibilang, MINARI seolah jadi anomali dalam jagat perfilman dunia yang saling berlomba-lomba menciptakan film blockbuster dengan sentuhan luar biasa.

Film yang meraih Golden Globe untuk kategori Best Foreign Language Film ini hadir tanpa adanya agenda berat. MINARI seolah mengajak kita semua untuk kembali merangkul kekuatan terbesar yang dimiliki manusia, harapan.

Sebagai sebuah film drama keluarga, MINARI seolah tak membuat kesalahan dengan absennya adegan atau dialog yang terkesan berlebihan. Apapun yang disuguhkan Isaac Chung, seolah hadir dengan begitu natural dan justru ke-apa adanya itu yang membuat kisahnya semakin related dan makin nyata. Kendati memang saya tak menampik jika ada beberapa orang yang menganggap MINARI membosankan dan terkesan 'lempeng'.

tampilan sayuran minari
tampilan sayuran minari
Namun bagi saya, perjuangan Jacob tak ubahnya keinginan setiap Ayah yang berharap keluarganya punya kesejahteraan lebih baik. Jacob seolah jadi perwakilan masyarakat Asia yang tidak terlalu mau tunduk dengan budaya dan ajaran orang Barat.  

Sementara Monica hadir sebagai istri sekaligus Ibu yang dimiliki oleh banyak anak-anak Asia. Sosok perempuan yang tegas, menghormati suami dan tentunya mengutamakan keluarga. Keinginannya disampaikan dengan santun, tapi tetap memberikan sentuhan keberanian. Meskipun mungkin ada satu titik di mana saya sebal kenapa Monica tak bisa memahami Jacob, tapi kegamangan itu menguap ketika tahu alasannya begitu berpegang pada prinsipnya.

Bahkan kebiasaan-kebiasaan, berbagai masalah dan pertengkaran yang terjadi di dalam keluarga Yi, juga sedikit banyak saya rasakan saat kecil. Jacob yang kesal dengan kenakalan David lalu ingin memukulnya dengan kayu, tentu hukuman-hukuman seperti itu sangatlah biasa bagi masyarakat Indonesia. Saya masih ingat saat kecil dulu, begitu takut saat Ayah tengah marah dan mengancam memukul dengan sabuk meskipun tak pernah terjadi.

Atau bagaimana saat nenek Soon Ja memberikan uang kepada Monica, sebuah hal sederhana yang sering dialami banyak pasangan suami istri Asia ketika orangtua tetap peduli sekalipun sudah berkeluarga. Sedikit banyak saya jadi rindu dengan mendiang kakek dan nenek yang selalu berpikir bahwa putra putrinya yang meskipun sudah menikah dan dikaruniai buah hati, akan selamanya jadi anak yang terlihat fragile di mata mereka. MINARI membawa kisah kedekatan keluarga yang mirip seperti CRAZY RICH ASIANS (2018)

MINARI dibangun dengan begitu perlahan dan mencapai klimaks di waktu tepat. Dialog pamungkas ketika Jacob dan Monica berdebat justru hadir tanpa membuat banjir air mata, tapi sangatlah mengena. Saya mencoba memahami Monica bahwa kebersamaan keluarga itu memang sangat penting. Karena itu saya tak bisa menyalahkannya yang begitu kecewa dengan Jacob. Baik Jacob dan Monica memiliki tujuan yang sama, kebahagiaan keluarga meskipun dengan jalan yang berbeda. Dan ketika semua itu tak bisa berpadu, perpisahan tentu jadi jalan terbaik tanpa harus merasa terpaksa.

Alan Kim sebagai David Yi
Alan Kim sebagai David Yi
Ada dua pemain yang sangat menonjol selama saya menonton MINARI. Yang pertama adalah si kecil menggemaskan Alan Kim yang tampil outstanding sebagai David. David hadir sebagai bocah keras kepala yang mungkin pernah kita lakukan semasa kecil.

Tidak banyak dialog meraung, tapi setiap gerak-geriknya mampu mencuri perhatian. David dan kakaknya, Anne, menggambarkan betul bagaimana anak-anak Asia yang dibesarkan dalam budaya modern Amerika sehingga seolah lupa pada tradisi budayanya. Namun justru itu membuat karakter dua bocah ini sangatlah alami.

Sementara credit kedua layak diberikan kepada Yuh Jung yang berkat penampilan briliannya sebagai nenek Soon Ja. Soon Ja adalah gambaran tipikal nenek-nenek khas masyarakat Asia yang cuek, keras kepala, sok tau tapi semua itu benar adanya. Meskipun tak semua dari kita memperoleh nenek seperti Soon Ja, tapi sikapnya yang blak-blakan justru membuat keluarga Yi makin berwarna. Tak heran kalau akhirnya Yuh Jung diganjar piala Oscar untuk kategori Best Supporting Actrees. Hal ini mencatatkan nama Yuh Jung sebagai orang Korea Selatan pertama yang berhasil meraih Oscar

proses syuting MINARI
proses syuting MINARI

Sisanya, MINARI sangatlah memikat dengan sinematografi daerah Arkansas yang memanjakan mata. Didominasi dengan warna hijau, adegan saat David akhirnya bisa berlari itu sukses membuat hati saya dialiri perasaan hangat dengan tatapan mata berkaca-kaca.

Akhir kata, film MINARI terlalu indah untuk ditonton di smartphone atau laptop jika nanti sudah memperoleh jadwal untuk streaming legal. Film secantik MINARI haruslah ditonton di bioskop sembari menikmati bagiamana setiap adegan yang hadir menyentuh lembut sanubari kita. Kembali menyadarkan pada sebuah nilai terpenting dalam kehidupan, bahwa keluarga memang adalah harta yang paling berharga.

Arai Amelya
I'm a driver, never passenger in life
Terbaru Lebih lama

Related Posts

29 komentar

  1. Duuh senangnya membaca cerita film MINARI kayakna masih tayang di bioskop ni, nontoh lah biar lebih puas dengan ceritanya :)

    BalasHapus
  2. Aaah jadi nggak sabar mau nonton, baca sinopsisnya aja terasa indah dan hangat, apalagi filmnya langsung.

    BalasHapus
  3. Ceritanya bikin penasaran.. Aku jadi kepengen nonton filmnya ya.

    BalasHapus
  4. Sejak pertama muncul saya gak tertarik untuk nontin, tapi baca sinopsis ini malah jadi pengen

    BalasHapus
  5. Hey, Arai!

    Duh, liat intronya aja aku udah penasaran banget lho, karena digadang-gadang bakal jadi penerus Parasite. Pertama kali nonton parasite aja aku udah tegang banget, gimana lagi ini ya.

    BalasHapus
  6. Btw iyaa juga kisah keluarga di Asia emang lebih ngena dibanding hollywood. Apa karena kebudayaan kita lebih deket ketimbang kebudayaan negara2 ono yah

    BalasHapus
  7. Aku yang Parasite aja belum nonton juga nih, apalagi yang Minari, heheheh.
    Duh makin bertambah aja nihh wishlist film yang mau di tonton nantinya...

    BalasHapus
  8. Aku sempet baca sinopsisnya ini. Tp belum sempet nonton. Liat review ini pingim nonton :( wishlist nih parasite sama minari. Lumayan libur panjang nih hehe

    BalasHapus
  9. Klo nonton drama keluarga begini suka mellow ga sih mba, emg asia lebih top klo genre ini yaa

    BalasHapus
  10. Aku wajib nonton nih. Bagus banget dari sekilas ceritanya aja. Aku parasite udah nonton soalnya.

    BalasHapus
  11. Filmnya cocok buat tontonan keluarga ini. Kalau mau nonton bisa streaming dimana mbak?

    BalasHapus
  12. Saya penasaran dengan endingnya. Tapi salut sama Monica yang gak pernah meninggalkan suaminya. Satu hal yg jadi pelajaran, bahwa dibutuhkan kerjasama suami dan istri meraih impian. (Ainhy E)

    BalasHapus
  13. Hmmm.hmmm...hmmmm, muncul lagi nih tulisan kak arai yang kelat dengan drakor..wuih ulasannya keren sekali dan khas,,,

    Btw, aku belum nonton film Minari ini lho, jadi pengen...karena ada romantic nya.

    BalasHapus
  14. Aku mbrebes mili nntn film ini. Relate banget soalnya sama kehidupan skrg. Nonton film yg datar dan bertajuk kekeluargaan memang nuansanaya hangat dan mudah diterima bnyk org ya.. Film ini sukses bgt masuk berbagai nominasi karena relate dgn fakta pernikahan dan obsesi kesuksesan ya

    BalasHapus
  15. baca ceritanya jadi penasaran banget pengen lihat filmnya, saya suka film-film yang bertemakan keluarga seperti ini, suka mengharu biru rasanya, dan makin sayang sama keluarga

    BalasHapus
  16. Penasaran ama sayur minarinya itu. Kayak apa ya rasanya. Penampakan batangnya kayak kangkung. Ditumis enak kalik ya...
    Kisahnya cukup menarik ya, perjuangan yg hrs didukung seluruh keluarga spya berhasil...

    BalasHapus
  17. Kok jadi pengen nonton Minari juga gara2 baca review ini. Kisah keluarga yang dibalut kehangatan akan selalu menarik untuk dijadikan film. Karena siapapun membutuhkan suasana hangat dalam keluarganya.

    BalasHapus
  18. tadinya minari aku kira film indonesia, ternyata film korea

    BalasHapus
  19. Mau nyari film Minari ini di mana ya? Masih dalam antrian streaming legal ya Mba? Alur ceritanya sederhana, tapi nggak monoton meski bertemakan film keluarga. Korea memang pandai sangat membuat film ya.

    BalasHapus
  20. Jadi penasaran dengan sayur minari..kayak apa ya rasanya??

    BalasHapus
  21. Film-film bertema keluarga selalu sukses membuat hati hangat. Baca reviewnya membuatku tercekat di beberapa bagian. Terbayang betapa perjuangan seorang Ayah untuk keluarga sangatlah berat dan luar biasa, sementara dukungan yang diharapkan ternyata gak sesuai harapan. Mungkin istrinya bukan tak mendukung, hanya saja sedang fokus pada yang lain yaitu kesehatan anaknya

    Ah, jadi tak sabar ingin nonton ini juga
    Semoga segera rilis untuk dapat ditonton secara luas

    BalasHapus
  22. Membaca ulasan ini membuat saya merasa seperti sudah menonton filmnya. Eh. Terlepas dari itu, saya setuju jika tema "keluarga" menjadi kekuatan dari sineas Asia, berkat budaya ketimuran juga.

    BalasHapus
  23. Kalau baca dari reviewnya, bagus banget nih filmnya buat di tonton. Film bertema keluarga emang lebih mendalam kesannya ya mbak, soalnya mengangkat realita yang ada di masyarakat

    BalasHapus
  24. Aku sudah nonton film ini, mungkin karena bukan genre yang aku suka entah kenapa terasa sedikit membosankan padahal sih jalan ceritanya bagus.. Tetapi, ternyata berhasil dapetin penghargaan oscar ya mbak.

    BalasHapus
  25. Cerita tentang keluarga memang selalu mengesankan. Salut sma semangat sang ayah yang merintis dari bawah meski belum jelas akan berhasil atau tidak. Proses jatuh bangun memang selalu harus jadi pembuka menuju keberhasilan.
    .

    BalasHapus
  26. Jadi pengen nonton, udah lama gak nonton drama dan film Korea nih. Thanks review nya. Jadi penasaran dengan bentuk "minari."

    BalasHapus
  27. Film film asia memang punya cerita yg lebih beragam. Apalagi drama dramanya. Jd pengen nonton juga nih, tq reviewnya ya

    BalasHapus
  28. Nonton trailer nya Minari saja bikin saya merinding. Saya paham betapa keinginan seorang kepala keluarga tentu kesuksesan yang mampu menyihir anak istri bangga padanya.
    Ceritanya beneran kompleks banget. Bener-bener layaknya keluarga Asia. Suka pake banget baca review ini
    Beneran bikin saya pengen nonton film nya.

    BalasHapus
  29. Sepintas baca sinopsisnya kayaknya seru banget nih jalan ceritanya. jadi penasaran pgn nonton deh. Apalagi seperti saya sebagai kepala keluarga, yang ingin dijadikan kebanggaan buat keluarga.

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email